
Bola mata Indra menatap kedepan, menaikkan ujung alisnya untuk beberapa waktu.
"Ada apa?"
Embun bertanya bingung, terlihat gugup dan mencoba menetralisir jantung nya yang tidak baik-baik saja tadi, mobil yang berhenti mendadak membuatnya terkejut setengah mati bahkan dia pikir dia hampir saja terpental ke depan jika tidak berpegangan dengan erat pada bagian sisi kiri kanan kursi yang ada di hadapannya.
apalagi mengingat dia tengah hamil jelas saja membuat dia cukup gemetaran dan terkejut, dia pikir apakah Indra hampir saja menabrak seseorang atau apapun yang ada di hadapan mereka.
"Nona tetap didalam, bergeser lah dan pastikan tidak keluar meski apapun yang terjadi"
__ADS_1
Indra bicara cepat, meminta Embun untuk tetap pada posisi nya.
Gadis tersebut mengerutkan keningnya, menatap kearah depan dengan cepat, bisa dia lihat mobil seseorang ada didepan sana seolah-olah memang sengaja menghadang mobil yang dirinya naiki bersama Indra, lalu seorang laki-laki berkacamata hitam turun dari sana, usianya jauh lebih tua daripada Bara, ekspresi laki-laki tersebut tidak dibilang cukup baik dan cukup ramah.
Embun mengganggukan kepalanya dengan cepat, dia memundurkan tubuhnya dan memastikan jika dirinya tak terlihat di sana, Indra sendiri segera turun dari dalam mobil kemudian menutup rapat-rapat pintu mobil tersebut lantas menemui laki-laki berkacamata hitam yang ada di depan mobil mereka.
Gadis itu tidak paham apa yang diucapkan atau dibicarakan kedua orang tersebut, yang jelas dua orang itu terlihat bicara begitu serius kemudian tiba-tiba laki-laki berkacamata tanpa mengeluarkan ekspresi di daerah mana tidak baiknya sembari terlihat mendengung dan mencoba untuk menetapkan jam ke arah mobil yang dinaiki oleh Embun.
kemudian bisa melihat laki-laki berkacamata itu mendekati diri ke arah Indra kemudian dengan gerakan kasar dia meraih kerah leher baju Indra, laki-laki itu mencengkeram sisi kiri dan kanan kerah leher pakaian milik Indra sembari bicara sesuatu yang tidak Embun pahami dan tidak bisa Embun dengar.
__ADS_1
Gadis tersebut mencoba untuk membaca gerakan bibir dan laki-laki berkacamata hitam itu, ada beberapa percakapan yang dia pahami di mana bola matanya terus memperhatikan apa yang terjadi di depan sana.
"kau menyembunyikan sesuatu dari semua orang"
dia mampu membaca gerakan bibir laki-laki itu sejenak, seketika hal tersebut membuat embun langsung membeku, dia pikir apakah orang yang dibicarakan oleh laki-laki berkacamata hitam tersebut adalah dirinya.
gerakan bibir Indra seolah-olah membantah, laki-laki itu sama sekali tidak menoleh ke arah mobil dan terus menatap tajam dan berusaha untuk meyakinkan laki-laki berkacamata Hitam tersebut.
Namun sayangnya sepertinya usaha Indra cukup sia-sia, laki-laki berkacamata hitam tersebut langsung menghempaskan tubuh Indra di bagian depan kap mobil lantas dia bergerak mencoba untuk mendekati pintu mobil samping dan berusaha untuk masuk ke dalam mobil di mana embun berada.
__ADS_1
hal tersebut sama Embun langsung membulatkan bola matanya karena terkejut, dia memundurkan tubuhnya dengan cepat dan berusaha untuk menyembunyikan diri seperti apa yang diucapkan oleh Indra tadi.
seolah-olah dia merasa satu ancaman besar menghantam dirinya saat ini, Embun langsung menyentuh perutnya dengan cepat dan merasa jika keadaan ini tidak baik-baik saja.