
Embun membiarkan Bara memeluk erat dirinya, meskipun bingung dia membiarkan laki-laki tersebut melakukan nya.
Entahlah berapa lama Bara memeluk nya, kemudian laki-laki tersebut melepaskan pelukannya secara perlahan, lantas secara tiba-tiba Bara menyentuh lembut kedua belah pipinya, membuat Embun seketika memejamkan bola matanya dengan refleks atas perlakuan Bara yang cukup mengejutkan dirinya.
Jantung Embun seketika menjadi tidak baik-baik saja, dia gelisah atas perlakuan laki-laki tersebut kepada dirinya.
"Kamu pergi kemana?"
Pertanyaan laki-laki tersebut terdengar seperti pasangan yang penuh ke posesif'an, khawatir tapi mengintimidasi, seolah-olah berkata Kenapa pergi kemana-mana tanpa izin dari nya.
"Aku membaca buku"
Embun menjawab pelan, cukup takut melihat bola mata Bara yang tampak dipenuhi warna gelap disekitar nya, gadis tersebut secara perlahan membiarkan jemari-jemari nya menyentuh lembut wajah laki-laki dihadapan nya tersebut.
__ADS_1
"Apakah semua baik-baik saja?".
Dia bertanya pelan, takut salah bicara atau menyinggung perasaan Bara.
laki-laki tersebut menatap dalam bola mata Embun, sentuhan dari jemari-jemari gadis tersebut seketika membuat Bara sejenak memejamkan bola matanya, baginya Embun selalu bisa menyejukkan perasaannya, dikala pemikirannya kalut dan berantakan Seolah-olah embun menjadi penyejuknya, di kala kepanikan mengantar dirinya seakan-akan embun menjadi pengobatan kepanikan itu sendiri, bahkan di kala emosinya mulai naik seakan-akan Embun menjadi peredam atas amarahnya.
karena itu dia gelisah, masih tidak tahu bagaimana sebenarnya hatinya, masih belum memahami perasaannya sendiri namun yang jelas dia tidak mau kehilangan.
"semua tidak terlalu baik"
dia sulit mempercayai orang lain tapi ini juga kali pertama dia mencoba untuk membuka suara dan bercerita soal kegelisahannya.
"beberapa hal membuatku khawatir belakangan ini, termasuk soal kamu"
__ADS_1
Ucapnya pelan sembari membiarkan jemari-jemarinya masih menyentuh wajah Embun dengan lembut dimana jemari Embun juga ikut mengelus lembut pipi kirinya.
"kamu bisa menceritakan apa kegelisahan dan kekhawatiranmu padaku, meskipun tidak bisa membantu mungkin aku bisa sedikit meredam kekhawatiran dan kegelisahan tersebut"
embun menjawab pelan sembari membiarkan bola matanya terus menelisik bola mata indah Bara.
"lalu kenapa mengkhawatirkan diriku juga? aku bisa menjaga diriku dengan baik"
lanjut embun lagi sambil berusaha mengembangkan senyumannya.
"kami baik-baik saja, anak-anak sama sekali tidak rewel, mereka patuh dan tidak menyusahkan aku"
Dia kembali bicara dan menyakinkan laki-laki dihadapan nya tersebut, masih membiarkan wajahnya mengembangkan senyuman terindahnya, memberikan kesejukan tersendiri saat Bara menatapnya, karena para orang tua selalu berkata tersenyumlah kepada laki-laki yang ada bersamamu ketika dia pulang, meskipun dia tidak membawa uang karena bisa jadi pulangnya saat itu membawa lelah dan masalah yang berat tanpa pernah diketahui oleh kita.
__ADS_1
Bara sama sekali tidak menjawab, membiarkan dirinya terus menatap gadis dihadapannya tersebut untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya tiba-tiba secara perlahan laki-laki tersebut menundukkan kepalanya membuang seketika terkejut dan di detik berikutnya tanpa diduga laki-laki itu melesatkan ciuman di bibirnya tanpa aba-aba.
Hal itu sontak membuat Embun membulatkan bola matanya secara refleks,dia merasakan satu sensasi manis dibalik bibirnya, dimana Bara dengan begitu lembut men cumbu bibirnya.