
Kediaman tersembunyi Bara dan Embun
Kamar utama Bara dan Embun.
Bara masih sibuk berkutat didepan laptop nya, bola matanya terus fokus pada pekerjaannya di mana padahal hari ini telah melewati waktu tengah malam, seharusnya dia telah terlelap didalam waktu istirahat nya tapi mengingat dia harus kembali ke perusahaan besok dan menyelesaikan seluruh pekerjaan yang tertunda selama keberangkatan ke bali membuat dia mau tidak mau menyelesaikan semua nya malam ini.
Sejenak bola mata nya menatap ke arah kasur mendominasi berwarna putih dimana Embun berbaring dan tidur, Bara menghentikan gerakan tangannya di bagian kursor laptop saat dia melihat Embun tampak gelisah di dalam tidurnya.
Bara langsung menghentikan semua pekerjaannya dengan cepat saat dia melihat jika embun tidak benar-benar dalam keadaan baik-baik saja, seketika raut wajah khawatir tampil di balik wajah tampan Bara, dia langsung berdiri dari posisi duduknya dan bergerak dengan sedikit tergesa-gesa menuju ke arah Embun.
"Hei...hei..."
bisa dilihat embun sepertinya meninggal di mana gerakan tangan dan juga raut wajah embun yang terlihat seperti orang panik, keringat dingin mengucur deras dari balik wajah cantik Embun.
Bara perlahan menyentuh wajah Embun dan memanggilnya, menepuk-nepuknya dengan gerakan yang begitu lembut, mencoba untuk menyadarkan Embun dari keadaannya. Hingga pada akhirnya gadis tersebut terbangun dalam kondisi terkejut sembari mencoba menarik kasar dan panjang nafas nya.
__ADS_1
"Hahhhhh hah...."
Dan Embun berusaha untuk menyadarkan dirinya sendiri, dia terpaku juga mematung untuk beberapa waktu hingga akhirnya secara perlahan gadis tersebut menatap satu aja tidak asing yang menetap dalam bola matanya saat ini.
"Mimpi buruk?"
Bara bertanya hangat, masih membiarkan telapak tangannya menyentuh lembut wajah Embun, laki-laki itu bertanya dan membiarkan netra mereka bertemu.
Embun terlihat diam untuk beberapa waktu seolah-olah dia mencoba untuk benar-benar menarik kesadaran dirinya saat ini hingga pada akhirnya secara perlahan gadis tersebut mengganggukan kepalanya.
bara bertanya sembari mengelus lembut pipi kiri Embun, lagi-lagi tersebut membenahi posisinya berbaring miring ke arah kirinya di mana dia membiarkan embun masuk ke dalam pelukannya dan berbaring ke sisi kanannya dan mereka saling menatap antara satu dengan yang lain nya.
"aku khawatir soal ayah"
gadis tersebut membuka suaranya secara perlahan, mimpi buruknya malam ini seolah-olah ayahnya diseret oleh beberapa orang, bahkan di dalam mimpinya salah satu orang yang melakukan hal tersebut adalah kakek tua Andaram, bayangkan bagaimana perasaan gadis tersebut ketika dia mengalami mimpi seperti itu.
__ADS_1
"di dalam mimpi beberapa orang mencoba menyeret ayah, dan aku melihat kakek Andaram di sana mencoba untuk...."
Dan Embun tidak berani melanjutkan kata-katanya, bola mata gadis tersebut terlihat langsung berkaca-kaca, seolah-olah ada satu ketakutan yang menghantam dirinya, apalagi sepertinya dia tahu diri dengan keadaan nya saat ini, hubungannya dan Bara menjadi begitu salah, dia dan laki-laki itu yang seharusnya mengikat perjanjian karena anak di dalam rahimnya, nyatanya laki-laki itu tidak mau melepaskannya dan kini membelenggu dirinya, dan yang lebih aneh lagi bara seolah-olah siap melepaskan Ayla dan tidak bersedia untuk melepaskan dirinya.
Embun pikir hubungan mereka jelas memiliki risiko yang besar, karena dia hanya orang miskin yang tidak memiliki apa-apa, pada akhirnya dia tahu hubungan mereka akan ditentang habis-habisan, bisa jadi satu hari ketika kakek tua Andaram mengetahui hubungan mereka, dia mungkin akan menerima risiko besar bersama ayahnya karena berani-beraninya dia memiliki skandal bersama Bara dan saat ini sedikit banyak dia telah bergantung kepada Bara dan dia juga tanpa saja mulai mencintai laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
"jangan terlalu memikirkan soal itu, mimpi hanyalah mimpi dan tidak akan jadi kenyataan, tidurlah kembali dan mari lupakan semuanya hmmm,aku akan minta Martin untuk memindahkan ayah yang jauh lebih baik dan sulit dijangkau oleh siapapun termasuk keluarga Andaram"
Bara bicara sembari menyentuh poni Embun, dia menenangkan gadis dihadapannya dengan cara Begitu lembut dan hangat, seolah-olah tahu ibu hamil tidak seharusnya memiliki tekanan berat didalam hati nya.
"Kita bisa mengunjungi ayah setelah pekerja ku beres, itu bisa mengurangi rasa rindu kamu juga, sudah cukup lama tidak bertemu ayah bukan?"
Tanya Bara lagi sambil mencoba membuat rencana kunjungan kedepannya.
mendengar apa yang diucapkan oleh laki-laki tersebut seketika membuat Embun cukup terkejut berikutnya dia mengembangkan senyuman nya, tipis tidak banyak tapi Bara bisa melihat raut rona bahagia yang tampil di balik wajah gadis tersebut.
__ADS_1
Dan didetik berikut nya tiba-tiba saja laki-laki tersebut memajukan wajahnya, membiarkan bibir nya menyentuh lembut bibir Embun untuk beberapa waktu, membuat gadis tersebut sedikit terkejut dan memejamkan bola matanya secara refleks, Embun agak menegang sembari dia menggenggam perlahan tubuh Bara yang menenggelamkan dirinya dalam dekapan dan juga ciuman Bara.