
Embun masih berpikir dengan keras soal semester kedua, didetik berikut Embun terlihat baru saja sadar atau ucapan dari Bara, seketika hal tersebut membuat Embun terkekeh kecil kemudian dia berkata.
"Mungkin maksudnya trimester kedua?" Tanya gadis tersebut cepat.
"Bukan semester kedua, tapi trimester kedua. Semester itu sekolah, trimester itu hitungan kehamilan" Dan setelah berkata begitu, Embun kembali tertawa renyah, dia tidak bisa menahan tawa nya sejak tadi, kata-kata Bara kali ini terdengar begitu lucu dan membuat dia gemas.
Bara yang mendengar dan melihat apa yang diucapkan Embun seketika sadar, dia langsung menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"O..... trimester kedua" Ucap nya sambil membulatkan bibirnya.
"Aku lupa, trimester kedua, bukan semester kedua"Bara masih berusaha menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sedikit malu-malu karena bisa-bisa nya dia salah bicara.
"Ini memalukan" Bara bicara didalam hati nya, ingin protes dengan tawa Embun, tapi apalah daya dia sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk protestan ini karena setidaknya saat melihat Embun tertawa dia jadi merasa begitu menyukainya dan juga membuat nya cukup berdebar-debar manja.
"Di awal tadi padahal sudah bilang ini masuk trimester kedua" Tambah Embun lagi, dia masih tertawa renyah, mencoba untuk tidak berlebihan tapi tidak bisa menahan nya.
"tapi kenapa ketika di belakang malah bilang semester kedua?" dia menyentuh pelan perutnya berusaha untuk menahan tawa, karena kehamilannya sudah mulai membesar terlalu banyak tertawa rasanya seolah-olah dia ingin kencing di celana, tapi tetap saja dia tidak bisa menahan tawanya karena merasa apa yang diucapkan oleh Bara cukup lucu dan sangat menghibur.
"Itu benar-benar mengejek"Bara terlihat merengut, ini untuk pertama kalinya dia protes, menampilkan sisi lain dari wajah nya yang biasanya terlihat dingin dan datar. Bara menampilkan sisi manja dan juga malu-malu nya.
"Aku khilaf, maksud ku ini sudah masuk trimester kedua....ya ya ini trimester kedua". Bara mencoba memperbaiki kata-kata nya, wajahnya masih menampilkan rona malu atas ucapannya tadi.
"jangan menertawakanku sayang, aku merasa begitu buruk" Dan setelah berkata begitu, Bara langsung menggenggam kedua pipi Embun dengan kedua belah tangannya dia menahan gerakan Embun agar tidak menertawakannya.
__ADS_1
"Ya?" seketika Embun sedikit terkejut saat dia mendengar apa yang diucapkan Bara barusan kepada dirinya. gadis tersebut terlihat mengerjakan bola matanya untuk beberapa waktu dan dia menghentikan tawanya.
"Tadi bilang apa...?" dia bertanya dengan sedikit gugup saat dia sadar dengan ucapan Bara.
Sayang?!.
kata-kata itu terdengar begitu sakral dan membuat jantungnya terasa tidak baik-baik saja, Embun bener-bener menghentikan tawanya saat ini sembari bola matanya menatap dalam bola mata Bara.
dan Bara seketika langsung balik menatap dalam bola mata Embun, dia cukup menyadari apa yang diucapkannya kepada Embun pagi.
"Bara...aku..itu..." Dan Embun bicara dengan perasaan bergetar dan juga sedikit gugup, mencoba untuk mendengarkan penjelasan dari Bara kenapa memanggilnya dengan kata sayang barusan.
"aku memikirkannya dengan sedikit lama, sebenarnya aku ini tidak bisa jadi laki-laki yang baik dan romantis, tapi mungkin aku bisa sedikit berusaha untuk menjadi laki-laki yang baik untuk kamu dan anak-anak kita" pada akhirnya laki-laki tersebut berkata seperti itu, dia membiarkan kedua belah tangannya terus memegang pipi Embun, di mana jemari-jemari tangan kanannya mengelus lembut pipi gadis tersebut.
