
Setelah memastikan mendapatkan lampu hijau dari Embun, seketika membuat Bara terlihat berpikir untuk beberapa waktu.
Laki-laki tersebut pada akhirnya berkata.
"Aku akan berusaha pelan-pelan" Ucap Bara pelan.
Dia ingat ini masih di trimester ke dua, sebenarnya cukup takut juga untuk melakukan nya tapi dia hanya laki-laki biasa, dia tidak bisa menahan nya, dan Bara sejak hari itu sudah bersumpah didalam hati nya untuk tidak akan menyentuh Ayla lagi meskipun dia mati sekalipun.
Dia benar-benar telah bersumpah didalam hati nya, menunggu Embun dalam batas kesabarannya.
Hingga pada akhirnya secara perlahan laki-laki tersebut memajukan wajahnya, dia menatap Embun yang terlihat cukup gugup dengan keadaan. Bara dengan gerakan lembut mulai menyatukan bibir mereka Secara perlahan. Memberikan ciuman manis pada Embun dengan gerakan yang sangat hati-hati dan tidak terburu-buru.
Demi apapun Embun terlihat gugup, dia memejamkan bola mata yang untuk beberapa waktu saat Bara mulai menyatukan bibir mereka secara perlahan.
Laki-laki tersebut dari mode ciuman lembut perlahan menyesap bibir nya dalam waktu lama,suara sesapan seketika memecah keheningan. Embun yang tidak dalam kondisi benar-benar berbaring kini telah berpindah posisi menjadi berbaring, bisa dirasakan tangan kiri Bara mulai bergerak nakal kemana-mana.
Embun terlalu awam, sama sekali tidak tahu soal hal semacam itu, ini untuk pertama kali nya, dia jelas masih terasa malu-malu dan juga gelisah, tapi Bara sungguh terlatih, sangat handal membawa diri nya hanyut dalam suasana aneh yang tidak dia pahami.
Ciuman di bibir berubah menjadi di leher bahkan bergerak ke berbagai macam penjuru arah, pada akhirnya tanpa Embun sadari dia benar-benar terbawa suasana, sesekali terdengar suara manja mendayu halus dari bibir nya dan percayalah semakin Bara lincah bergerak menggoda nya kepala Embun seketika menjadi pening dan berdenyut-denyut, belum lagi sensasi aneh terus menggeliat di hati dan tubuhnya, apalagi saat tangan Bara yang entah sejak kapan membuka seluruh penutup pakaian nya, dan laki-laki tersebut tidak lupa berlaku hati-hati pada perut nya.
Yah Bara sangat hati-hati pada perut Embun, dan percayalah ini sungguh terkutuk dan aneh, bagi Bara ini untuk pertama kali nya dia benar-benar berhasrat dengan perempuan hamil, meskipun perut Embun besar, dia malah merasa baru kali ini dia benar-benar merasa ingin melakukan interaksi terdalam hingga akhirnya dengan seorang perempuan hamil.
Bahkan aroma Embun yang sejak awal menjadi candu nya, membuat Bara semakin bersemangat untuk memiliki embun secara utuh.
Dan mereka berdua saling berperang pada kegiatan yang memabukkan, dimana Bara terlalu lincah memberikan kenikmatan untuk Embun, bahkan saat laki-laki tersebut menurunkan jemari-jemari nya ke bawah sana, seketika Embun merasa jutaan kupu-kupu terasa menghiasi dirinya,isi perut nya terasa di gelitik dan entah kenapa sesuatu terasa akan tumpah tanpa bisa dia hindari.
"Bara...aku pikir aku..." Embun gelagapan, dia pikir dia ingin pergi ke toilet saat ini juga.
"Bukan masalah, tumpahkan di tangan ku hmmm" Bisik Bara.
Gadis tersebut jelas malu, tapi dia tidak bisa menahan nya, gerakan jemari Bata terasa aneh dibawah sana, tidak benar-benar tenggelam kedalam nya tapi mampu membuat Embun tidak bisa bernafas dengan baik, hingga pada akhirnya tanpa dia duga sesuatu tumpah begitu saja.
Bara tersenyum kecil kemudian berbisik
"Aku akan bersiap" bisik nya dengan nada lembut di balik telinga Embun m
__ADS_1
gadis itu menatap dalam bola mata Bara diiringi rasa lega saat sesuatu yang mengganjal telah tumpah.
"mungkin ini akan sedikit menyakitkan, maafkan aku" bisiknya lagi.
Kemudian Bara kembali melakukan aksinya, kali ini dia bergerak masuk ke dalam ceruk leher Embun,. menjelajahi wilayah tersebut sembari tangannya secara perlahan mensejajarkan dibawah sana, dimana laki-laki tersebut telah siap untuk membawa Embun menuju ke dunia baru yang belum pernah di jelajahi gadis tersebut mereka sebelumnya.
Begitu Bara bergerak dibawah sana, seketika terdengar pekikan dibalik telinga nya, Embun mundur dengan refleks, saat dia merasa sesuatu yang menyakitkan mencoba memaksa masuk di bawah sana, Bara menatap dalam bola mata Embun.
"Ini... sakit"
Gadis tersebut bicara, mencoba menetralisir perasaan nya, rasa nyeri terasa dibawah sana, dia pikir apakah ini dinamakan malam pertama?!.
Ini menyesakkan dan mengerikan.
Bara terlihat menyentuh lembut wajah Embun.
"Mau berhenti?" Tanya nya pelan.
Embun terlihat berpikir untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya gadis tersebut menggelengkan kepalanya secara perlahan.
"bisakah lebih hati-hati? ini cukup menyakitkan" Dia Bicara pelan, menatap dalam bola mata laki-laki yang ada di atas tubuh nya tersebut.
