
Kembali ke beberapa waktu sebelumnya.
Ketika Embun mulai menegang saat laki-laki didepan mobil berpindah dan memaksa untuk membuka pintu mobil dimana dia berada, gadis tersebut seketika menyentuh perutnya sambil berusaha menahan handel pintu mobil.
Ditengah rasa panik yang menerjang satu hal lain mengejutkan dirinya saat dia melihat Bara tiba-tiba datang tepat di sisi kanan nya, laki-laki tersebut menghantam laki-laki yang memaksa diri untuk membuka pintu.
Satu kelegaan menyeruak kedalam diri Embun,namun tetap saja dia menjadi begitu khawatir saat melihat barang bertindak melampaui batasannya di mana laki-laki tersebut terlihat sangat marah dan mencoba untuk mencengkeram serta mencekik lawannya.
__ADS_1
kecemasan jelas terlihat dari balik wajah Embun, ingin sekali dia rasanya untuk mengingatkan barang jika apa yang dilakukannya itu bukan hal yang baik dan itu akan beresiko besar jika Bara melakukan hal di luar batas pemikiran, jika Bara terus mencekik laki-laki yang ada di hadapanmu dia takut saat laki-laki itu khilaf dia akan membunuh lawannya tanpa ampun dan itu jelas bukan hal yang baik.
di tengah kecemasan yang menghantam dirinya tiba-tiba saja Embun terkejut karena seseorang kembali datang menyuruh luar di antara Bara dan laki-laki yang dicengkram dan sakitnya hal tersebut sontak membuat Embun membulatkan bola matanya dan dikala dia terlihat terkejut dan bingung tiba-tiba saja dari arah belakangnya seseorang membuka pintu kap mobil tersebut hingga membuat Embun langsung terkejut dan menoleh ke arah belakang dan nyaris terpekik.
jika sosok yang ada di belakangnya tidak meletakkan jemarinya pada bibirnya jelas saja Embun pasti akan terpeking karena terkejut ditambah lagi sosok itu adalah seorang gadis hingga pada akhirnya membuat Embun langsung menetralisir keterkejutannya.
"aku bukan orang yang jahat, kami bagian daripada Bara keadaan tidak baik-baik saja"
__ADS_1
"Laki-laki tersebut pasti akan terus bersikep keras minta untuk dibukakan pintu mobil ini, satu-satunya cara untuk menghindari kericuhan bergeraklah ke arah mobil belakang, jika kamu mempercayaiku kamu bisa bergerak sekarang tapi jika kamu meragukan siapa diriku dan takut aku bukan orang yang baik atau bagian daripada barang kamu boleh tetap bertahan di mobil ini"
Gadis tersebut bicara dengan cepat sembari menantap dalam wajah Embun, dia sama sekali tidak memaksa membiarkan embun untuk memilih sendiri keputusannya.
Mendengar ucapan gadis yang ada di hadapannya jelas saja membuat Embun seketika terdiam dan meragu dia pikir dia tidak bisa sembarang mempercayai seseorang karena mereka telah berkata tidak ada banyak orang yang dapat dipercaya di antara mereka dan dia tidak boleh untuk bergerak tanpa izin dari Bara.
Di dalam keraguan ya gadis tersebut mencoba untuk melirik ke arah dan juga laki-laki yang ada di luar mobil itu untuk beberapa waktu, bisa dilihat perdebatan seni yang terjadi di antara semua orang saat ini dan dia bisa memastikan saat ini salah satu laki-laki di depan itu memaksa untuk membuka pintu mobil di mana dia berada saat ini.
__ADS_1
Demi apapun hal tersebut jelas membuat Embun bingung harus melakukan apa, tapi melihat situasi yang tidak baik-baik saja dan cukup mencekam membuat dia harus melakukan dan mendapatkan keputusan yang paling cepat dan tepat.
hingga pada akhirnya dia menatap gadis yang ada di hadapannya untuk beberapa waktu lantas secara perlahan dia mengangguk kan kepalanya tanpa banyak Bicara.