Embun Untuk Bara

Embun Untuk Bara
Pergi meninggalkan dirinya sejenak


__ADS_3

Bara mengehala kasar nafas nya saat dia perlahan keluar dari kamar mandi, mencoba menetralisir perasaan yang tidak karuan di perut nya sembari dia melilitkan handuk di pinggang nya.


Begitu keluar dari kamar mandi laki-laki tersebut menelisik ruangan, mencari Embun untuk beberapa waktu, hingga akhirnya dia menemukan sosok gadis tersebut tengah sibuk berkutat dengan bunga-bunga di atas meja, entahlah Bara enggan untuk terlalu ingin tahu apa yang dilakukan gadis tersebut.


Dikala dia bergerak menuju ke lemari dan mencoba meraih pakaiannya, sejenak laki-laki tersebut menatap kearah kasur, terlihat disana pakaian lengkap nya yang seperti nya telah di siapkan oleh Embun.


Bara menatap punggung Embun untuk beberapa waktu, menoleh kearah Embun yang terlihat menggerakkan jemari indah nya, merangkai beberapa bunga di atas meja.


Laki-laki tersebut pada akhirnya membuang pandangannya, memilih mendekati kasur dan memperhatikan pakaian yang dipilih Embun satu set lengkap luar dalam hingga ke sepatu nya.


Cukup sempurna, gadis tersebut memadupadankan warna dan nuansa paling pantas untuk digunakan nya pada acara pembukaan Hotel xxxxxxx di Bali yang diselenggarakan oleh Andaram group hari ini.


Laki-laki tersebut diam, menatap barisan pakaian di atas kasur untuk beberapa waktu, dia pikir Ayla tidak pernah melakukan nya selama 6 tahun pernikahan mereka, bahkan biasanya pelayan yang melakukan nya, ini kali pertama seorang gadis berstatus istri yang menyiapkan dirinya pakaian, rasanya begitu aneh dan,

__ADS_1


Entahlah.


Bara memejamkan sejenak bola matanya, seolah-olah ada satu sensasi aneh di hatinya, seakan-akan dia mendapatkan perhatian dari seseorang yang terasa tidak biasa, entahlah bagaimana mengatakan nya, dia merasa diberikan satu perhatian yang tidak pernah dia rasakan selama ini sebelumnya.


Laki-laki tersebut membuka bola matanya secara perlahan, meraih pakaian tersebut satu persatu dan mulai menggunakan nya dengan gerakan yang tenang.


Embun terlihat menatap kearah Bara yang mulai menggunakan pakaian nya dengan lengkap, seulas senyuman mengembang di balik wajah cantik nya, cukup bahagia laki-laki tersebut mau menggunakan pakaian pilihan nya.


Bara tiba-tiba bicara dan memberikannya sebuah peringatan membuat Embun langsung menoleh kearah laki-laki tersebut.


Laki-laki itu bergerak mendekati Embun, begitu dia tiba di hadapan garis tersebut bola mata Bara menelisik dalam bola mata embun untuk beberapa waktu.


"apa aku tidak boleh keluar menuju ke halaman belakang atau ke halaman depan?"

__ADS_1


Embun bertanya sembari menatap balik pada laki-laki yang ada di hadapannya, dia pikirkan sangat membosankan untuknya sendirian di dalam villa besar tersebut tanpa melakukan apapun dan tetap berada di dalam kamar.


"aku tidak menyarankanmu untuk keluar kedepan atau ke belakang, ada beberapa hal yang menjadi pertimbanganku agar kamu tidak melakukannya, aku takut seseorang datang dan melihat keberadaanmu"


saat Bara berkata seperti itu tidak tahu kenapa rasanya hati embun menjadi sakit, seolah-olah sejak awal keberadaannya memang tidak pernah diinginkan di sana, dia hampir saja lupa.


melihat kegelisahan dan juga ekspresi wajah Embun yang terlihat kecewa, laki-laki itu kemudian langsung berkata.


"aku punya alasan melakukannya, tetaplah berada di dalam dan jangan kemana-mana, jika satu hal yang buruk terjadi jangan lupa untuk menghubungiku, aku akan berpesan pada pelayan di rumah untuk juga menjagamu dari kemungkinan-kemungkinan tidak diinginkan"


Setelah berkata seperti itu laki-laki tersebut meraih sebuah handphone yang ada di atas nakas dan dia membiarkan handphone tersebut menyimpan nama Bara di dalamnya, juga menjadi panggilan pertama pada dial nomor 1 yang ada di handphone tersebut.


Embun tidak menjawab, menatap Bara yang terlihat memasang kewaspadaan kepada dirinya.

__ADS_1


__ADS_2