Embun Untuk Bara

Embun Untuk Bara
Pertemuan pertama


__ADS_3

**Mansion Tersembunyi Bara**


**Ruang tengah**.


Mama Reni terlihat mengembangkan senyuman nya, menatap Embun yang bergerak keluar dari kamar nya, perut perempuan tersebut sudah cukup membesar, apalagi mengingat kehamilan Embun merupakan bayi kembar yang ada di dalam sana jadi wajar saja ukuran perutnya lebih besar daripada ukuran perut wanita hamil pada normalnya.


dia buru-buru menghampiri Embun, mencoba untuk membantu perempuan itu bergerak menuju ke arah kursi sofa.


Embun sebenarnya cukup terkejut dengan kehadiran wanita yang ada di hadapan nya itu, tapi semalam Bara sudah berkata jika mereka akan kedatangan tamu yang tidak lain adalah mama Bara, cukup berdebar-debar saat dia menatap ke arah mama Reni, takut juga kehadirannya tidak disukai mengingat dia yang awalnya hanya merupakan perempuan pilihan untuk di pinjamkan rahim nya untuk Bara dan Ayla, tapi kini nyata nya malah merebut Bara dari Ayla.


"Ma...?!". dengan ragu-ragu perempuan itu bicara menyambut uluran tangan wanita di hadapannya tersebut dan memberinya salam serta memeluknya secara perlahan.

__ADS_1


dia cukup takut jika wanita tersebut menghindari dirinya namun nyatanya semua di luar ekspektasinya, Mama Reni terlihat menyukai dirinya, menggenggam erat telapak tangannya dan membantunya untuk duduk ke atas kursi sofa.


"ini trimester kedua, apa yang dikatakan dokter? apa anak-anak sehat-sehat saja?" tanya wanita tersebut dengan cepat sembari menatap dalam bola mata Embun.


mendengar pertanyaan wanita itu membuat Embun langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"dokter bilang mereka semua sehat, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, hanya memintaku untuk mengkonsumsi makanan yang sehat dan boleh bergerak pergi ke mana-mana tapi tidak dianjurkan untuk terlalu jauh karena bayi kembar biasanya sedikit rumit dan melelahkan untuk bergerak" Embun menjawab dengan cepat pertanyaan wanita dihadapan nya tersebut.


Mendengar jawaban dari embun membuat Mama Reni menganggukkan kepalanya.


perempuan itu menerimanya secara perlahan sembari bertanya dengan sedikit ragu-ragu.

__ADS_1


"Ini apa...ma...Tante..." dia cukup bingung harus memanggil wanita di hadapan yaitu Mama, tante atau apapun itu karena dia takut dia salah bicara.


tidak pernah terpikirkan olehnya jika Mama bara akan datang mengunjunginya bahkan membawanya sesuatu yang tiba-tiba membuatnya sedikit cemas. sejarah hidup bersama Bara dia merasa kehidupannya sedikit banyak merasa tegang dan terancam, Bara selalu saja mengingatkannya agar dia tidak sembarang menerima hadiah atau menemui seseorang dan ini baru kali pertama dia menemui seseorang atas izin dari Bara dan menerima barang tapi belum tahu apakah Bara boleh dia menerimanya atau tidak.


di tengah kegalauan hatinya tiba-tiba saja dari arah belakangnya suara Bara terdengar.


"Terimalah, itu dari mama, aku benar-benar itu adalah vitamin dan beberapa pakaian hamil untuk mu" ucap Bara sembari bergerak mendekati mereka berdua kemudian laki-laki tersebut duduk tepat di sisi kiri Embun dia menyentuh kepala Embun secara perlahan kemudian mengembangkan senyumannya.


melihat kehadiran Bara tentu saja membuat Embun sedikit lega, apalagi ucapannya membuat dirinya sedikit mengendurkan rasa waspada, itu artinya dia boleh menerima barang dari mama Reni.


"kamu betul ini adalah vitamin dan juga beberapa pakaian hamil" wanita itu bicara cepat kemudian dia melirik ke arah Bara kemudian dia kembali menatap ke arah Embun.

__ADS_1


"Dan kamu bisa memanggilku mama, itu terdengar jauh lebih baik daripada tante dan lain sebagainya" lanjut wanita itu lagi kemudian sambil mengembangkan senyumannya.


dan apa yang diucapkan oleh Mama Reni jelas membuat Embun merasa berdebar-debar, kata Mama membuat nya cukup terharu.


__ADS_2