Embun Untuk Bara

Embun Untuk Bara
Sedikit mencekam


__ADS_3

Embun memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu, merasa khawatir dengan keadaan, dia mencoba memegang pegangan pintu mobil,takut satu hal buruk terjadi.


Dan saat rasa panik menerjang Embun dimana Indra berusaha untuk menghentikan langkah laki-laki tersebut, tiba-tiba saja...


Brakkkkkkk.


satu guncang terasa menghantam mobil yang di naiki nya, tidak begitu kencang, tapi tidak bisa di katakan pelan, Embun membulatkan bola matanya saat menyadari apa yang terjadi dan siapa.


Bara?!.


Jantung nya berdetak begitu kencang di mana bisa dilihat Bara datang dan menarik laki-laki berkaca mata tersebut dengan kasar, kemudian bisa dia lihat laki-laki tersebut mencengkeram kerah pakaian lawan nya dengan tatapan yang begitu mengerikan tajam dan juga mengintimidasi.


Brakkkkkkk.


"Apa yang kau lakukan pada orang ku?"

__ADS_1


Bara menghantam laki-laki yang ada di hadapannya itu mencengkram kasar kerah pakaian lawannya tersebut.


tatapan mata laki-laki itu terlihat begitu penuh dengan amarah, dia mencengkram erat kera pakaian lawannya tersebut tanpa basa-basi.


"Berani sekali kau bertindak kasar pada Indra, seolah-olah kau lupa dia adalah orang ku bukan orang-orang kakek tua Andaram"


Ucap Bara kemudian.


Laki-laki tersebut seketika mendengus, itu adalah salah satu kaki tangan kepercayaan Kakek Andaram, Tommy. Dia ada di bawah perintah Martin, tapi bukan berarti dia patuh pada perintah Martin, bagi nya dia bawahan Andaram tua bukan bawahan Martin, beberapa kali selisih paham terjadi di antara mereka tanpa orang-orang ketahui.


"Cihhhh aku hanya ingin memastikan tidak ada siapapun di dalam mobil yang dia bawa, kenapa ekspresimu terlihat begitu marah dan aneh seolah di dalam mobil itu terdapat seseorang yang kau sembunyikan?"


"Kau punya hak untuk melakukan nya?"


alih-alih mau melepaskan Tommy, Bara semakin mengencangkan cengkraman nya, dia seolah-olah siap mencekik leher laki-laki yang ada dihadapan nya tersebut.

__ADS_1


"Kau menghindari tatapan ku, berusaha melindungi sesuai di balik mobil bersama Indra, kau pikir aku bodoh?"


Tommy bicara, lehernya mulai terasa tercekik dengan sempurna, wajah nya memerah, meskipun sekarat sekalipun dia tetap sedang mencari celah untuk menghancurkan Bara, dia sengaja melakukan nya untuk menyingkir kan Bara dan membuat orang lain dalam keluarga Andaram untuk naik menjadi penerus menggantikan posisi Bara.


Mereka hanya butuh satu konflik besar untuk membuat kakek Andaram murka, begitu Bara melakukan kesalahan maka bisa dipastikan laki-laki tua Andaram akan menyingkir kan Bara sebelum penobatan menjadi penerus dan sebelum anak Bara dan Ayla lahir.


Dia berusaha untuk terus mencari celah di antara orang-orang yang saling berusaha untuk menjatuhkan, semua orang saat ini jelas sedang berusaha untuk naik menjadi pewaris tahta Andaram.


"Tuan anda bisa membunuh nya"


Indra berusaha untuk memperingati tuannya, dia pikir jika sesuatu yang buruk terjadi pada Tommy, itu akan mengancam posisi Bara.


Alih-alih mendengarkan apa yang diucapkan oleh Indra, Bara Seolah-olah siap membunuh Tommy saat ini juga, keadaan jadi semakin pelik, dimana Bara benar-benar siap membunuh laki-laki tersebut, dia marah, sangat marah saat sesuatu yang berharga milik nya coba-coba di ganggu gugat, dia begitu marah saat laki-laki dihadapan nya tersebut mulai mengusik hidup nya.


"Tuan..."

__ADS_1


Indra benar-benar menegang.


Tommy merasa lehernya semakin tercekik dan dia pikir jika Bara terus mengencangkan cekikan nya, maka bisa di pastikan hari ini akan menjadi hari kematian nya.


__ADS_2