Embun Untuk Bara

Embun Untuk Bara
Dalam rencana lainnya


__ADS_3

Rumah sakit xxxxxxx


Bali.


Embun terlihat khawatir, menggenggam erat telapak tangan nya untuk beberapa waktu, dia menatap bangunan rumah sakit yang ada dihadapan nya dengan perasaan kacau balau.


Bara menggenggam erat telapak tangan nya, menunggu seseorang yang bergerak dari arah pintu rahasia, menyambut Bara dan Embun sambil menundukkan kepala mereka.


seorang gadis yang usianya lebih muda dari Bara bicara, dia menerobos bergerak mendekati Bara, menampilkan ekspresi wajah begitu serius dan berkata.


"Kakek akan datang dalam beberapa menit, ayla ada di ruang pemeriksaan sejak tadi, bergerak lah cepat sebelum kakek datang"


Gadis muda berpakaian dokter tersebut bicara cepat menatap Bara untuk beberapa waktu kemudian dia melirik kearah Embun Sembari mengembang kan senyuman nya. Dia seolah-olah memikirkan sesuatu, menelisik Embun dari ujung kepala hingga ke ujung kaki nya.

__ADS_1


Pantas saja.


Gadis tersebut bergumam didalam hati, tidak melanjutkan kata-katanya. memilih memberikan tubuhnya secara perlahan kemudian membawa langkah barang dan embun menuju pada satu pintu penghubung yang Embun tidak tahu ke arah mana gadis itu akan membawa mereka.


ketimbang mempertanyakan hal yang dianggap tidak penting dan sia-sia, gadis tersebut memilih untuk diam dan tidak banyak bicara sama sekali, membiarkan sosok gadis berpakaian serba putih berjas dokter tersebut membawa dirinya dan barang menuju ke arah satu tempat yang membuat dia terus mengurutkan keningnya.


begitu masuk ke dalam pintu penghubung mereka bergerak menuju ke arah depan kemudian melesat menuju ke arah pintu elevator dan masuk ke dalam sana. lantas elevator membawa mereka untuk naik menuju ke lantai atas dan setelah itu begitu tiba pada lantai yang diinginkan mereka keluar secara perlahan dari sana.


"lewat sini"


itu adalah sebuah ruangan yang isinya hanya sebuah kasur mendominasi berwarna putih, di mana pada akhirnya setelah mereka tiba pada ruangan tersebut gadis yang kini berdiri di hadapan mereka meminta Embun untuk berbaring di dalam kasur itu.


"Ayla ada di ruangan sebelah, kami akan men'setting semuanya seolah-olah lagi diperiksa adalah Ayla nyatanya yang diperiksa adalah Embun"

__ADS_1


gadis tersebut bicara menyebut nama Embun dengan mantap dan juga Ayla, seolah-olah dia telah mengenal Ayla dengan baik dan juga telah tahu siapa Embun dengan baik pula.


mendengar ucapan gadis tersebut Bara terlihat mengganggukan kepalanya, dia kemudian berkata.


"bergeraklah dengan hati-hati dan tenang, jaga Embun dengan baik karena kamu tahu bagaimana caraku bertindak jika sesuatu yang buruk terjadi padanya"


Bara bicara dengan cepat seolah-olah dia mengingatkan gadis yang ada di hadapannya tersebut.


"aku akan berada di samping Ayla, pastikan tidak ada hal yang buruk terjadi pada Embun ketika aku tidak berada di ruangan yang sama dengan dirinya"


lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian, lantas dia melirik ke arah embun kemudian menatap gadis tersebut dengan lekat. Embun terlihat telah berbaring di atas kasur mendominasi berwarna putih tersebut, duduk tepat di samping Bara, bola mata embun terlihat meneliti sosok Bara yang menatapnya dengan penuh kekhawatiran.


"aku akan pergi ke ruangan sebelah, jangan khawatir soal apapun karena selain ada yang menjagamu di dalam sini, Martin juga ada di ujung sana yang akan terus mengawasi pintu.

__ADS_1


ucap laki-laki tersebut kemudian sembari telapak tangan nya mengelus lembut wajah gadis yang ada dihadapan nya itu.


__ADS_2