Embun Untuk Bara

Embun Untuk Bara
Keputusan mengejutkan


__ADS_3

Hotel xxxxxxx


Bali.


Bara melesat turun dari mobilnya dimana Ayla ikut turun secara perlahan dari sisi kiri mobil mereka, bagaikan sepasang suami istri sempurna mereka bergerak masuk menuju ke hotel xxxxxxx milik keluarga besar Andaram yang baru akan lounching pada hari ini.


Kilatan kamera menerjang mereka, dimana mereka seolah-olah menjadi bintang utama pada acara hari ini.


Kakek Andaram melihat kearah sepasang cucunya, menaikkan ujung bibirnya dengan perasaan bahagia, dia pikir akhirnya kedua orang tersebut datang juga meskipun sedikit agak kesal kenapa Bara datang di waktu yang cukup terjepit.


Beberapa tamu undangan dan orang-orang penting telah datang, sudah menunggu kedatangan mereka sejak tadi, pada hari ini mereka akan melangsungkan pembukaan Hotel berbintang milik andaram group dan seperti nya ada rencana lain yang tengah direncanakan oleh laki-laki tua tersebut sejak awal pembangunan hotel itu.


ketika memastikan semua orang telah berkumpul menjadi satu di dalam gedung hotel tersebut, seketika beberapa orang panitia telah menyiapkan semuanya termasuk pada gunting dan pita juga nasi tumpang untuk pembukaan acara tersebut mulai memberikan kode jika acara sudah bisa siap dimulai pada saat ini juga.


"Kenapa datang begitu terlambat?"


Mama Reni bertanya ke arah putranya sembari menurut ke arah Ayla dengan perasaan kesal, dia pikir selalu saja perempuan itu membuat ulah dan tidak pernah berhasil menarik Bara agar datang tepat waktu atau menuruti kemauan, bagi nya perempuan di hadapannya itu sangat bodoh dan sangat sulit sekali untuk diajarkan.

__ADS_1


Bertahun-tahun menikah dengan Bara tapi sama sekali tidak mengetahui bagaimana titik kelemahan suami, itu benar-benar terlihat cukup memalukan menurutnya.


padahal Ayla tahu sendiri bagaimana kemarahan kakek jika mereka terlambat sedikit lagi saja, menunda pembukaan dan membuat orang menunggu jelas hal yang paling dibenci oleh kakek Andaram, ayah mertua nya tersebut.


mendengar pertanyaan dari mertuanya seketika membuat Ayla berusaha untuk mengembangkan senyumannya, senyuman paling palsu yang pernah dia berikan kepada wanita hampir paruh baya di hadapannya tersebut.


sangat menyebalkan sekali ketika dia harus mengembangkan senyumannya, jika bukan karena dia bertahan di sisi Bara dengan beberapa macam alasan, bisa dipastikan dia telah memberontak lama dah menyingkirkan wanita di hadapannya itu hanya dengan sekali jentikkan.


"maaf ma, ada sedikit kemacetan di jalan di tambah lagi mobil Bara sedikit bermasalah"


dia memberikan alasan yang paling logis kepada wanita tersebut, mencoba untuk menarik nafas secara perlahan kemudian menghembuskannya sembari bola matanya naik ke atas sejenak lalu kembali menoleh ke arah mertuanya di mana wanita tersebut tidak begitu memperhatikan ekspresi wajahnya.


"Seharusnya kamu memberikan inisiatif pada Bara untuk bertukar kendaraan, bagaimana jika kalian benar-benar terlambat?"


Oh ya Tuhan, ocehan mertuanya harus benar-benar menguji kesabaran nya.


Ditengah keadaan yang jelas tidak baik, tiba-tiba sang kakek mulai bicara dari mikrofon, mencoba bicara kata sambutan untuk pembukaan Hotel tersebut, cukup panjang lebar ditengah tepuk tangan gemuruh yang memekakkan telinga disepanjang gedung tersebut.

__ADS_1


"Hotel ini akan aku persembahkan untuk cucu ku Bara dan istrinya, dan dengan ini kami menyatakan Hotel xxxxxxx resmi dibuka"


Lalu gemuruh tepuk tangan pecah menggelegar, membuat kemeriahan disana, mereka pikir mungkin ini sudah selesai, namun siapa sangka tiba-tiba laki-laki tua Andaram berkata.


"Dengan ini juga pada kesempatan pada hari ini aku akan mengumumkan kehamilan cicit dari keluarga Andaram, dan kami akan mengadakan acara penyambutan kehamilan nya di bukan ke empat secara langsung"


Seketika suara kakek mengejutkan semua orang termasuk Ayla, membuat semua orang membulatkan bola matanya.


"Dan Ayla resmi untuk keluar dari agensi naungan nya hingga kelahiran bayi andaram berikut nya"


Lanjut kakek lagi.


What?!.


Ayla jelas saja tercekat, setengah mati karena sebelumnya tidak ada diskusi tentang ini kepada dirinya soal membuat dia berhenti dari pekerjaan tercintanya.


"Bara?"

__ADS_1


Perempuan tersebut seketika menoleh kearah Bara dalam keadaan panik.


Bagaimana bisa dia berhenti dimana karirnya sedang menanjak naik daun?!.


__ADS_2