
Tempat kediaman baru Bara dan Embun
Jakarta.
Bola mata Bara menatap ke arah layar monitor yang ada dihadapan nya untuk beberapa waktu, dia menaikkan ujung bibirnya saat dia mendengar dan melihat secara langsung apa yang terjadi dihadapan nya.
Bisa dia lihat kakek tua Andaram menghajar secara habis-habisan, Hal itu membuat Bara jelas saja senang karena nya, laki-laki tersebut menonton pemandangan yang ada di hadapan yaitu untuk beberapa waktu kemudian secara perlahan dia mencoba untuk mematikan layar monitor yang ada di hadapannya tanpa banyak bicara.
"Kau sudah melihat cara kerjanya bukan?"
tiba-tiba saja suara seseorang terdengar memecah keadaan, bara belum merespon ucapan dari seseorang tersebut, dia duduk di atas kursi mendominasi berwarna hitam gimana dia berhadapan dengan sebuah meja yang akan dia gunakan sebagai meja kerjanya Setelah dia berpindah tempat di sana.
Begitu tiba di Jakarta dia memilih tidak kembali pada kediaman lamanya karena baginya tempat itu jelas tidak lagi menjadi tempat yang nyaman untuk dia tempati bersama embun karena dia tahu akan ada banyak sekali orang-orang yang berusaha untuk menyelidikinya dan itu akan membahayakan Embun.
kakek tua Andaram tidak mungkin menyetujui hubungannya dengan Embun karena laki-laki itu sangat setuju dia menikah dengan Ayla, pernikahan yang diberikan oleh kakek tua Andara dan dilaksanakan oleh dirinya atas permintaan daripada ibu nya Reni, membawa mereka pada pernikahan hingga sejauh ini.
kesepakatan pernikahan terjadi karena Ayla membutuhkan materi yang terus keluar untuk dirinya dan juga untuk menutup perusahaan ayah nya yang berada pada ambang kesulitan.
sedangkan dia menyetujui pernikahan itu karena dia berharap tidak ada lagi desakan pernikahan dari sang kakek dan laki-laki tua itu ingin dia memiliki seorang keturunan agar seluruh harta Andaram jatuh ke tangannya.
__ADS_1
memiliki penerus Andaram itu artinya dia bisa dipercaya untuk mewarisi seluruh Andaram group berikutnya, tanpa ada pewaris itu artinya dia diragukan kwalitas nya, dimana orang-orang berpikir tanpa pewaris setelah kematian nya maka Andaram akan hancur tanpa penerus.
karena itu kakak tua Andaram terus mendesaknya agar menikah dengan Ayla, Namun nyatanya pernikahan dia dan Ayla tidak dilandasi atas dasar Cinta yang sesungguhnya dan Ayla menolak untuk hamil sedangkan dia menginginkan Ayla hanya untuk mengandung anaknya dan tidak lebih.
pernikahan mereka pada akhirnya menjadi begitu rumit karena tidak ada pemecahan persoalan dan pemecahan permasalahan di dalam Keinginan mereka masing-masing, hingga akhirnya disahkan Mama Reni menyeret dirinya untuk memutar otak mencari akal agar Ayla hamil, tapi nyatanya perempuan tersebut memberikan satu solusi tidak terduga.
Rahim pengganti.
Bukankah ini menjadi sangat Kebetulan sekali? dia yang meragukan kualifikasi Ayla dan kualitas Ayla untuk menjadi Ibu dari anak-anaknya memiliki kesempatan untuk mencari gadis lain agar mau menjadi Ibu dari anak-anaknya, dan bayangkan bagaimana perasaannya ketika dia bertemu dengan Embun, seperti mendapatkan jackpot besar dia menginginkan gadis tersebut menjadi Ibu dari putra-putrinya dan Embun bahkan belum dijamah oleh siapapun hingga gadis tersebut hamil anak nya.
Ini satu kebetulan dan keberuntungan untuk Bara.
bahkan orang-orang sedang mencari celah untuk mencelakai dirinya dan membuat dia dan Ayla kehilangan kesempatan dalam sandiwara mereka di mana bara berpikirnya semakin mendekat pada titik Kemenangan nya.
orang-orang di keluargaan Andaram merasa dia tidak pantas menjadi penerus Andaram, karena dia adalah cucu dari putra kakek tua Andaram yang menikahi gadis miskin yang tidak sederajat dengan mereka.
bahkan di masa lalu ibunya dikucilkan oleh banyak orang juga disingkirkan oleh kakeknya sendiri karena status sosial mereka yang jelas tidak sama dan berbeda bagaikan langit dan bumi.
kenyataannya Bara Andaram pada masa lalu sama sekali tidak menginginkan menjadi penerus group Andaram, tapi karena kata-kata seseorang membuatnya berdiri dengan kedua belah kakinya dengan kuat dan bertekad untuk mengambil Andaram untuk ibunya dan mengubah seluruh peraturan mengerikan dalam keluarga Andaram yang menyatakan orang miskin tidak pernah pantas hidup berdampingan dengan orang kaya dan memiliki segalanya.
__ADS_1
Bara seketika menatap kearah depan, dia melihat Mama Reni yang terlihat duduk tenang di atas kursi sofa mendominasi berwarna cream menunggu jawaban nya sejak tadi.
"aku cukup terkejut Martin bergerak begitu cepat meyakinkan keketuan dalam jika orang-orang di keluarga Andaram sedang berusaha untuk mengkhianati nya, dan aku sangat senang kakek tua mendapatkan Tommy dengan segala kelicikannya"
Bara bicara sembari menatap ke arah Reni, di mana perempuan tersebut yang merupakan bibir terus mendampinginya sejak kecil hingga hari ini secara diam-diam di belakang semua orang, memberikan support terbaik agar Bara naik menjadi pewaris tahta Andaram berikutnya.
mendengar ucapan Bara seketika Reni menaikkan ujung bibirnya, dia terlihat senang atas apa yang dikatakan oleh Bara pada dirinya.
"bukankah sudah kubilang Martin mampu melakukan apapun di luar batas kemampuan mu?"
Dan Reni berkata dengan cepat, dia meraih gelas minuman yang ada di tangan nya dengan senang.
Bara terlihat diam, hanya mendengar kan ucapan Reni sambil dia meraih gelas minuman nya juga.
"Selangkah lagi kamu mendapatkan nya"
Ucap Reni sambil menaiki gelas minuman nya.
"aku hanya masih merasa khawatir karena terkadang kakek cukup sulit untuk ditebak, dia punya banyak sekali mata yang tanpa pernah kita sadari, aku berharap rencana ini berhasil dan tidak membuat Embun terancam nyawa nya"
__ADS_1
Ucap Bara kemudian, lantas dia menyesap minumannya secara perlahan, membiarkan bola matanya sekarang berpindah ke sisi kanannya gimana bisa dia lihat ada barisan pohon yang berdiri sejajar di sekitar bagian halaman belakang tempat tinggal nya.