Embun Untuk Bara

Embun Untuk Bara
Membiarkan nya pergi


__ADS_3

Bara buru-buru menggenggam erat telapak tangan kiri Embun, membawa langkah gadis tersebut menuju kearah kamar mereka.


"Bara?"


Embun terlihat bingung, mencoba mengejar langkah laki-laki tersebut.


Begitu tiba di kamar Bara terlihat sibuk menghubungi seseorang sembari laki-laki tersebut berkata.


"Kemasi barang-barang kamu"


Ucap laki-laki tersebut cepat.


Embun mengerutkan keningnya sejenak, dia ingin bertanya tapi takut dipikir terlalu banyak tanya, hanya mengangguk kan kepalanya, menuruti perintah Bara dan bergerak mengepak pakaian nya kedalam tas nya.


Bisa dia dengar Bara bicara dengan seseorang dari balik handphone nya.


"Bergerak cepat, aku menunggu dalam 5 menit"


Ucap laki-laki tersebut dengan tergesa-gesa, kemudian Bara menutup panggilannya.


Embun selesai menyusun pakaian nya, meletakkan tas berisi pakaian nya secara perlahan ke atas kasur, dia kemudian menatap punggung laki-laki tersebut untuk beberapa waktu dimana Bara baru saja mematikan panggilan nya.

__ADS_1


Laki-laki tersebut membalikkan tubuhnya.


"Apakah sesuatu yang buruk terjadi?"


Embun menatap cemas, mencoba untuk menelisik raut wajah Bara yang terlihat tidak baik-baik saja.


Tiba-tiba laki-laki tersebut kembali meraih pipi Embun, dia menatap gadis tersebut untuk beberapa waktu kemudian berkata.


"Seseorang akan menjemput kamu, pergilah dan tunggu aku menghubungi kamu"


Laki-laki tersebut mencoba meminta handphone Embun, gadis tersebut bergerak cepat menyadari permintaan Bara, mendekati laci dan mengambil handphonenya di sana kemudian memberikan nya pada Bara.


Laki-laki tersebut meletakkan nomornya di sana, menyambungkan panggilan sejenak kemudian mematikan nya.


Lanjut Bara lagi.


Embun terlihat bingung, dia ingin bertanya tapi tidak memiliki keberanian untuk mengungkap pertanyaan nya, dia khawatir jika hal buruk terjadi, apakah mungkin Ayla mengetahui hubungan mereka? padahal dia tidak pernah bicara dengan siapapun soal status mereka.


"Jangan khawatir soal apapun, ini hanya persoalan kecil, jaga mereka dengan baik dan pastikan kamu tidak melakukan hal-hal yang melelahkan saat jauh dari ku"


Bara berpesan dengan cepat, dia bergerak kearah kasur, meraih tas Embun kemudian bergerak mendekati gadis tersebut, di detik berikutnya Bara langsung menggenggam erat telapak tangan Embun Seolah-olah enggan membuang waktu dia membawa gadis tersebut menjauh.

__ADS_1


Laki-laki tersebut membawa Embun dengan cara sedikit tergesa seakan-akan dikejar oleh waktu, membawa Embun Bergerak menuju kearah belakang dimana rupanya di belakang Villa seorang laki-laki telah menunggu mereka dengan mobil Van nya.


Embun Seketika mengencangkan pegangan nya saat melihat sosok laki-laki yang menjemputnya, terlalu seram dengan tubuh dan wajah yang cukup menegangkan, dia khawatir dan takut.


"Semua baik-baik saja"


Ucap Bara kemudian.


"Dia akan menjaga mu selagi aku belum datang untuk menjemput"


Laki-laki tersebut bicara menyakinkan dirinya, membuat Embun sejenak mengendurkan pegangan nya.


Sang penjemput yang telah membuka pintu mobil sejak tadi, berdiri di ambang pintu menunggu Embun masuk kedalam sana, hingga akhirnya saat Bara membawa Embun untuk mendekat dia langsung menundukkan kepalanya.


"Naiklah"


Bara membiarkan Embun segera naik ke atas mobil, dimana dia terlihat cukup panik dan berusaha menetralisir perasaan nya.


Embun patuh, baik secara perlahan, membiarkan Bara meletakkan tas nya kemudian berpesan pada laki-laki yang akan membawanya.


Embun menatap Bara untuk beberapa waktu hingga pintu mobil tersebut ditutup dengan sempurna.

__ADS_1


Dan setelah mobil bergerak menjauh secara perlahan, bisa Bara dengar suara-suara ribut dari arah dalam sana, laki-laki tersebut langsung bergerak cepat, mencoba menenangkan dirinya dan menetralisir detak jantung nya yang tidak baik-baik saja.


__ADS_2