
The Andaram Group
Ruang kerja Kakek tua Andaram.
Kakek tua Andaram terlihat mengeratkan rahangnya untuk beberapa waktu, jangan ditanya bagaimana kemarahannya saat ini yang jelas dia hanya mampu mengepal tangannya untuk beberapa waktu dan tidak lama kemudian.
Brakkkkkkk.
satu hantaman keras terdengar memecah keadaan, dimana tangan kanan kakek tua Andaram memukul bagian meja kaca miliknya yang ada di hadapannya tersebut dengan kekuatan yang cukup dahsyat.
Pranggggg.
__ADS_1
dan percayalah meja kaca itu seketika hancur berkeping-keping dan genggaman tangan laki-laki tua itu bisa dilihat mulai mengusir darah secara perlahan akibat dari pukulan yang dia berikan pada meja kaca yang ada di hadapannya tersebut.
Mama Reni memejamkan bola matanya sejenak untuk beberapa waktu ketika dia melihat kakek tua Andaram memukul meja itu dan ketika dia mendengar suara dahsyat meja yang hancur berantakan karena pukulan tersebut.
Selang beberapa waktu perempuan itu buru-buru membuka bola matanya, melihat cucuran darah yang keluar dari genggaman tangan kakek tua Andaram. perempuan itu jelas saja panik buru-buru dia langsung bergerak mendekati kakek tua Anda haram dan meraih kotak tisu dengan cepat di mana dia mencoba untuk menghapus udara yang ada di tangan kakek tua tersebut.
dia sama sekali tidak berani mengeluarkan suaranya mencoba untuk mengitari ruangan itu dan mencari kotak P3K.
"bagaimana bisa kedua orang tersebut bermain di belakang semua orang termasuk diriku dan bahkan kamu tidak menyadarinya" alih-alih peduli dengan kondisi tangannya kakek tua Andaram mulai mengeluarkan suaranya, jilatan api kemarahan tampak berkobar-kobar di balik bola matanya di mana dia mencoba untuk menetralisir kembarannya saat ini namun nyatanya laki-laki tua tersebut sama sekali tidak bisa melakukannya karena kemarahannya saat ini benar-benar sudah pecah.
Ayla.....dia berharap Ayla menjadi cucu mantu kesayangannya, tidak pernah menyangka jika perempuan itu menghianati Bara dan dia memiliki hubungan dengan Endar selama beberapa waktu ini. padahal jelas-jelas dia memimpikan Ayla terus mendampingi Bara untuk waktu yang cukup lama dan dia berharap kedua orang tersebut melewati masa-masa mereka hingga tua dan meninggal dunia, dia berharap Ayla melahirkan anak-anak dari Bara yang tidak lain adalah penerus kejayaan Andaram berikutnya.
__ADS_1
Mama Reni sama sekali tidak menjawab ucapan dari kakek tua Andaram, dia lebih memilih untuk meraih kotak P3K dan beberapa obat di dalamnya termasuk Betadine, kain kassa, alkohol juga pinset di mana dia pikir siapa tahu serpihan kaca yang dipukul oleh kakek tua Andara mengenai telapak tangan atau punggung tangan laki-laki tua tersebut.
dia buru-buru mendekati dirinya pada kakek tua andaran dan meraih tangan kok tua dan juga telah banyak keriput tersebut secara perlahan, meraih sebuah kapas dan mencoba untuk membersihkannya, namun nyatanya belum juga dia benar-benar mampu melakukan hal tersebut kakek tua adalah langsung menarik tangannya dengan cepat.
"kau sama sekali tidak merespon ucapanku dan memilih diam atas skandal gila yang telah dilakukan dua orang tersebut". kakek tua andaram terlihat kesal menatap ekspresi yang dikeluarkan oleh Reni dia pikir bagaimana bisa perempuan itu tidak menghiraukan berita yang pecah saat ini di mana berita itu disiarkan di televisi sejak pagi tadi hingga bahkan masuk juga ke surat kabar dan majalah.
mendengar apa yang diucapkan oleh kakek tua Andaram membuat Mama Reni menghela bulan nafasnya, dia memilih untuk memundurkan langkahnya di mana dia tahu kakek tua Andaram menolak pertolongannya, perempuan itu memilih untuk duduk di atas kursi mendominasi berwarna hitam di hadapan meja kerja kakek tua Andaram.
"aku sama sekali tidak bisa mengeluarkan suara ku saat ini, karena pada akhirnya aku sama sekali tidak bisa untuk menghapus berita yang telah pecah" dan perempuan itu menjawab ucapan kakek tua Andaram secara perlahan.
"aku tahu ayah begitu marah saat mendengar berita ini tapi melukai diri sendiri atau melakukan hal yang bisa merugikan diri kita aku pikir jelas itu bukan keputusan yang baik" lanjut perempuan itu lagi kemudian sembari menatap dalam wajah laki-laki tua di hadapannya tersebut.
__ADS_1