Embun Untuk Bara

Embun Untuk Bara
Sama-sama gelisah


__ADS_3

Kata-kata Embun membuat Bara menjadi tidak baik-baik saja, dia ingin sekali menjawab apa yang di ucapkan oleh Embun, tapi Bara memilih diam dan tidak mengeluarkan apa yang ingin disampaikan nya.


Ada banyak alasan yang membuat dia tidak mengeluarkan kata-kata yang ingin dikeluarkan oleh dirinya, ini bukan waktu yang tepat menurut dirinya.


karena keadaan memang tidak memungkinkan untuk yang menjanjikan apapun atau membicarakan apapun soal mereka saat ini.


dia memiliki rencana seperti yang telah disusun bersama Martin, menunggu kelahiran bayi dari Embun dan menunggu Kakek tua Andaram memindahkan semua hak Andaram untuk dirinya.


Bertahun-tahun menunggu bukan waktu sebentar, dia menahan seluruh kemarahan di dalam dirinya, menahan kemarahan atas kematian ayah nya dan menahan kematian atas Ibu nya, menutup mata dan telinga atas banyak ancaman di sisi kiri dan kanan nya.


Dia menunggu waktu menjadi pewaris Andaram berikut nya dengan begitu tenang dan sabar.


Membuat kesepakatan bersama Ayla, menutup mata dan telinga soal skandal yang dilakukan istrinya dan ayah angkatnya, juga menutup mata soal banyak skandal lain yang saling hantam antara satu dengan yang lain nya.


Bara memilih diam, masih membiarkan tangan nya bergerak meraih kaki Embun agar naik ke pahanya.


Embun Mencoba untuk kembali menurunkan kakinya namun Bara menahan nya dan memaksa untuk memijat kaki Embun namun tidak dalam gerakan kasar memaksa.

__ADS_1


"Kita akan pergi ke dokter untuk memeriksa keadaan kamu dibalik punggung Ayla, keluarga Andaram ingin memastikan kehamilan Ayla, setelah itu kita akan kembali ke Jakarta"


Pada akhirnya Bara bicara dengan cepat, mengalihkan pembicaraan mereka dan mengabaikan ucapan Embun, dia memijat kaki Embun secara perlahan, membiarkan dirinya tidak melanjutkan kata-katanya.


Hal tersebut seketika membuat Embun menggigit bibir bawahnya, sesuai apa yang di pikirkan nya kebaikan Bara hanya untuk anak yang ada di perut nya, dia yang berlebihan menanggapi perlakuan hangat dan manis Bara, dia terlalu naif dan bodoh berpikir perhatian tersebut tertuju pada nya.


Embun menyentuh lembut perut nya, entah kenapa kegelisahan menghantam dirinya.


Berapa bulan?!.


Ayla.


Nama itu nyaris dia lupakan di antara dirinya dan Bara, dia lupa dia hanya gadis yang memiliki rahim bayaran, demi ayah nya dia melakukan semuanya, dan berikut nya dia melakukan demi uang untuk dijadikan modal kehidupan dan masa depan nya.


Perjanjian yang dia buat dengan Bara?!.


Dia khawatir laki-laki tersebut membohongi dirinya.

__ADS_1


Embun menghela pelan nafasnya, menatap sosok Bara yang memilih diam membisu secara tiba-tiba.


Mobil bergerak menuju ke arah depan secara perlahan, dimana Indra terus bergerak membawa mereka entah kemana, dia pikir mungkin setelah ini kehidupan nya tidak baik-baik saja, dia bisa saja kehilangan anak-anak nya, masa depan nya dan..... Embun menyentuh lembut dada nya.


Mungkin dia akan kehilangan hati nya juga.


Dia memilih menyandarkan tubuhnya di kursi mobil tersebut, menajamkan bola mata nya untuk beberapa waktu, tanpa sadar dia tertidur, melepaskan rasa yang tiba-tiba sakit di hati nya.


Bara terlihat menghentikan gerakan tangannya, menatap kearah Embun yang tidak bergerak sejak tadi, menyakinkan diri jika ibu dari anak nya tersebut tengah terlelap dalam tidur nya.


"Embun"


Dia menyentuh lembut wajah Embun, memastikan gadis tersebut benar-benar terlelap dari tidurnya.


Bara mengelus lembut wajah cantik tersebut kemudian dia bergumam pelan.


"Tunggu lah sebentar lagi, aku mohon, sebentar lagi"

__ADS_1


__ADS_2