Embun Untuk Bara

Embun Untuk Bara
Selesaikan dan pulang ke rumah


__ADS_3

Bara bergerak cepat mendekati Martin begitu mereka tiba di satu tempat yang tidak Embun pahami, gadis tersebut masih berada didalam mobil nya, menatap dari dalam mobil bagaimana ekspresi Bara yang tengah berbicara dengan Martin saat ini.


Dia khawatir karena berbagai macam keadaan, tidak tahu jika kesepakatan pernikahan yang dia terima dengan Bara membawa nya pada persoalan rumit dan pelik seperti ini.


Masuk kedalam hubungan keluarga Andaram jelas tidak baik-baik saja, bahkan Embun tidak pernah tahu jika kekuarga orang kaya terasa begitu rumit dengan berbagai macam kisah sulit.


Bara Andaram, bagaimana sebenarnya kehidupan yang di jalani oleh laki-laki tersebut selama ini?.


Embun acapkali memikirkan nya dengan keras, ingin tahu apa sebenarnya yang ada didalam hati laki-laki tersebut, kehidupan bagaimana sebenarnya yang di miliki laki-laki tersebut selama ini.


Embun mengehela nafasnya pelan saat dia melihat Bara menampilkan raut wajah yang begitu sulit untuk dia pahami.


cukup lama dia melihat dan Martin bicara di ujung sana, ini airnya obrolan itu terhenti dan Bara terlihat bergerak perlahan mendekati dirinya, menunju ke mobil yang dia naiki kemudian membuka pintu mobil mendominasi berwarna hitam tersebut secara perlahan.

__ADS_1


"Mari pergi untuk menyelesaikan sesuatu"


ucap Bara kemudian, mencoba meraih telapak tangan embun secara perlahan.


Embun sesungguhnya ingin bertanya ke mana laki-laki itu akan membawanya, namun realita nya alih-alih berani menanyakan hal tersebut, gadis itu pada akhirnya lebih memilih untuk diam dan tidak banyak bicara. dia tidak ingin dianggap cerewet atau mau tahu soal Bara, cukup sadar diri bagaimana posisinya dan juga siapa dirinya yang sesungguh nya.


dia hanya gadis beruntung yang dipilih oleh laki-laki tersebut, masuk ke dalam kehidupan bara dan mengikat sebuah perjanjian kontrak di dalamnya, melahirkan anak laki-laki tersebut untuk menjadi penerus Bara Andaram, menandatangani sebuah kontrol kesepakatan yang dilakukan bersama Bara untuk sejumlah uang dan masa depan yang cerah, bagaimana bisa dia hampir melupakan siapa dirinya dalam posisi di dalam kehidupan laki-laki tersebut.


Embun pada akhirnya secara perlahan menerima uluran tangan laki-laki tersebut, membiarkan laki-laki itu membawanya entah ke mana.


gadis tersebut patuh dan naik ke dalam mobil tersebut, di mana pada akhirnya bara secara perlahan ikut naik ke atas mobil itu.


ketika mereka sudah berada di dalam mobil tersebut tiba-tiba saja Bara berkata kepadanya.

__ADS_1


"kita akan menyelesaikan sesuatu hari ini, setelah itu mari pulang ke rumah kita di Jakarta"


ucap laki-laki tersebut sembari menelisik bola mata embun untuk beberapa waktu, di mana gadis tersebut terlihat mengerutkan keningnya dan berpikir kemana laki-laki itu akan membawanya.


seperti biasa dia ingin bertanya namun dia tidak memiliki kemampuan apapun untuk melakukan nya, pada akhirnya memilih diam dan menuruti ucapan laki-laki di samping nya tersebut.


Bara secara perlahan mulai melajukan mobilnya ke arah depan.


"aku takut ini tidak berjalan dengan baik, tapi aku akan mengusahakan ini tidak akan membuatmu berada dalam kondisi yang terdesak"


ucap laki-laki tersebut lagi kemudian.


"kita akan ke rumah sakit dan memeriksa keadaan kamu"

__ADS_1


ucap laki-laki itu lagi kemudian.


Kata rumah sakit seketika membuat embun mengerut kan keningnya.


__ADS_2