Embun Untuk Bara

Embun Untuk Bara
Meminta nya Bertahan sebentar saja


__ADS_3

Di sisi lain.


Embun masih membeku saat mendengar kata-kata terakhir kakek tua Andaram.


Tes DNA?!.


"Bara..."


Bisa dia dengar Ayla bicara dengan Bara dalam nada yang sedikit tidak baik-baik saja, perempuan tersebut seperti nya gelagapan mendengar keputusan kakek.


"Kau dengar? aku tidak mungkin melepaskan karier ku saat ini karena kehamilan, dan tes DNA? apa kakek gila, kau pikirkan sesuatu untuk menghentikan semua ini, ini membuat kepala ku berdenyut-denyut"


Ayla jelas histeris,dia pikir bagaimana bisa keadaan menjadi sekacau ini? tidak pernah dia bayangkan jika semua bisa seperti ini.


"Itu keputusan kakek,kau tidak mungkin mencoba untuk berbelok bukan? kau tahu jika iya maka semua akan menjadi gagal"


Terdengar suara Bara yang mencoba untuk memperingatkan.


kedua orang tersebut terdengar berdebat, sangat rumit dan sulit.


"Ini di luar pemikiran ku, aku tidak mungkin..."

__ADS_1


"Hingga anak nya lahir dan semua berpindah tangan, kau pikirkan dengan baik, bertahan dan patuh kemudian mendapat kan apa yang kau mau, atau pergi sekarang dan semua hancur sesuai kemauan"


Bara terdengar memperingatkan, di detik berikutnya dia tidak mendengar kembali suara Ayla.


Embun tidak berkutik, hanya diam mendengarkan saja, bola mata nya menatap kearah dokter dihadapan nya Sembari tangan nya menyentuh perut nya untuk beberapa waktu.


"Mereka sehat"


Dokter dihadapan nya berbisik, Mencoba mengembang kan senyuman nya ke arah Embun.


mendengar apa yang di ucapkan dokter tersebut membuat Embun menundukkan kepalanya.


"Jangan terlalu banyak memikirkan berbagai macam kemungkinan dan hal yang memberatkan pemikiran, anak-anak sehat dan baik, mereka begitu aktif dan lincah, nikmati apa yang terjadi, buat diri senyaman mungkin selama kehamilan"


Embun diam, tidak menjawab sama sekali ucapan perempuan di hadapannya itu.


Nyata nya secara berlahan perempuan tersebut menyentuh lembut punggung tangan nya, membuat Embun langsung meluruskan pandangan nya, dia menatap dokter dihadapan nya untuk beberapa waktu.


"Kau tahu?"


Perempuan tersebut bertanya, bicara begitu lembut kepada Embun.

__ADS_1


"Dia tidak pernah begitu bersemangat bercerita soal seseorang"


ucap perempuan itu pelan, netra mereka bertemu antara satu dengan yang lainnya, tiba-tiba suasana menjadi sedikit serius, membuat Embun seketika tidak melepaskan pandangannya dari perempuan di depan itu, dia mengernyitkan dahinya mendengar ucapan dari dokter perempuan di hadapan nya, mencoba mencerna apa yang di katakan oleh sosok tersebut.


"Untuk pertama kalinya dia begitu bersemangat bercerita, bahkan merasa gelisah terhadap keadaan kamu dan bayi di dalam sini"


Embun masih tidak paham, mencoba untuk mencerna ucapan perempuan tersebut, siapa yang di maksud oleh sang dokter.


"Dia bahkan sedikit rumit, menghubungi ku tanpa ingat waktu, bertanya soal banyak hal, takut sesuatu yang buruk terjadi pada ku, dia benar-benar berbeda sejak bertemu kamu dan mendapat bayi kalian"


Dan perempuan tersebut terus kembali bicara panjang lebar, membuat jantung Embun seketika berdebar-debar kencang, dia ingin menebak nya tapi takut salah, dia pikir apakah yang dimaksud oleh perempuan di hadapannya adalah Bara?!.


"Benarkah?"


Pada akhirnya Embun bertanya secara perlahan, ingin tahu apakah mungkin yang dibicarakan adalah laki-laki tersebut.


"He em, Bara benar-benar banyak berubah"


Dan sejenak perempuan tersebut menatap dalam wajah Embun, mencoba menggenggam telapak tangan Embun dengan erat.


"Dia sebenarnya begitu rapuh, butuh punggung dan bahu seseorang untuk bertahan dan bersandar, tetaplah di samping nya hingga akhir, jika ada hal yang rumit dan berat bertahan lah sejenak, hanya sejenak hingga dia mendapatkan apa yang hilang dari dalam hidupnya selama ini"

__ADS_1


Dan perempuan tersebut meminta, menatap Embun dengan tatapan yang begitu serius, bicara penuh pengharapan, ingin agar Embun bertahan sebentar saja saja hingga Bara mendapat kan apa yang laki-laki tersebut ingin kan.


__ADS_2