Embun Untuk Bara

Embun Untuk Bara
Dalam rasa seorang ibu


__ADS_3

Di ruang berbeda


sisi samping ruang Ayla


Ruang khusus Embun.


Embun terlihat diam saat seseorang menyentuh lembut perut nya, menampilkan satu layar monitor disisi kirinya, mereka tidak boleh bicara karena sejak awal memang dikatakan kakek tua Andaram ada di ruangan sebelah, hanya ingin melihat bayi yang dikandung oleh Embun yang terhubung ke Ayla.


Bola mata Embun terlihat berkaca-kaca, dia menatap bayi tersebut dengan perasaan yang sulit di jelaskan. meskipun tidak paham prosedur nya, dia tidak berani banyak berkata-kata, dia tahu di layar tersebut ada bayi nya yang bergerak dan mengeluarkan detak jantung yang hanya dia mampu mendengar nya.


Bayangkan bagaimana terharunya embun saat dia melihat hal tersebut, tidak tahu kenapa tiba-tiba dia merasa begitu sedih, bola matanya terlihat terus berkaca-kaca, jutaan pemikiran menghantam dirinya.


tiba-tiba saja dia menginginkan anak-anak tersebut, tiba-tiba saja dia tidak membutuhkan apapun saat ini, dan tiba-tiba saja juga dia tidak ingin imbalan yang dijanjikan oleh Bara, tahu-tahu dia merasa begitu gelisah dan dia pikir ini sangat tidak baik-baik saja.

__ADS_1


samar-samar di ruangan sebelah bisa dia dengar percakapan di antara suara laki-laki dan perempuan, bisa embun teman suara laki-laki tersebut sepertinya cukup tua, suaranya terdengar begitu datar dan cukup dingin persis seperti Bara, suara perempuannya jelas adalah suara Ayla, meskipun mereka benar-benar tidak sering bertemu tapi embun tahu jika itu adalah seorang Ayla.


terjadi percakapan di samping sana soal bayi yang ada di kandungannya, bicara soal keadaan kandungan yang baik-baik saja dan hal-hal layaknya orang normal lainnya, cukup lama obrolan itu terjadi hingga pada akhirnya satu hal cukup tidak disangka di mana suara laki-laki tua yang dia dengar tersebut berubah.


laki-laki itu melesatkan tanda tanya atas kehamilan yang dirasakan oleh Ayla, pertanyaan umum yang diberikan oleh seseorang terhadap ibu bayi kebanyakan nya.


dan itu jika ditanyakan kepada Embun kenapa dirinya tidak hamil seperti perempuan pada umumnya dan tidak terlihat mengalami gejala kehamilan seperti yang dialami oleh kebanyakan ibu hamil, Embun jelas akan dijawabnya dengan lancar.


Istilah couvade syndrome ini rupanya diperuntukkan bagi seorang pria yang mengalami kehamilan simpatik, atau biasa juga disebut ngidam pada ayah. Tak hanya ibu hamil, pria diketahui bisa juga mengalami berbagai gejala yang dirasakan ibu sejak trimester pertama hingga ketiga.


jawaban itu akan menjadi jawaban yang sangat sederhana untuk diberikan kepada suara sama laki-laki tua yang mempertanyakan hal tersebut. namun nyatanya Ayla jelas tidak bisa menjelaskan nya, mungkin perempuan itu tidak tahu sama sekali jika Bara yang mengalami hal tersebut.


dan meskipun dia tidak menjawab barang yang mengalami hal tersebut Ayla bahkan mungkin bisa berkata, di trisemester kedua seorang ibu hamil terkadang tidak lagi merasakan gejala hamil pada trimester pertama.

__ADS_1


dan bisa dia rasakan ada sedikit ketegangan yang terjadi di ruangan sebelah.


"kakek....aku"


dan bisa dia dengar juga suara Ayla yang bergetar mencoba menjawab suara laki-laki tua yang ternyata mendapatkan julukan kakek tersebut.


Embun pikir itu pasti kakek tua Andaram yang diceritakan oleh Bara kepada dirinya.


"apa kau sedang membohongiku soal kehamilanmu, Ayla?"


dan lagi bisa dia dengar suara laki-laki tersebut bertanya dengan nada yang sangat tidak bersahabat.


dan seketika Embun juga dokter yang ada di hadapannya saling menoleh antara satu dengan yang lain nya, ketegangan seketika terjadi di antara mereka.

__ADS_1


__ADS_2