
Ciuman yang dipersembahkan Bara begitu lembut dan hati-hati, cukup berbeda dengan awal laki-laki tersebut pulang tadi, kali ini membuat Embun sedikit berdebar-debar, dia menggenggam erat lengan Bara.
gerakan lembut tersebut membawa Embun sejenak terbuai dalam mimpi indah nya, membiarkan Bara menyusuri seluruh bagian dalam dirinya dan menyesap nya beberapa kali hingga mengeluarkan suara disepanjang kamar mereka.
Terkadang saat Bara melepaskan penyatuan bibir mereka, dia berusaha mendapatkan nafas nya karena ciuman panjang yang dipersembahkan laki-laki tersebut untuk dirinya.
Entah berapa lama sentuhan manis tersebut dilakukan Bara, hingga pada akhirnya sentuhan tersebut berpindah ke bagian pori-pori leher halus dan lembut nya, laki-laki tersebut menenggelamkan dirinya pada leher jenjang milik Embun, membuat perempuan tersebut sejenak mengeluarkan suara halus nya dengan malu-malu saat satu gigitan manis terasa menarik kulit nya.
Seolah-olah laki-laki tersebut sengaja meninggalkan jejak warna disana, memberikan stempel terbaiknya dengan cara yang luar biasa
Belum lagi terkadang sentuhan demi sentuhan Bara membuat Embun beberapa kali mengencangkan pegangan karena rasa masih baru yang belum benar-benar dia pahami, dimana jemari-jemarinya laki-laki tersebut bermain terlalu indah menyusuri tiap lapisan kulit miliknya.
Sesungguhnya mereka hanya melakukan pemanasan beberapa kali, tapi laki-laki tersebut benar-benar belum meng'utuhkan diri nya secara sempurna, karena dokter terus mengingatkan, trimester pertama tidak boleh ada sesi percintaan di antara mereka.
__ADS_1
"Resiko besar akan terjadi, Embun mungkin akan mengalami kontraksi, karena ini kehamilan bukan biasa dan ada anak-anak yang harus di jaga, ingat mereka kembar Bara, bukan satu seperti kehamilan normal lainnya, meskipun hamil secara normal sekalipun, dokter tidak pernah mengizinkan pasangan melakukan penyatuan di trimester pertama untuk bayi kembar karena banyak sekali resiko keguguran yang akan terjadi nantinya"
Hal tersebut yang membuat Bara terus menahan keinginan nya.
Yah kembar, sejak awal Bara sengaja membuat kesepakatan untuk mendapatkan anak kembar di antara mereka, entah apa alasannya, laki-laki tersebut selalu berkata.
"Aku hanya menginginkan nya"
"Bara"
Embun bicara, menahan gerakan laki-laki tersebut yang terasa nyaris membunuh dirinya dalam pusara keindahan dunia.
Bara pada akhirnya melepaskan dirinya, menyadarkan diri kemudian menatap dalam wajah Embun untuk beberapa waktu.
__ADS_1
Bisa dia lihat rona wajah perempuan tersebut berubah memerah, Embun masih belum terbiasa pada ciuman atau gerakan Bara yang berusaha memangkas jarak di antara mereka.
"Ini masih belum waktunya, aku takut kita khilaf"
Embun berusaha mengingatkan, dia tahu laki-laki paling sulit menahan keinginan jika hasrat berat mereka semakin meningkat.
Laki-laki tersebut menyentuh lembut bibir Embun, menghapus bibir yang sedikit bengkak karena ulah nya, gerakan refleks tersebut membuat Embun sejenak memejamkan bola matanya.
"Trimester pertama begitu lama"
Laki-laki tersebut mengeluh tiba-tiba, membuat Embun membuka matanya, dia mengulum senyumannya untuk beberapa waktu.
Bara tidak melanjutkan kata-katanya, memilih menenggelamkan dirinya kedalam dada Embun, memejamkan bola matanya dan memilih melelapkan diri pada kenyamanan tersendiri yang belum pernah dia dapatkan sebelumnya selama hidupnya.
__ADS_1