Embun Untuk Bara

Embun Untuk Bara
Jangan bergerak gegabah


__ADS_3

Entahlah Embun seketika kehilangan kata-kata nya, laki-laki dihadapan nya tersebut kini mencium nya dengan cara yang begitu lembut dan hangat, membuat Embun yang awal nya menegang seketika memejamkan bola matanya.


Apakah dia salah? dia menikmati ciuman yang diberikan Bara, laki-laki itu memperlakukan nya dengan sangat lembut dan hati-hati di mana kedua tangan laki-laki itu menyentuh lembut punggung kepalanya dan juga pipinya.


menenggelamkan dirinya dalam ciuman yang begitu manis, dan juga penuh hasrat namun tidak menggebu-gebu, bisa Embun rasakan betapa laki-laki begitu sangat hati-hati melakukan nya.


Cukup lama dia terbuai, menikmati sensasi ciuman manis tanpa henti, seolah-olah mereka lupa di mana mereka saat ini.


Bara bahkan tidak bisa mengendalikan diri nya, menatap wajah Embun dan bibir mungil gadis tersebut membuat dia gelisah dan dengan sedikit keberanian mencium nya tadi.


Dia hanya berpikir jika Embun menolak nya dalam rontahan, mungkin dia akan melepaskan ciuman nya, nyata nya gadis tersebut diam dan pasrah, membiarkan dia bergerak menuntaskan rasa didalam hati nya.

__ADS_1


Semakin Embun pasrah dan diam, menerima perlakuan Bara, semakin nakal laki-laki tersebut bergerak memberikan ciuman manis dan panas untuk gadis tersebut.


Hingga akhirnya ditengah ciuman yang begitu manis mem buaikan mereka, tiba-tiba satu suara deheman dan peringatan membuat Bara seketika melepaskan perlahan ciuman nya dari Embun.


"He em....he em....aku harap kalian tidak lupa ini di mana"


Dan suara tersebut seketika membuat Embun juga terkejut, dia mendorong tubuh Bara di ikuti oleh laki-laki tersebut yang melepaskan ciuman mereka.


"jangan melakukan hal yang sangat ceroboh, bayangkan bagaimana jika orang lain yang masuk saat ini, Bara?"


perempuan itu bicara sembari terus menaikkan ujung alis nya, dia pikir Bara cukup ceroboh saat ini karena memberikan ciuman kepada Embun di dalam ruangan dan juga rumah sakit umum ini.

__ADS_1


"kita tidak pernah tahu siapa yang akan masuk ke dalam ruangan ini dan siapa yang akan kau temui, aku tahu kau tidak bisa menahan perasaanmu yang menggebu-gebu Bara, tapi bergerak hati-hati akan jauh lebih baik untuk melindungi Embun dan juga anak-anak kalian"


ucap perempuan itu lagi kemudian.


"kau pasti tidak ingin sejarah terulang lagi bukan?"


dan saya perempuan itu berkata seperti itu Bara seketika diam.


"kembalilah ke Jakarta dengan hati-hati, waktumu semakin menyempit saat ini Bara, dan sepertinya kakek mulai cukup curiga dengan kehamilan Ayla, aku pikir ada seseorang yang mungkin telah memberikan peringatan pada kakek soal Ayla, bergeraklah sedikit lagi hingga kakek menandatangani semua nya, setelah semuanya berpindah kau bebas bergerak untuk menyingkirkan siapapun di sekitarmu"


dan perempuan itu terus bicara memperingati Bara, membuat laki-laki tersebut seketika diam untuk waktu yang cukup lama, kemudian laki-laki tersebut melirik ke arah Embun di mana gadis itu masih tidak paham dengan apa yang diucapkan dan dibicarakan oleh perempuan yang ada di hadapan mereka tersebut.

__ADS_1


Embun hanya mampu mengerutkan keningnya dan berusaha untuk merangkai kata demi kata yang diucapkan oleh perempuan tersebut dan memikirkan maksud dari ucapan nya itu.


__ADS_2