
Rumah sakit xxxxxxx
pusat kota.
"Karena yang mengalami morning sickness kamu, semau aman-aman saja"
Dokter Tya bicara sambil mengembangkan senyuman nya.
Bara mencoba mendengar kan penjelasan Perempuan dihadapan nya, dia sejak tadi gelisah, mencoba memijat-mijat kepalanya berkali-kali, menahan mual yang tidak ada hentinya, permen mint seolah-olah menjadi obat mual terbaik atau jika tidak rokok akan menjadi pilihan akhir.
Tapi dia harus menahan seluruh keegoisan nya saat ingat Embun hamil, membuang rokok dan kembali menciba mengkonsumsi permen mint yang sebenarnya tidak begitu dia sukai.
Demi apapun, 1 Minggu ini menyiksa, dia bahkan lebih memilih tidur bersama Embun dari pada pulang ke mansion bersama Ayla.
Embun jelas lebih kompeten merawat nya dan dia suka aroma perempuan tersebut yang berada didalam dekapan nya, begitu lembut persis seperti aroma bubble gum, dia benar-benar menyukai nya.
"Larangan yang terjadi naik pesawat itu biasanya karena resiko mual, muntah dan lain sebagainya yang bisa beresiko mengganggu ibu hamil, karena semua nya kamu yang mengalami aku pikir Embun baik-baik saja, dia kuat, janin nya kuat, hanya saja aku tidak mengizinkan kamu menyentuh Embun sebelum usia kandungan nya masuk ke trimester kedua karena dia hamil kembar dan bisa menyebabkan kontraksi serius jika kamu memaksakan diri"
Lagi dokter Tya mencoba menjelaskan, menatap Bara dengan seksama, dia terus mewanti-wanti Bara agar tidak menyentuh Embun sebelum waktunya.
Biaya surogasi jelas tidak sedikit, mereka tidak mungkin mengulang semua nya kembali dari awal jika terjadi kesalahan.
__ADS_1
"Penerbangan hanya makan waktu 1 jam'an, pastikan saat tiba jangan buat Embun lelah dengan banyak aktivitas disekitar, kamu harus menghitung timing waktu, pergi sore, malam bisa istirahat penuh hingga besok"
Setelah berkata begitu perempuan tersebut menyerahkan resep obat pada Bara.
"Kamu yang tidak baik-baik saja, perhatikan pola makan mu, dan bersiap-siap menyusahkan sekretaris mu disepanjang perjalanan"
Perempuan tersebut terlihat mengulum senyuman nya dengan licik, sangat bahagia Bara mengalami hamil simpatik.
Couvade Syndrome, atau kehamilan simpatik, adalah masalah yang terjadi pada pasangan pria dari wanita hamil yang mengalami gejala saat hamil. Memang, hal ini dapat membuat seorang pria mengalami gejala berupa sembelit, gas, kembung, mudah marah, mual, dan lainnya.
Dia sangat bahagia Bara yang melewati masa sulit tersebut dan bukan Embun, seolah-olah ada dendam kesumat yang terjadi pada kehamilan antara dirinya dan Bara dimasa lalu.
mengucapkan hal tersebut didepan Bara menbuat dia bahagia.
Embun terlihat mengerutkan keningnya, sebab Bara langsung mendengus mendengar ucapan dokter Tya.
"Kau benar-benar pendendam?"
Laki-laki tersebut terdengar mengejek.
"Yeah, aku ingat bagaimana kamu berkata jika perempuan hamil sangat merepotkan, Damar pasti bahagia mendengar kamu mengalami couvade syndrome"
__ADS_1
Dia terkekeh kecil, menatap Bara senang akan jutaan keluhannya, ada rasa puas saat perempuan tersebut mengucapkan nya, Tya pikir si sombong pada akhirnya tahu bagaimana rasanya menjadi ibu hamil sejati.
"Kau benar-benar..."
"Jangan membenci ku, aku takut anak kalian mirip dengan ku"
Tya buru-buru menyela saat Bara ingin sekali mengumpat nya.
"Orang tua bilang Cintai yang tampan dan cantik atau benci yang tampan dan cantik agar anak-anak mirip mereka, jangan pandang lama-lama atau mengejek sesuatu yang tidak disukai sebab takut nya anak itu pun akan mirip dengan orang atau hal tersebut"
Peringatan Tya benar-benar membuat Bara kehilangan kata-kata nya.
"Kau..."
Tya memang satu-satunya perempuan yang bisa membuat dia sedikit melupakan persoalan nya, perempuan itu merupakan satu-satunya perempuan yang dengan berani melawan ucapan nya.
Dia adalah saudara satu-satunya yang dimiliki Bara yang memahami Bara dan memilih memisahkan diri dari kehidupan keluarga Andaram.
"Hati-hati dalam perjalanan, pastikan kamu mengawasi Embun dengan baik"
Kali ini dokter Tya bicara begitu serius, menatap Bara tanpa mengeluarkan lagi suaranya.
__ADS_1