Embun Untuk Bara

Embun Untuk Bara
Saling meminta janji


__ADS_3

Masih kediaman tersembunyi Bara dan Embun


Kamar utama Bara dan Embun


02.40 am.


Setelah melewati sesi percintaan di antara dirinya dan Embun laki-laki tersebut hanya melelapkan sejenak bola matanya untuk beberapa jam setelah itu dia terjaga dari tidurnya dan tidak bisa lagi memejamkan bola matanya.


pada akhirnya dia memilih untuk memiringkan posisi tidurnya beberapa waktu di mana dia pada akhirnya menatap Embun yang kini telah terlelap di dalam tidurnya sejak mereka melewati sesi panas mereka bersama.


laki-laki itu membiarkan dirinya memperhatikan perempuan di sampingnya untuk waktu yang cukup lama sembari secara perlahan tangan kanannya menyentuh lembut perut Embun dan mulai mengelus nya secara perlahan.


Ada bagian dari pada harapan yang Bara sematkan di dalam doa dan juga pengharapannya dimana dia ingin dan juga memiliki banyak harapan agar anak-anak yang ada di dalam perut Embun lahir dengan selamat dan baik-baik saja.


Ketika dia menyentuh perut perempuan tersebut, seketika Embun menggeliat, perempuan itu membiarkan kepalanya miring ke arah sisi kanannya dan secara perlahan dia membuka bola matanya. seketika perempuan tersebut sedikit terkejut saat menyadari jika Bara belum terlelap di dalam tidurnya.

__ADS_1


"Belum tidur?" Embun bertanya dengan tatapan sayu nya, di mana perempuan tersebut berusaha untuk membiasakan bola matanya pada silaunya cahaya lampu yang ada di atas kepala mereka.


Bara mengembangkan senyumannya kemudian dia menjawab.


"hanya tiba-tiba saja tidak bisa tidur" jawab laki-laki itu cepat kemudian dia melanjutkan ucapannya


"jangan khawatir soal apapun kamu bisa melanjutkan lagi tidurmu" ucap Bara lagi kemudian.


Dan saat mendengar ucapan Bara, seketika Embun tidak lagi merasa mengantuk,dia memilih untuk membuka lebar-lebar bola matanya dan berkata.


mendengar apa yang diucapkan oleh perempuan di hari pendidikan tersebut membuat Bara tertawa kecil, dan percayalah hal tersebut cukup mengejutkan Embun dimana selama mereka bersama sangat sulit sekali untuk dirinya melihat laki-laki tersebut tertawa seperti itu.


seketika hal tersebut membuat Embun langsung menyentuh wajah marah dengan telapak tangan kanannya secara perlahan.


"kamu terlihat begitu tampan saat tersenyum seperti ini" Embun bicara sembari menelisik bola mata Bara untuk beberapa waktu, menikmati wajah laki-laki tersebut yang kini dimana Bara juga menatapnya dengan cara yang begitu hangat.

__ADS_1


"Benarkah?" laki-laki tersebut bertanya Pelan.


"apa kamu menyukainya?" dia bertanya lagi pada perempuan di hadapannya tersebut di mana mereka saling berbaring mensejajarkan diri dan saling menatap bola mata antara satu dengan yang lainnya.


mendengar pertanyaan Bara, Embun langsung menganggukkan kepalanya secara perlahan.


"Berjanjilah padaku agar selalu tersenyum bahagia dalam seumur hidupmu hmmm" pintar perempuan tersebut kemudian kepada dirinya, membuat Bara sejenak diam dan tidak membalas ucapan Embun.


"aku akan melakukannya tapi berjanjilah juga padaku" ucap laki-laki tersebut kemudian secara perlahan sembari dia menyentuh lembut wajah Embun balik dan membiarkan jemari-jemari kokoh nya mengelus lembut pipi Embun secara perlahan.


mendengar apa yang diucapkan oleh Bara membuat Embun langsung mengernyitkan dahi nya.


"Apa itu?" dia bertanya dengan rasa penasaran yang tinggi.


"Berjanjilah akan terus berada di samping ku dalam keadaan apapun dan berjanjilah kamu tidak akan pernah meninggalkanku juga dalam keadaan apapun" Dan barisan demi barisan ucapan yang dilesatkan oleh Bara membuat embun seketika kehilangan kata-katanya.

__ADS_1


Bisa dilihat bola mata perempuan tersebut tampak berkaca-kaca, dan di beberapa detik berikutnya Embun langsung mengangguk kan kepalanya.


__ADS_2