
Masih di rumah sakit xxxxxxx
Bali.
Embun sejenak menatap dalam wajah Bara di mana laki-laki tersebut kini bergerak dari arah depan sana menuju ke arah dirinya, tidak tahu kenapa rasanya hatinya menjadi berdebar-debar saat laki-laki itu melangkah mendekati dirinya.
ucapan dari dokter perempuan yang ada di hadapannya tadi cukup membuatnya gelisah, dia pikir apakah mungkin Bara kini memang seperti itu? cukup berubah dan memprioritaskan dirinya dan anak-anak yang ada di dalam perut nya?!.
dia cukup takut jika ucapan dokter tersebut hanya untuk menghibur dirinya, tapi kata-kata terakhir dari perempuan itu semakin membuatnya menjadi gelisah.
bertahanlah sebentar lagi demi Bara.
__ADS_1
ada misi yang harus diselesaikan oleh laki-laki tersebut, di mana Bara terpaksa untuk mengabaikan dirinya dan anak mereka, laki-laki itu sengaja menyembunyikan dirinya selama ini, tidak ingin menampilkan sosok dirinya di hadapan semua orang.
jadi pertanyaan besarnya adalah bagaimana dengan Ayla? apa yang akan terjadi pada pernikahan kedua orang tersebut? ini menjadi beban besar untuk Embun, di mana dia berdiri diantara orang-orang yang tidak pernah dia pahami.
"Semua sudah selesai"
begitu laki-laki itu telah berdiri tepat di hadapannya, Bara bicara sambil menyentuh lembut pipinya, laki-laki itu musang wajahnya untuk beberapa waktu dengan telapak tangan kanan Bara, membuat ampun sedikit mendongakkan kepalanya untuk menatap laki-laki ber tubuh besar tinggi tersebut di hadapannya.
"kita akan pergi pulang ke Jakarta, apa kamu merasa semua baik-baik saja? adakah sedikit keluhan yang membuatmu tidak nyaman jika kita bolak-balik saat ini juga?"
Embun mengganggukan kepalanya dengan cepat kemudian dia berkata.
__ADS_1
"aku dan mereka baik-baik saja, jangan khawatir soal apapun"
Ucap perempuan tersebut dengan cepat sembari mencoba untuk mengembangkan senyumannya, membiarkan netranya terus menatap Bara untuk beberapa waktu.
di mana lagi-lagi tersebut juga menatap dalam netranya, seolah-olah mereka berdua saling menenggelamkan bayangan mereka di kelopak mata masing-masing, dan percayalah di dalam bola mata mereka terdapat satu hasrat yang menggebu antara satu dengan yang lainnya, hanya saja masing-masing dari mereka berusaha untuk membentang jarak sementara di mana Salah satu sisi memegang jarang karena untuk keamanan sosok yang ada di hadapannya sedangkan di sisi yang lainnya membentang jarak karena takut terlalu banyak berharap karena bisa mengakibatkan diri terjatuh dan terjerembab ke dalam kubangan lumpur yang dapat menenggelamkan diri hingga mati.
Bara terus mengelus lembut pipi perempuan yang ada di hadapannya tersebut, kemudian dia kembali berkata.
"jika ada sedikit saja keluhan, jangan tidak membicarakannya padaku hmmm, sedikit banyak aku adalah bagian daripada diri kalian bertiga"
ucap laki-laki tersebut lagi kemudian.
__ADS_1
Saat mendengar apa yang diucapkan laki-laki yang kini menatap dirinya begitu dalam, seketika membuat Embun diam untuk beberapa waktu, hingga pada akhirnya perempuan itu mengganggukan kepalanya secara perlahan.
Dan entah bagaimana cerita nya saat Embun berpikir pembicaraan mereka berakhir, tiba-tiba saja laki-laki dihadapan nya tersebut tahu-tahu memajukan wajahnya, membuat Embun seketika mengedipkan bola mata beberapa waktu dan di detik berikutnya Bara tiba-tiba saja menautkan bibir mereka, membuat Embun jelas terkejut setengah mati.