
Pada akhirnya mereka tak saling bicara antara satu dengan yang lainnya untuk waktu yang sangat lama, Bara terlihat fokus pada setir mobilnya dan meluruskan pandangannya ke depan tanpa peduli lagi pada Ayla.
hingga pada akhirnya laki-laki itu menghantarkan dirinya pada tempat dimana mereka tinggal, sebuah villa khusus keluarga Andaram,dimana dirinya tinggal bersama kedua mertuanya dan Bara sama sekali tidak kembali untuk menginap disana.
"Malam ini tidak menginap disini lagi?"
Ayla menaikkan ujung alisnya, menatap suaminya untuk beberapa waktu, dia pikir semalam tidak tahu pukul berapa Bara tiba di bali, tapi laki-laki tersebut tidak datang untuk menginap di Villa.
entahlah kemana sebenarnya laki-laki tersebut pergi dia tidak tahu, dan malam ini dia pikir laki-laki tersebut kembali tidak pulang ke villa keluarga besar Andaram.
"Aku memilih tinggal di hotel"
Laki-laki tersebut bicara cepat, tidak menatap kearah Ayla sama sekali, memilih mengabaikan Perempuan tersebut dan menunggu Ayla membuka pintu mobil kemudian keluar dari sana dengan cepat.
Bara harus segera kembali ke villa keluarga Andaram lainnya, yang tidak pernah dikunjungi hingga sejauh ini, hanya hal-hal tertentu orang mau mengunjungi tempat tersebut, karena letaknya cukup jauh dan juga memang sulit menemukan kendaraan kesana.
"Hotel?"
Ayla menaikkan ujung alisnya.
"Kenapa harus tinggal terpisah?"
Dia bertanya gelisah.
Bara menoleh cepat kearah Ayla, bola matanya tajam menatap perempuan tersebut, seolah-olah siap membunuh Perempuan tersebut jika membantah ucapannya.
"Sejak kapan kamu begitu peduli pada ku?"
Bara bertanya dingin, membuat Ayla menelan salivanya.
"Kau menampilkan permusuhan kentara pada ku Bara, aku tidak paham dengan dirimu sekarang, semakin kemari semakin sulit kamu untuk dapat aku pahami"
__ADS_1
Perempuan tersebut menatap tidak berdaya, sedikit kesal Bara memperlakukan nya dengan sedikit buruk.
"Apa persoalan anak benar-benar membuat kamu marah padaku? atau sebenarnya hal yang lain yang membuatmu begitu marah pada ku?"
Pada akhirnya Ayla memberanikan diri bertanya mencoba untuk memancing, dia ingin tahu kenapa jarak mereka semakin lama semakin menjauh seperti orang asing.
Mungkinkah Bara mengetahui perselingkuhan nya?!.
Dia berharap apa yang dia lakukan sama sekali tidak terendus Bara, karena jika tidak habis semuanya, laki-laki tersebut bisa saja menceraikan nya dan membuang nya seperti sampah.
Meskipun pernikahan mereka hanya berdasarkan kesepakatan dimasa lalu, dimana dia dan Bara berkata mereka akan bercerai dan saling memberikan kebebasan, tapi ada syarat mutlak yang diberikan Bara untuk dirinya.
"Tidak ada perselingkuhan yang membuat malu keluarga Andaram, kau bisa melakukan nya jika kita sudah bercerai, atau berselingkuh lah tapi bukan dengan salah satu Anggota keluarga Andaram karena jika tidak kau akan hancur secara perlahan"
Dan Ayla melanggarnya.
Kakek pasti akan membunuh nya.
Anggaplah Ayla serakah karena tidak mau dirugikan sama sekali, tapi dia harus bertahan melawan orang-orang picik diantara mereka.
Dan dia memang mencintai laki-laki lain dalam lingkar kebahagiaan nya, laki-laki itu mampu mempersembahkan cinta pada nya dimana Bara tidak mampu memberikan dia cinta yang sama.
Bara seperti api, terobsesi untuk menghancurkan Andaram, menjatuhkan kakek nya sendiri dan orang-orang yang membunuh ayah nya juga yang menginjak-injak ibu nya, dia menginginkan Chintya perempuan yang selalu ada untuk nya sejak dia kecil, dan Bara tidak membutuhkan siapa-siapa termasuk dirinya.
Semua orang yang ada di lingkaran Bara hanya menjadi boneka tak bergerak yang di jadikan pion catur untuk maju hingga ke finish permainan.
Termasuk meminta dia hamil dan memiliki anak.
Anak akan menjadi senjata terakhir Bara untuk mendapat kan hak penuh nya di Andaram, dan dia akan di buang cepat atau lamban.
Ayla tidak akan Mau melakukan nya, sejati nya seorang ibu dan anak tidak akan terpisahkan, dan dia tidak akan mau melahirkan untuk Bara demi berpisah pada anak-anak nya.
__ADS_1
Dia bahkan tidak bisa mempercayai siapapun di keluarga Andaram termasuk suami nya sendiri.
Dan melibatkan gadis lain untuk melahirkan anak Bara jelas pilihan yang tepat.
Dia tidak akan merasa terluka lebih dalam.
"Turunlah, aku sedang terburu-buru"
Suara Bara seketika mengejutkan pemikiran Ayla, perempuan tersebut diam, menatap Bara untuk beberapa waktu, memilih tidak melanjutkan tanya, keluar dan turun dari mobil lalu membiarkan mobil Bara melesat pergi meninggalkan dirinya.
Ayla mendongakkan kepalanya, dia menghela kasar nafasnya.
Siapapun yang masuk ke keluarga Andaram tidak akan pernah baik-baik saja, sebelum kakek musnah. Tidak akan ada yang bahagia, mereka harus saling bertahan untuk sampai pada titik akhir kekuasaan.
Dan dia berharap tebakan nya tidak benar, Bara sengaja tidak membicarakan soal kecurigaan perselingkuhan nya karena Bara pergi bersama gadis kampung itu saat ini dan tinggal dengan Embun.
Artinya Bara akan berperang sama gila nya dengan ayah nya dimasa lalu untuk mempertahankan istri yang tidak diinginkan kakeknya.
Kisah masa lalu akan terulang kembali.
Tapi Bara sedang bermain licik, laki-laki tersebut masih mempertahankan dirinya untuk menjadi temeng Embun agar tidak diketahui oleh sang kakek.
Laki-laki tersebut menunggu anak itu lahir sebagai pewaris berikutnya, mendepak semua orang untuk menghancurkan kakek Andaram dan orang-orang secara diam-diam.
"Sudah bisa menebak jalan pikiran nya?"
Suara seseorang mengejutkan Ayla, tapi dia tidak bergeming, memilih menatap mobil Bara yang pergi menjauh di ujung sana.
"Kalian masih saling memanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan antara satu dengan yang lainnya"
Ucap suara tersebut sambil menaikkan ujung bibirnya.
__ADS_1