Embun sama sekali tidak menjawab ucapan Bara, dia masih membiarkan bola mata mereka bertemu antara satu dengan yang lainnya di mana kini bola mata Embun terlihat berkaca-kaca, ada satu perasaan yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata saat ini. Di mana rasanya apa yang diucapkan oleh Bara benar-benar membuat dia kehilangan kata-katanya.
Sayang, kalimat tersebut benar-benar terdengar begitu sakral. Bagi seorang gadis atau perempuan kata-kata itu seolah-olah menjadi satu hadiah paling istimewa dibandingkan dengan apapun yang ada di muka bumi ini ketika seseorang mengatakan hal tersebut kepada mereka, meskipun hanya terdapat 6 huruf tapi makna di dalamnya tersebut sangat besar dan juga penuh arti. ada nilai dan makna tersendiri di dalam kata sayang itu yang tidak bisa diukur dengan apapun di dunia ini, dan hal itu membuat Embun seketika merasa dia tidak bisa menarik nafasnya dengan baik dan benar.
bisa dilihat bola mata Embun semakin berkaca-kaca diiringi bibirnya yang bergetar dan tidak mampu mengucapkan kata apapun.
"kamu tidak suka dengan kata-kata itu?" Bara masih bertanya pelan dan dia pikir mungkin kata sayang yang di ucapkan diri nya terlalu berlebihan untuk Embun.
saat Bara bertanya seperti itu seketika Embun langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat kemudian gadis tersebut berkata.
__ADS_1
"tentu saja tidak, aku sangat menyukainya" ucap gadis tersebut dengan cepat kemudian tiba-tiba saja dia tanpa sadar mengeluarkan air matanya.
Bara jelas saja sedikit panik, dia langsung buru-buru menghapus air mata embun kemudian berkata.
"Kenapa menangis? apakah ada ucapanku yang salah? jika kamu tidak mau kita melewati bagian pada trimester kedua dan kamu belum siap, itu bukan masalah dan aku tidak akan memaksamu" laki-laki tersebut secara spontan langsung berkata seperti itu, teguran rasa cemas dan sedikit sesal atas permintaan nya menghantam Bara, dia pikir mungkin gadis itu belum siap dengan permintaannya.
karena ini adalah untuk pertama kalinya bagi Embun, rasanya terlalu egois dia memaksakan keinginan yang saat ini.
"Mari lupakan saja semuanya dan aku benar-benar tidak memaksa, maafkan aku karena memintanya tiba-tiba saat ini" lagi-lagi tersebut mengeluarkan ekspresi penuh penyesalannya, dia membenahi posisi duduknya dengan perlahan dan berusaha melepaskan tangannya dari kedua pipi Embun.
dia pikir mungkin sebaiknya dia tidak lagi membahas soal tersebut pada gadis di hadapannya itu.
"kamu bisa istirahat sekarang hmmm" Bara bicara sambil berusaha mengembangkan senyuman dan dia berniat untuk membalikkan tubuhnya. Namun saat Bara akan membalikkan tubuhnya, tiba-tiba saja lengannya ditahan oleh Embun. Hal tersebut membuat Bara seketika terkejut.
"aku belum mengantuk sama sekali" gadis tersebut berkata dengan cepat kemudian menunggu Bara membalikan tubuhnya kembali menatap dirinya.
begitu laki-laki tersebut memberikan tubuhnya dan melihat dirinya gadis itu kemudian kembali berkata.
"jika kamu menginginkannya, Mari kita mencobanya" Ucap Embun sambil mengembang kan senyuman terbaiknya.
dan hal tersebut seketika membuat Bara terkejut, laki-laki tersebut seketika bertanya.
"Ya?"
__ADS_1
"Tapi usahakan pelan-pelan saja, ini untuk pertama kali nya untuk ku" Lanjut Embun lagi kemudian.