
Kepala Bara terasa berdenyut-denyut saat mendengar kakek tua Andaram mulai melesat kan berbagai macam tanya pada Ayla, dia pikir tidak bisakah perempuan itu menjawab sedikit saja pertanyaan dari sang kakek? ini membuat laki-laki tua itu tidak memberi tatapan penuh kecurigaan juga tanda tanya di atas kepalanya tentang kehamilan Ayla.
Kenapa Ayla terasa begitu bodoh dan telmi, itu yang ada didalam kepala Bara, dia menatap Ayla yang sejak tadi tampak kebingungan ingin menjawab apa.
Tatapan mata Ayla menatap ke arah diri nya untuk beberapa waktu, seolah-olah bertanya apa yang sebenarnya harus dia lakukan atas sandiwara mereka, jawaban apa yang paling tepat untuk dia berikan pada kakek tua Andaram.
"Bara?".
Ayla berguman didalam hati nya, terlihat ingin berteriak saat menatap Bara yang awal nya menatap dia kemudian membuang pandangan pandangan nya.
"Sial, tidak bisakah kau mengubah karakter brengsek mu?"
Ayla mengumpat didalam hati nya, jangan di tanya bagaimana sebenarnya perasaan nya saat ini, terlalu ruwet dan membuat dia ketar-ketir.
sejak awal mereka tahu laki-laki tua itu sangat sulit dibohongi, sekarang hanya tinggal masing-masing dari mereka apakah mereka bisa pintar menghadapinya, jika kakak tua antara orang yang bodoh maka dia akan tertipu oleh banyak orang di dalam keluarga Andaram, nyatanya laki-laki tua tersebut jelas sangat picik dan pintar, hingga tidak mudah untuk menjatuhkannya sampai akhir.
Ayla pikir jawaban apa yang paling tepat dia berikan?!.
"Sial, seharusnya aku membuka informasi ibu hamil di google"
Dia kembali bergumam, melirik kearah dokter yang ada dihadapan nya.
Bara baru saja ingin bicara namun tiba-tiba dia merasa perutnya kembali mual, laki-laki itu seketika merasa tidak nyaman, bergerak dengan cepat menuju ke arah kamar mandi begitu saja dan mengabaikan sang kakek yang terus mencecar kan berbagai pertanyaan pada Ayla.
dan ketika Bara melesat menuju ke arah kamar mandi, hal tersebut membuat bola mata orang-orang yang ada di ruangan itu langsung tertuju kepada Bara.
"Cauvage syndrome"
__ADS_1
pada akhirnya dokter perempuan yang ada di hadapan Ayla dan kakek tua bicara dengan cepat, dia tahu Ayla kehilangan cara untuk menjelaskan keadaan nya, mungkin lebih tepatnya Ayla buta soal kehamilan dan .....
Sedikit bodoh, bisa jadi.
Mendengar jawaban dari dokter perempuan tersebut membuat kakek tua Andaram menaikkan ujung alisnya, dia ingin bertanya tapi tahu-tahu suara bara agak mengganggu pendengaran dan pembicara mereka.
"Kakek lihat sendiri dan bisa dengar sendiri"
Perempuan itu mengembangkan senyumannya, membiarkan kakek tua Andaram mendengarkan keadaan dan suara Bara.
Di dalam kamar mandi laki-laki itu berlaku cukup heboh dan memuntahkan segala isi perutnya, bisakah gituan dalam dengar suara Bara yang memecah keadaan.
"Bara yang mengalami persoalan kehamilan, semua gejala ibu hamil dia yang merasakannya sedangkan Ayla sama sekali tidak tahu menahu, tidak merasakan kehamilan seperti perempuan pada normalnya, dan anda tidak mesti khawatir soal berbagai macam keadaan yang mungkin membuat dia tidak aman"
lanjut perempuan berprofesi dokter itu lagi.
dan ketika kakak tua Andaram mendengar hal tersebut seketika dia melirik ke arah dokter tersebut dan menatap dalam sosok perempuan yang ada di hadapannya itu untuk beberapa waktu.
"aku baru pertama kali mendengar nya"
ucap laki-laki itu sembari menaikkan sebelah alisnya.
mendengar apa yang diucapkan oleh kakak tua Andaram membuat sang dokter terus mengembangkan senyumannya.
"Anda bisa melihatnya di pencarian laman Google, cauvage syndrome akan muncul begitu Anda mengetiknya"
dia memberikan saran pada laki-laki tua tersebut dan bicara dengan sesabar mungkin, berusaha untuk bersikap tenang dan tidak menampakkan raut wajah takut atau panik atas setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh laki-laki berkuasa Andaram tersebut.
__ADS_1
Mendengar apa yang diucapkan oleh sang dokter membuat kakek tua Andaram diam sejenak, dia kemudian melihat ke arah Ayla untuk beberapa waktu.
"kembali ke Jakarta secepatnya dan putuskan semua kontrak kerja sama mu dengan seluruh agensi yang terlibat denganmu"
kemudian kakak tua Andaram seketika memperingati Ayla, meminta perempuan tersebut untuk segera kembali dan memastikan juga agar dia memutus seluruh kontrak kerjasama yang ada.
hal tersebut sontak membuat Ayla terkejut setengah mati, dia membulatkan bola matanya dan ternganga, Ayla berusaha untuk berdiri dari posisinya dan ingin bicara pada kakek tua Andaram.
"Tapi kek..."
laki-laki tua itu beranjak ingin meninggalkan dirinya, namun dicegah oleh perempuan tersebut dengan cepat di mana Ayla mencoba untuk menggenggam lengan laki-laki tersebut.
"Dan hati-hati dengan skandal-skandal yang mungkin akan merebak"
tiba-tiba saja tatapan laki-laki tua itu terlihat sangat mengerikan, dia menatap tajam ke arah Ayla kemudian kembali melanjutkan kata-katanya.
"setelah bayi itu lahir aku akan memastikan untuk mengetes DNA nya"
percaya lah, ucapan kakek tua Andaram benar-benar mengejutkan Ayla.
"Ya?"
kakek tua Andaram langsung membalikkan tubuhnya dengan cepat, meninggalkan Ayla yang mematung dan membeku dalam tatapan tidak percaya.
Dia bilang apa?!.
Tes DNA?.
__ADS_1