Embun Untuk Bara

Embun Untuk Bara
Menjadi titik terlemah nya


__ADS_3

Kembali ke masa sekarang


setelah Tommy pergi dari hadapan semua orang.


Bara secepat kilat menatap kearah Martin, bola mata nya menyiratkan ke marahan bercampur ke khawatiran, dia ingin tahu dimana laki-laki tersebut memindahkan Embun.


"Dimana kamu memindahkan nya?"


Dia bertanya, mengerutkan keningnya, mencari sosok gadis yang membuat dia belakangan gelisah, dia mencoba meraih leher Martin, berusaha hendak mencengkeram pakaian laki-laki tersebut dengan erat.


"Kau bertindak gegabah hanya karena seorang gadis? kau menjadikan dia kelemahan terburuk mu di hadapan lawan-lawan mu, Bara"


Martin terlihat begitu marah, dia mencengkram kedua pergelangan tangan Bara sebelum laki-laki tersebut mencengkeram kerah pakaian nya.


"Sejak dulu aku mengajarkan kamu untuk tidak memiliki sedikit pun kelemahan dalam menghadapi keluarga Andaram, bagaimana bisa kamu menjadi lemah karena seorang gadis, Bara?"


Laki-laki tersebut kini terlihat begitu marah, dia pikir bagaimana bisa Bara selemah itu hanya karena seorang gadis.


"Itu bisa mencelakai diri mu sendiri, kau tahu kakek jelas akan menentang semua hal yang tidak dia sukai, kau pada akhirnya jika terus bersikap seperti ini selain bisa mencelakai diri mu sendiri, sikap mu bisa mencelakai orang-orang yang ada dibelakang kita termasuk Embun dan calon bayi kalian"


Martin bicara mengeram, pelan, sangat pelan tapi penuh kekesalan, bola mata nya nyaris ingin keluar dan dia benar-benar marah dengan sifat Bara.

__ADS_1


"Apa kau bisa melindungi nya? yakin bisa melindungi nya dari Tommy?"


Kali ini Bara terlihat Balik marah, dia menepis kasar tangan Martin.


"Kau lihat bagaimana cara dia mengintimidasi Indra? Tommy memaksa mendobrak pintu mobil dan bayang kan bagaimana jika dia mendapatkan dan mencelakai istri ku?"


Dan Bara benar-benar marah, dia nyaris berteriak saat ini jika tidak ingat di mana posisi mereka.


Bisa dilihat bagaimana ekspresi wajah laki-laki tersebut, bola mata Bara terlihat memerah, dia marah, benar-benar marah, seolah-olah dia siap menghabisi siapapun yang ada di hadapannya saat ini.


Dia tidak suka jika sesuatu yang menurut nya berharga di ganggu gugat oleh siapapun.


Martin satu-satunya laki-laki yang mampu membuat Bara mendengar kan seseorang dan Martin adalah satu-satunya orang yang dia hormati selama ini setelah ibu nya sendiri.


Tapi hari ini Bara bertindak di luar batasan nya, hampir 10 tahun mengabdi pada kedua orang tersebut, ini kali pertama dia melihat Bara menjadi gila.


Perempuan benar-benar bisa mengubah seseorang pikir nya.


Ditengah keadaan yang memburuk, dari arah belakang sebuah mobil mendekat dan begitu tiba di dekat kedua orang tersebut, pintu samping tersebut terbuka secara perlahan, di dalam nya Embun terlihat menatap Bara dengan bola mata yang berkaca-kaca.


Ucapan Bara yang mampu didengar nya tadi soal....

__ADS_1


"Kau lihat bagaimana cara dia mengintimidasi Indra? Tommy memaksa mendobrak pintu mobil dan bayang kan bagaimana jika dia mendapatkan dan mencelakai istri ku?"


Hati nya terlalu bergetar mendengar ucapan laki-laki tersebut, kata istri membuat nya sedikit kehilangan kata-kata.


"Lihat di bagian sisi kanan mu, breng..sek"


Martin bicara kemudian langsung mencengkeram erat kerah pakaian Bara.


"Bagaimana bisa kau meragukan kinerja ku? memangnya bagaimana cara ku melindungi kamu selama puluhan tahun ini ba..jingan?"


Dan Martin terlihat benar-benar marah.


Bara seketika membulatkan bola matanya saat dia melihat siapa yang ada di sisi kanannya.


"Apa kamu baik-baik saja?"


Bara langsung melepaskan tangan Martin dari kerah pakaian nya, dia bergerak cepat mendekati Embun dengan kelegaan mendalam dan didetik berikut nya laki-laki tersebut masuk ke dalam mobil dan memeluk gadis tersebut tanpa berpikir panjang.


Dan Embun seketika kehilangan kata-katanya.


"Bara...?!"

__ADS_1


__ADS_2