Embun Untuk Bara

Embun Untuk Bara
Menentang nya terang-terangan


__ADS_3

"Kamu masih menyimpan kemarahan atas kematian ibu mu, Bara? setelah sekian tahun berlalu?"


Kakek tua Andaram bertanya sambil mengerutkan keningnya, menatap Bara sambil berusaha menahan kemarahannya.


Mereka diam untuk beberapa waktu, netra beradu antara satu dengan yang lainnya Seolah-olah kini larut pada pemikiran masing-masing.


Saat kakek tua Andaram bertanya begitu, Bara hanya mampu mendengus didalam hati nya, menatap jijik diam-diam wajah kakek nya, dia berusaha menahan gelombang amarah di dalam hatinya, tidak menampilkan sedikitpun emosi yang menggebu-gebu dari arah luar kekuatan nya.


Bara mempelajari tentang kakek nya bertahun-tahun, mengayun emosi agar selangkah lebih maju dalam mengendalikan jalan pemikiran laki-laki tua tersebut, dia terus mengimbangi langkah agar tidak tersesat dan berada di belakang kakek nya.


Tidak mudah, dia harus mengalami jatuh bangun dan hancur berkali-kali, menahan kepingan hati yang hancur seperti serpihan kaca dan mengabaikan dirinya sendiri agar tidak terjerumus pada kisah yang sama seperti ayah dan ibu nya.


"Apa aku terlihat menyimpan kemarahan? aku hanya bicara dan bertanya, kenapa kakek harus tersinggung atas apa yang aku ucapkan?"


Bara bertanya sembari dia menaikkan ujung bibirnya sembari bola matanya sejenak melirik kearah orang-orang kakek Andaram yang hilir mudik keluar masuk dalam seluruh ruangan.


"Aku merasa seolah-olah sedang dijadikan tersangka, apa aku mencuri sesuatu atau aku menyembunyikan harta berharga Andaram secara diam-diam? aku rasa Kakek paling tahu, aku ini bukan seorang pencuri ulung sejak dulu"

__ADS_1


Ucap nya lagi menyakinkan.


Kakek tua Andaram saat mendengar ucapan Bara hanya bisa menaikkan ujung bibirnya.


"Mari bicara pada poin nya, berhenti berpura-pura karena kakek pikir saat ini kamu sedang berusaha menyembunyikan sesuatu dari kakek"


Laki-laki tua itu kembali bicara, menatap tajam kearah Bara, tatapan nya jelas penuh intimidasi, bertanya dan terlihat curiga dengan keadaan.


Mendengar pertanyaan Kakek Andaram, Bara menggerutkan keningnya.


"Aku bahkan tidak paham dengan apa yang Kakek bicarakan"


"Aku menyembunyikan apa?"


Tanya Bara kemudian.


Mendengar pertanyaan Bara, seketika membuat laki-laki tersebut mengehela kasar nafasnya.

__ADS_1


"Jangan pernah membuat skandal ditengah keluarga, kakek paling benci pada skandal yang merugikan keluarga Andaram"


Laki-laki tua tersebut bicara, semakin memajukan langkahnya kearah Bara, kini mereka berdiri sejajar,saling menatap tajam antara satu dengan yang lainnya.


"Terlalu banyak desas-desus terdengar belakangan ini, membuat kakek cukup benci mendengar nya, dari skandal yang terdengar soal beberapa keluarga lainnya, hingga isu perselingkuhan yang entah sebenarnya siapa yang melakukan nya"


dan saya laki-laki tersebut berkata seperti itu baru sama sekali tidak bergetar atau takut mendengarnya.


"Tidak tahu siapa belakangan yang berselingkuh, tapi aku sedang berusaha memastikan itu bukan kamu atau Ayla, karena jika salah satu dari kalian melakukan nya, kau tahu apa yang bisa kakek lakukan berikutnya?"


Kakek tua Andaram kemudian memundurkan langkahnya.


"Mata tua ini tidak bisa dibohongi, jadi berhati-hatilah"


Lanjut laki-laki tua itu lagi kemudian.


"Bukankah kakek memiliki 1000 mata-mata? kakek bisa terus mengawasi ku dan memastikan sendiri apakah aku sedang berusaha membohongi atau menyembunyikan sesuatu dari kakek"

__ADS_1


Ucap Bara sembari memundurkan langkah kakinya, kalimat nya seperti sebuah tantangan terang-terangan.


__ADS_2