Bara terlihat diam untuk beberapa waktu, kemudian secara perlahan dia menggenggam lembut tangan Embun sambil berbisik
"Aku akan mencoba untuk lebih hati-hati"
Sebenarnya dia tidak yakin, cukup takut untuk melakukannya saat dia melihat bola mata Embun terlihat berkaca-kaca.
Embun mencoba menarik nafas nya dalam-dalam, Seketika Bara kembali menyatukan bibir mereka, laki-laki tersebut mencoba kembali untuk memberikan rasa nikmat untuk mengalihkan ketakutan nya dan secara berlahan kembali dibawah sana Bara bergerak, membuat dirinya terpekik nyaring ketika sesuatu yang menyakitkan benar-benar memaksa masuk di bawah sana. Sejenak tangannya menarik kencang Sprai kasur disana kemudian memeluk Bara dengan erat, dia menggigit pelan bahu Laki-laki di atas nya tersebut tanpa aba-aba Karena rasa perih mendominasi.
Demi apapun itu sangat sakit sekali, dia menumpahkan air matanya tanpa bisa dia kendalikan, dan dia merasa tubuhnya seolah-olah terbelah dua.
"Sakit?". Bara menghentikan gerakan nya, menatap serba salah ke arah Embun.
Dia tahu dia berhasil membuat Embun sempurna menjadi seorang perempuan, melirik sejenak kebawah, mendapati secercah warna merah yang mengenai bagian paha embun, dia menghapus nya, menyakinkan diri telah mendapatkan Embun untuk pertama kali nya,tapi nyata nya meski pun dia bahagia menjadi orang pertama, tapi bisa dia lihat Embun terlihat kesakitan. tidak dia pedulikan rasa sakit atas gigitan Embun pada bahunya tadi.
__ADS_1
"Hmmm". Embun hanya ber hmmm ria, dia Meraih leher Bara dan memeluknya erat.
"Bergerak lah pelan-pelan, ini benar-benar tidak nyaman" Ucap Embun sambil menarik pelan nafasnya, dia memejamkan bola matanya sejenak.
Penuh, sesak dan entah apalagi sulit dia jabarkan dengan kata-kata.
Bara pada akhirnya berusaha untuk bergerak sangat pelan, dia menahan semua hasratnya, tahu jika Embun baru mengalami nya dan perempuan tersebut jelas belum terbiasa, efek kehamilan juga pasti berpengaruh, dia juga tidak berani terlalu bebas bergerak Karena tidak mau baby mereka terluka.
Laki-laki tersebut perlahan bergerak, mencoba untuk menciptakan kenyamanan untuk embun, percayalah awalnya memang terasa begitu tidak nyaman dan juga sakit Kemudian lama-kelamaan berubah menjadi sensasi aneh yang membuat Embun terbang melayang ke awan-awan.
nyata nya Bara terus mengayuh dirinya secara lembut, laki-laki tersebut memimpin dengan begitu lembut dan sabar, sesekali laki-laki itu mencium lembut pipi dan keningnya,laki-laki itu bahkan terus menautkan bibir mereka beberapa kali dan membuat Embun kehilangan kendali atas tubuhnya, kadang beberapa waktu bertanya apakah masih sakit atau tidak, terkadang Bara memberikan sensasi aneh yang cukup membuat dia nyaman dengan keadaan hingga akhirnya entah berapa lama waktu berlalu, laki-laki itu begitu pandai membuat dirinya m layang-layang ke udara, bahkan sesekali membuat dirinya terpekik atau bahkan mengeluarkan suara asing yang cukup memalukan.
Hingga akhirnya dia merasa sesuatu seperti nya akan tumpah.
"Ingin tumpah?" Bara bertanya dengan begitu lembut.
Embun mengangguk kan kepalanya.
"Lakukan lah, setelah itu aku menyusul"
Saat Bara berkata begitu, dia sama sekali tidak paham maksud nya, hanya patuh menumpahkan apa yang ingin dia tumpah kan untuk beberapa waktu, seketika dia merasa menegang sebab seolah-olah ada beban yang terlepas dibawah sana, saat dia mendapat kan pelepasan nya, bisa dia rasakan satu semburan kencang menghantam ke bagian paling dalam miliknya seolah-olah sampai pada dinding rahim nya.
Embun baru sadar Bara menumpahkan milik nya kedalam sana.
Dan didetik berikut laki-laki tersebut secara perlahan melepaskan penyatuan mereka, laki-laki tersebut terlihat membersihkan milik mereka secara bergantian, kemudian Bara menutupi tubuh Embun dengan selimut mendominasi berwarna putih namun dia masih sempat melihat bercak merah mengenai bagian sprai kasur.
Embun seketika merasa malu, dia memejamkan bola matanya sambil menggigit bibir bawahnya, merasa aneh saat sudah melakukan nya dengan Bara, tidak menyesal sama sekali tapi rasa malu menghatam dirinya, wajahnya terasa memerah.
"I love you, terimakasih"
Dan bayangkan saat dia memejamkan bola matanya, tiba-tiba suara Bara terdengar memenuhi gendang telinga nya, membuat Embun refleks membuka bola matanya karena terkejut.
Belum lepas rasa terkejut nya, laki-laki tersebut tiba-tiba menyambar bibirnya, memberikan ciuman selamat malam sambil melebarkan senyuman nya, kemudian laki-laki tersebut membaringkan tubuhnya tepat disamping Embun, melingkarkan tangannya di perut buncitnya.
Dia bilang apa?!.
__ADS_1
Embun seketika tercekat, dia pikir jantung nya seperti nya tidak baik-baik saja.