Embun Untuk Bara

Embun Untuk Bara
Dalam desakan


__ADS_3

Kembali ke Jakarta


Kadiaman kakek tua Andaram.


Tatapan kakek tua Andaram terlihat menatap lurus ke arah depan dengan tatapan penuh cahaya kemarahan di dalam bola mata laki-laki tersebut, bisa dilihat bagaimana cara kakek tua Andaram mengerat rahang dari sisi kiri dan kanan wajahnya.


Laki-laki tersebut dalam hitungan detik meremas kencang beberapa lembar foto yang ada di hadapannya saat ini, api kemarahan menghantam dirinya di mana dia mengetahui tentang sebuah kenyataan yang selama ini cukup menjadi sebuah kecurigaan untuk dirinya.


"jadi beberapa orang sedang bermain-main di belakangku?"


Kakek tua Andaram bertanya pada laki-laki dihadapan nya tesebut, menatap sosok yang kini menundukkan kepalanya kearah dirinya.


Martin setelah memberikan laporan dan sebuah map mendominasi berwarna coklat sembari menundukkan kepala nya dan membiarkan kakek tua Andaram untuk melihat beberapa macam isi di dalam map tersebut, dia hanya bisa menatap balik ke arah kakek tua Andaram, membiarkan laki-laki tua tersebut merasa kesal dan marah atas apa yang dilihat nya saat ini.


"ini semua lepas dari kontrol ku dan bagaimana kamu bisa terlambat untuk mengatakannya kepadaku?''

__ADS_1


ada nada marah di balik kata-katanya, di mana dia menatap Martin dengan rasa kesal karena baginya laki-laki itu bergerak agak lambat kali ini untuk melaporkan orang-orang yang ada di sekitarnya yang terlihat bergerak tanpa sepengetahuannya.


'aku ingin mengatakannya dan memberikan laporan ini kepada kakek, tapi sedikit takut jika aku salah dalam memberikan laporan dan itu akan berakibat fatal bagi diriku, karena itu aku berusaha untuk mengumpulkan beberapa bukti-bukti autentik dan cukup kuat untuk memberikan laporan kepada kakek tentang semuanya"


lagi-lagi itu menjawab ucapan dan berusaha untuk mengatur intonasi nada bicara nya tenang mungkin, dia selalu seperti itu bersikap sangat tenang dan tidak gegabah atau terburu-buru, karena itu kakek tua Andaram begitu mempercayainya dalam banyak hal untuk mengawasi orang-orang di dalam keluarga Andaram.


"beberapa orang terlihat diam-diam bermain di belakang kakek, bahkan mereka diam-diam mencoba untuk mencelakai Bara dalam beberapa waktu terakhir"


laki-laki itu melanjutkan ucapannya dan membiarkan laki-laki tersebut untuk berpikir sendiri atas apa yang dikatakannya sejak tadi, ditambah dengan beberapa bukti yang semakin menguatkan jika orang-orang di sekitar Bara cukup menjadi batu sandungan dan juga ancaman untuk cucu kesayangan laki-laki tua tersebut.


laki-laki tua itu bertanya sembari menaikkan sebelah alisnya.


mendengar pertanyaan dari laki-laki tua tersebut seketika membuat Martin menundukkan kepalanya.


"Aku cukup terkejut saat Tommy menyerang Bara tanpa menunggu instruksi dari ku, dan laki-laki itu berkata itu semua atas perintah kakek, kala itu aku tidak tahu harus berkata apa dan aku ingin mencoba untuk menghubungi kakek tapi nyatanya Tommy terus bersih keras untuk melakukan penggeledahan dan pemeriksaan dengan cara nya sendiri"

__ADS_1


Martin terus bicara, dia melakukan hal itu sengaja untuk membuat kemarahan Kakek andaram menggebu-gebu.


"aku benar-benar berpikir jika kakek memang memberikan perintah kepada Tommy tanpa pengetahuanku untuk menyelidiki Bara dan juga melakukan hal yang ada di luar batas pemikiranku, aku ingin bertanya kepada kakek tapi mengingat betapa sibuknya kakek dalam pembukaan dan peresmian hotel terbaru di Bali membuatku melupakan segalanya"


laki-laki itu menyesal menetap ke arah kakek tua Andaram untuk beberapa waktu.


mendengar apa yang diucapkan Martin membuat laki-laki tua itu dia dan dia pikir itu cukup masuk akal mengingat kesibukannya dalam beberapa waktu ini.


"semakin lama keadaan jelas semakin tidak baik, aku pikir kaki harus memutuskan tentang sesuatu dan menempatkan Bara pada posisi yang tepat, karena kakek tahu sendiri jika orang-orang di keluarga Andaram saat ini diam-diam terus berusaha untuk menyingkirkan dan melenyapkan Bara dalam waktu yang tidak kita ketahui"


Dan Martin seolah sengaja mengatakan hal tersebut kepada kakek tua Andaram agar laki-laki tersebut memikirkan kembali dengan matang keputusan nya.


seolah-olah kalimat yang diberikan Martin cukup mendesak agar Kakek tua Andaram memindahkan segala macam hal aset-aset penting adalah kepada Bara secepat.


Dan laki-laki tua tersebut seketika dia tidak melanjutkan ucapannya seakan-akan dia berusaha untuk memikirkan apa yang seharusnya dia lakukan saat ini.

__ADS_1


__ADS_2