Embun Untuk Bara

Embun Untuk Bara
Musuh yang sesungguhnya


__ADS_3

Klub malam xxxxxxxx


pusat kota.


Seorang laki-laki bergerak cepat masuk kedalam club malam tersebut dengan raut wajah tidak baik-baik saja, dia terlihat mengeram sambil terus melangkah dengan langkah yang lebar menuju ke satu ruangan melewati banyak orang di sisi kiri dan kanannya di dalam klub malam tersebut.


lautan manusia tidak dia hiraukan yang tengah sibuk kerja atau bahkan berbagai macam pasangan terlihat berpelukan saling berbagi saliva atau bahkan tertawa cekikikan, yang laki-laki tersebut hiraukan adalah dia harus segera sampai di sana dengan cepat dan menemui seseorang dalam satu ruangan bagian paling sudut klub malam tersebut.


Laki-laki tersebut berusia tidak lebih tua dari Bara, tapi wajah nya terlihat jauh lebih tua karena dia terlalu banyak memikirkan tentang kehidupannya, wajahnya terlihat sangat tidak bersahabat bahkan dia menjadi bagian daripada keluarga Andaram yang nyaris tidak diakui karena nyatanya dia lahir dari generasi Perempuan Andaram, bukan dari generasi laki-laki.


Dalam beberapa peraturan kejayaan dalam satu keluarga berkelas, terkadang nilai anak perempuan tidak setara dengan anak laki-laki, anak perempuan tidak berhak memiliki dan menerima warisan dari keluarga mereka karena di yakini, anak perempuan seharusnya mengikuti suami mereka dan menerima apapun yang diberikan sang suami, sedangkan anak laki-laki jelas menerima warisan utuh keluarga meskipun mereka memiliki skandal didalam nya.


Dan dia benci saat ibu nya tidak mendapatkan sepeser pun bagian dari keluarga Andaram sedangkan ayah Bara mendapatkan semua nya tapi kemudian di depak dari keluarga Andaram karena menikahi gadis tidak berkelas alias gadis miskin yang tidak setara dengan mereka, hingga pada akhirnya dia pikir dia menjadi Kandidat kuat yang akan menggantikan posisi kakek tua Andaram untuk menguasai Andaram group, tapi nyatanya....


Brakkkkkkk.

__ADS_1


Satu hantaman pintu terdengar memecah keadaan, meskipun sebenarnya suara tersebut kalah keras dari suara musik yang memecahkan telinga.


"Kau dengar beritanya?"


Laki-laki tersebut masuk, bertanya dengan suara tinggi ke arah seorang laki-laki yang duduk di atas kursi sofa mendominasi berwarna merah.


Laki-laki tua tersebut adalah adik kakek tua Andaram, pada masa lalu dia tidak mendapatkan kekayaan nya Karena skandal memalukan dimana dia sering menghamburkan uang keluarga Andaram untuk berfoya-foya dan membeli perempuan, bahkan dia membeli beberapa barang haram untuk dinikmati ketika berpesta di klub malam.


"Bagaimana kau sangat tidak sopan huh? bicara pada kakek mu sendiri dengan cara yang tidak sopan?"


"Kakek? apa kau pantas aku panggil kakek? kau memanfaatkan ku untuk kesenangan mu, aku bekerja keras seorang diri untuk bisa naik menjadi penerus Andaram, dan sekarang setelah kakek tua Andaram tahu soal Tommy, kau masih duduk manis di sini menikmati para pelacur agar melayani mu"


Laki-laki tersebut sangat marah, dia menatap tajam kearah laki-laki tua yang merupakan adik Kakek tua Andaram tersebut.


Will, temperamental mu sangat buruk belakangan ini"

__ADS_1


laki-laki tua tersebut berkata cepat, menggerakkan jemari nya untuk meminta para perempuan pergi dari ruangan tersebut, dia memanggil sepupu Bara dengan panggilan Willi.


Will memajukan tubuhnya, dia mengeram kemudian langsung menarik kerah leher pakaian kakek tua dihadapan nya itu.


"Tommy ditangkap kakek tua Andaram dan dia tahu ada yang bermain dibelakang nya ingin menyingkirkan Bara, kau tahu ? saat Tommy membuka mulutnya itu artinya aku berakhir dan kau kakek Akbar, kau juga akan berakhir sama seperti diri ku"


Ucap laki-laki tersebut dengan penuh penekanan.


Laki-laki tua yang dipanggil Akbar tersebut tidak terkejut sama sekali, dia malah terkekeh kecil kemudian mencengkeram erat kedua tangan Will.


"kau pikir aku bodoh? kenapa kau harus khawatir soal tersebut? Tommy tidak mungkin membuka mulutnya karena dia tidak punya alasan untuk bisa membuka mulutnya, kau tahu? kehidupan adik nya ada di tangan ku, lalu kenapa kau takut?"


laki-laki tua itu bicara dengan penuh percaya diri, setelah mencengkeram kedua tangan Will, dia dengan cepat menghempaskan kedua tangan tersebut dari tubuhnya.


"buat berita pecah soal Ayla dan Endar, itu akan menjadi senjata mu untuk menghancurkan satu persatu dari mereka yang mencoba untuk melindungi Bara dalam sandiwara"

__ADS_1


Ucap laki-laki tua itu lagi kemudian, dia menaikkan ujung bibirnya dan menatap Will dengan tatapan liciknya.


__ADS_2