Embun Untuk Bara

Embun Untuk Bara
Semua orang sejatinya saling menikam


__ADS_3

Setelah berkata seperti itu, Bara langsung membuang pandangannya, dia kembali memfokuskan mobil nya kedepan tanpa berniat kembali melirik kearah Ayla atau mengajak perempuan tersebut bicara.


Bara terlihat menggenggam erat telapak tangan nya pada stir mobil milik nya, satu ingatan menghantam dirinya dimasa lalu.


*****


Kembali ke masa lalu.


"Kakek terus mendesak mu untuk menikah tapi bukan dengan Cintya"


Papa Endar bicara dengan Bara, menatap laki-laki dihadapan nya tersebut untuk beberapa waktu.


Bara terlihat diam, memilih tidak mengeluarkan suaranya sama sekali.


"Pergilah mendapatkan pernikahan dengan Ayla, dia bisa kamu ajak berkompromi dan membuat kesepakatan untuk mencapai tujuan bersama, kau hanya perlu bertahan hingga kakek menyerahkan Andaram pada mu, dan Ayla membutuhkan bantuan Andaram group untuk mempertahankan perusahaan orang tua nya"


Ucap tuan Endar lagi.


Hal tersebut sontak membuat Bara menaikkan tatapan nya.


"Terlalu aneh saat papa terus menawarkan hal tersebut pada ku, aku tidak tertarik untuk menikah saat ini"


Bara berucap dengan cepat.


"Itu artinya kau akan kehilangan semua di Andaram group sama seperti ayah kandung mu"


Seketika Bara terdiam mendengar ucapan laki-laki dihadapan nya tersebut.


Hubungan keluarga Andaram begitu rumit, orang tua kandung Bara menikah tanpa persatuan karena kasta berbeda antara ayah dan ibu nya, ibu nya hanya seorang gadis dari keluarga miskin yang tidak pernah di sukai Kakek nya.


Karena keadaan kakek nya mau tidak mau menerima kehadiran ibu nya, karena laki-laki tersebut hanya menginginkan anak yang ada diperut ibu nya.


Keluarga Andaram tidak sebaik di luar nya, perebutan kekuasaan terjadi diam-diam didalam, tidak ada orang yang mempercayai orang lain di dalam keluarga tersebut, semua orang saling menikam untuk bisa mendapatkan bagian sekecil apapun dalam keluarga tersebut.

__ADS_1


Perebutan kekuasaan sungguh kejam.


Ayah nya meninggal dunia dalam tragedi berdarah, tidak tahu siapa yang patut di curigai,semua orang terlihat mencurigai dan menakutkan untuk Bara.


Endar adalah laki-laki yang dinikahi adik ayah nya, dan Reni adalah bibi muda nya, adik dari ayah nya.


Mungkin yang masih bisa dia percaya di Antara semua orang adalah kedua orang tersebut, tapi tidak menutup kemungkinan kedua orang itu akan menikam nya diam-diam dari belakang.


Bara selalu waspada, berusaha tidak mempercayai siapapun di antara semua nya, meskipun mama Reni jelas paling menempilkan kekhawatiran untuk dirinya.


Wanita tersebut selalu berkata.


"Menikahlah karena kakek mu hanya menginginkan hal tersebut, Ayla perempuan pilihan nya, karena kakek Ayla memiliki perjanjian dengan nya di masa lalu, tapi mama tidak berharap kau benar-benar jatuh cinta pada nya, karena ular pada akhirnya akan mengeluarkan bisa nya"


"Cukup pura-pura buta, padahal sebenarnya kau bahkan bisa berjalan di tempat tergelap sekalipun, Hingga Andaram menjadi milik mu, bertahanlah seperti kata mama mu"


"Penuhi semua perkataan kakek, tapi bukan berarti kamu harus tunduk di bawah kaki nya, kau Bara, yang selama nya akan menyala bagaikan api yang akan membakar semua orang yang pernah melenyapkan papa mu dan juga mama mu"


Dan Bara terlalu naif, dia nyaris mempercayai Ayla pada pernikahan nya, 4 tahun dalam pernikahan bujuk rayu Ayla nyaris membuat dia membuka hati nya, pernikahan atas perjanjian ingin dia ubah menjadi pernikahan sesungguhnya tanpa keegoisan didalam nya tapi satu kenyataan menghancurkan dirinya, Perempuan tersebut bermain api di belakang nya.


Saat kakek berkata begitu, dia menatap Ayla untuk beberapa waktu.


Anak?!.


Sejenak dia mengerutkan keningnya.


"Aku tidak akan memiliki anak bersama nya"


Itu yang dia ucapkan pada mama Reni.


"Buat karir nya semakin meroket, desak dia agar segera hamil, aku ingin dia terdesak dalam keadaan, membiarkan aku mencari gadis lain untuk mengandung anak ku secepat nya"


Di tahun ke lima pernikahan mereka, Bara mengatakan hal tersebut pada Mama Reni dan seorang perempuan dihadapan nya.

__ADS_1


"Semakin dia berjaya dengan karir nya, semakin dia terdesak, semakin dia tidak ingin memiliki anak bersama ku maka semakin besar bayaran mu"


Bara menggeser sebuah amplop mendominasi berwarna coklat kearah Perempuan yang ada dihadapan nya.


"Setelah itu kau tahu apa yang harus kamu lakukan?"


Tanya bara lagi kemudian.


Perempuan tersebut menganggukkan kepalanya.


Mama Reni terlihat menaikkan ujung bibirnya sembari dia membenahi kutek di kuku-kuku nya.


*****


Kembali ke masa sekarang.


Masih didalam mobil Bara.


Ayla berusaha untuk menghela kasar nafasnya.


Bara terlihat menyulut api di rokoknya secara perlahan, masih membiarkan satu tangan nya menyetir mobil yang dia kendarai, laki-laki tersebut terlihat begitu mempesona dengan cara dingin dan datar nya.


"Beberapa bulan ini kau semakin banyak berubah"


Ucap Ayla sembari menatap Bara, kemudian dia membuang pandangannya.


"Bukan aku yang membuat semua nya berubah, tapi kamu sendiri yang melakukannya"


Bara menjawab cepat, menghisap rokoknya kemudian membuang asap nya secara perlahan.


Ayla diam, memejamkan bola matanya sambil berpikir dengan was-was.


Mungkinkah Bara sudah tahu kebusukan nya?.

__ADS_1


Dia khawatir tapi enggan menampakkan kegelisahan nya.


__ADS_2