Embun Untuk Bara

Embun Untuk Bara
Terjebak situasi


__ADS_3

Demi apapun Bara jelas mengeluarkan ekspresi anehnya, dia melirik kearah Martin untuk beberapa waktu.


"Buka pintu nya, Indra"


Martin pada akhirnya mengulangi kembali ucapan nya.


Indra yang mendapatkan perintah terlihat diam, menatap kearah Bara untuk beberapa waktu, seolah-olah meminta izin atas apa yang akan di lakukan nya.


Bara terlihat diam, dia memejamkan bola mata nya sejenak kemudian membuka nya kembali dengan cepat.


"Buka pintu nya"


Laki-laki tersebut memberikan perintah dan Indra pada akhirnya patuh dengan ucapan sang tuan nya.


laki-laki itu secara perlahan membuka pintu mobil jelaskan perasaan yang tidak baik-baik saja dalam lingkup jantung yang terus berdetak kencang saat ini, tidak tahu tapi dia pikir setelah ini pasti akan ada satu hal yang mengerikan terjadi.


Indra berusaha untuk menutup bola matanya beberapa waktu hingga pintu mobil tersebut terbuka dan begitu pintu mobil terbuka bisa di lihat Martin dengan terburu-buru mencoba untuk melihat apa yang ada di dalam sana.


jangan ditanyakan bagaimana ketegangan terjadi saat ini, yang jelas Indra merasa dan berpikir apa mungkin ini akan jadi hari akhir untuk mereka.


Begitu pintu terbuka, Bara terlihat bergerak mencoba meraih sesuatu di punggung nya tapi Martin secepat kilat berkata.

__ADS_1


"Apa kau melihat sesuatu didalam sana?"


Martin bertanya sambil menaikkan ujung alisnya, melipat kedua tangannya dan menatap angkuh ke arah Tommy.


Yang di tanya terlihat diam, langsung menutup pintu mobil dengan kasar.


"Cihhhhh aku anggap kau sedang beruntung Indra.."


Brakkkkkkk.


Saat Tommy berkata seperti itu dan pura-pura menunjuk Kalimat nya ke Indra, Martin secepat kilat menghantam tubuh Tommy ke kap mobil dengan cara yang sangat kasar, menekan nya disana hingga Tommy nyaris dalam posisi tertidur di sana.


"Sekali lagi kamu bergerak sendiri tanpa arahan dari ku dan perintah, aku akan memenggal kepala mu tanpa harus berpikir dua tiga kali"


Tommy meringis, merasa hari ini terlalu sial untuk dirinya, niat hati ingin mendapatkan muka dari kakek tua Andaram nyata nya alih-alih mendapatkan muda yang ada di malah kehilangan muka dan nyaris 2 kali mati karena Bara dan Martin.


"Aku paling benci pada anak buah yang membangkang perintah ku, tindakan mu seolah-olah sedang berusaha untuk menantang ku, menyatakan diri jika kamu tidak seharusnya patuh dan memilih memberontak secara diam-diam, aku curiga kamu berpotensi untuk mencelakai kakek tua Andaram dan bekerja untuk seseorang dibelakang ku"


Dan saat Martin bicara seperti itu, Tommy seketika tercekat.


"Kau bicara apa?"

__ADS_1


Tanya Tommy gelagapan, berusaha melepas kan cengkraman Martin dari diri nya, saat ini dia merasa terintimidasi, dia tersudutkan dan di tuduh dengan kasar, membuat Tommy seketika tercekat dan nyaris kehilangan kata-kata.


"Aku bagaimana bisa melakukan hal tersebut"


Ucap Tommy cepat.


"Jangan menuduh sembarangan"


Lanjut nya lagi sambil menahan tangan Martin, berusaha agar laki-laki tersebut tidak terus berusaha mencengkeram dan mencekik leher nya, dia belum mau mati konyol karena kecerobohan nya.


"Aku tidak menuduh, dari cara mu menyatakan jika kamu saat ini bergerak dibelakang semua orang, jangan-jangan tuan Andaram tidak tahu kamu melakukan nya, kau benar-benar sedang berusaha untuk memerangi tuan tua Andaram diam-diam, sebenarnya kamu bekerja untuk siapa?*


Dan setelah berkata begitu Martin mengendurkan pegangan nya, dia melepaskan laki-laki dihadapan nya tersebut dengan kasar.


Seketika Tommy terbatuk-batuk.


"Aku akan bicara dengan kakek tua Andaram"


Dan saat Martin berkata begitu, seketika Tommy berusaha menarik kesadaran nya dan dia langsung membulatkan bola matanya.


"Apa?"

__ADS_1


Dia pikir di benar-benar terjebak situasi saat ini.


__ADS_2