
Masih di kediaman kakek tua Andaram
Lewat tengah malam.
"Katakan"
Ucap kakek tua Andaram lagi kemudian, laki-laki tua itu menelisik wajah Tommy dengan tatapan yang begitu tajam.
Tidak.
Tommy tidak bisa memberitahukan untuk siapa dia bekerja, ada banyak sekali resiko yang terjadi jika dia membuka mulut nya saat ini, tatapan kakek tua Andaram sangat mengerikan, bahkan map yang di pegang kakek tua Andaram jauh lebih membuat nya takut.
Dia mencoba menebak apa yang ada di sana, berpikir apakah itu sesuatu yang bisa menekan nya atas dasar nyata atau hanya sekedar gertakan dari kakek tua Andaram saja.
"Aku tidak paham apa yang tuan katakan, aku tidak bekerja untuk siapapun"
Dia masih bersih keras tidak ingin mengatakan soal kenyataan dia bekerja untuk siapa, masih terus mempertahankan alibinya dan juga pendiriannya. laki-laki itu punya alasanku tidak memberitahukan kepada kakek tua Andaram soal siapa yang ada dibelakang nya atau yang memerintah kan nya.
__ADS_1
Jika dia buka mulut itu artinya bukan hanya kehidupan nya yang menjadi taruhan nya tapi ada kehidupan orang lain yang akan menjadi taruhan nya kedepan nya nanti.
"Ini hanya kesalahpahaman saja tuan"
Lanjut laki-laki tersebut lagi, dia masih menahan rasa sakit atas hantaman yang diberikan kepada nya tadi, bibir nya terasa tidak baik-baik saja dan tubuh nya terasa remuk redam.
Melihat Tommy tidak mau mengatakan siapa orang yang ada dibelakang nya, kakek tua Andaram seketika langsung mendengus dan berkata.
"Kau cukup keras kepala juga rupa nya"
"Aku akan memberikan kamu satu kesempatan lagi Tommy, mengaku atau kamu akan berakhir malam ini juga"
Suara kakek tua Andaram terdengar ditekan, dia menekan tiap Kalimat nya sembari tatapan tajam nya tidak beralih pada laki-laki tersebut, percayalah hal tersebut membuat Tommy seketika menelan saliva nya.
"Aku benar-benar tidak mengerti apa yang tuan katakan, ini seperti sebuah fitnah, seseorang pasti sedang berusaha untuk menjatuhkan....."
Plakkkkkkk.
__ADS_1
Seketika sebuah hantaman keras mengenai wajah nya, map yang ada di tangan kakek tua Andaram tersebut langsung menghantam wajah nya, membuat Tommy seketika tersentak, dia memejamkan bola mata nya secara refleks, dan percaya lah dia meringis sakit atas apa yang dia rasakan setelah nya.
"Buka dan lihat, aku telah menghapus semua keringanan dan membuang kesempatan yang aku berikan pada mu"
laki-laki tua tersebut berkata pada Tommy kemudian dia mengundurkan tubuh nya, membiarkan Tommy melihat apa yang ada di dalam map tesebut.
Tommy seketika membuka bola mata nya, dia menatap map yang menghempas nya tadi yang kini terjatuh ke arah lantai.
Percayalah jangan ditanya bagaimana perasaan Tommy saat ini, dia menatap kakek tua Andaram untuk beberapa waktu kemudian menatap map yang ada di atas lantai, secara perlahan laki-laki tersebut mencoba untuk meraih map yang ada di lantai tersebut dengan tangan yang sedikit bergetar.
Bola mata Tommy menatap map yang kini berpindah ke tangan nya dengan perasaan bergetar, dia pikir apa sebenarnya yang ada di dalam map tesebut.
Dia membuka map tesebut secara perlahan kemudian mencoba menatap isi map di tangan nya tersebut. dan percayalah saat dia melihat isi map tersebut seketika Tommy langsung membulatkan bola matanya karena terkejut.
No.
Batin nya dengan tubuh bergetar.
__ADS_1