
Perjalanan kembali ke Jakarta
Jet pribadi Bara Andaram.
Bara terlihat duduk di atas kursi tepat di sisi kiri dimana Embun berbaring tidur di atas kasur didalam jet pribadi dengan nuansa cream muda dan coklat tua.
Laki-laki tersebut menikmati secangkir kopi sambil terus menatap beberapa lembar berkas yang ada di hadapannya itu, bahkan sesekali tangannya bergerak meraih mouse laptop di sisi kanan nya, membiarkan pandang nya berpindah dari berkas menuju ke arah layar laptop diharapkan nya.
Dia sedang merancang satu rencana diam-diam, mengambil alih Andaram group dibelakang semua orang.
"Kau yakin akan melakukan hal ini?"
Suara seseorang memecah keadaan, dilayar laptop nya terlihat gambar seseorang, dia melakukan panggilan di ujung sana dengan satu sosok tidak asing yang selalu bergerak diam-diam di belakang nya.
Martin.
__ADS_1
"Ini akan mempercepat semua hal, kita tidak mungkin bertahan terlalu lama, aku hanya butuh kakek menandatangani semua dokumen pemindah alihan hal dari nama kakek menuju ke nama ku"
Bara akhirnya bicara, dia menatap ke arah Martin yang kini tersambung panggilan Vidio bersama diri nya.
"Mungkin ini akan beresiko besar, beberapa keluarga Andaram bisa saja bergerak diam-diam untuk melenyapkan kamu"
Martin bicara ke arah Bara cepat.
Bara terlihat diam untuk beberapa waktu, dia kemudian melirik kearah Embun, gadis tersebut terlelap dalam tidur nya sejak tadi, obat vitamin dan obat lainnya yang diberikan oleh dokter pribadi nya cukup bagus, memuat Embun mendapatkan waktu istirahat baik nya selama didalam perjalanan mereka.
ucap laki-laki tersebut dengan cepat sembari dia membuang pandangannya dari embun dan memfokuskan kembali pandangannya pada Martin.
"aku hanya berharap kamu terus mengawasi keadaan Embun dari jauh, mungkin beberapa mata kakek sedang mencari keberadaan Embun juga mencari tahu apa yang terjadi pada Ayla, ucapan kakek pada Ayla cukup menandakan jika kakek mulai tahu ada yang tidak beres dengan hubungan kami"
Lanjut Bara lagi kemudian.
Martin terlihat mendengar kan, dia diam tidak menyahut ucapan Bara sama sekali, realita nya dia setuju jika kakek mulai curiga dengan Ayla belakangan ini, perempuan tersebut tidak bergerak hati-hati dalam banyak hal, aktifitas nya cukup meresahkan di luaran sana, tidak mungkin mata-mata kakek tidak mengetahui soal Ayla sedikit banyak nya.
__ADS_1
Apalagi Reni jelas sudah tahu jauh lebih lama soal affair suami nya, Endar.
"Lalu rencana lain apa yang akan kamu lakukan untuk membuat kakek memutuskan untuk mempercepat memindahkan hak-hak Andaram ke tangan kamu?"
Dan laki-laki itu bertanya kepada Bara, ingin tahu apa rencana laki-laki tersebut saat ini.
Bara belum menjawab, memilih untuk diam beberapa waktu, dia menggerakkan pulpen yang ada di tangan nya untuk beberapa waktu.
"Ini mungkin sedikit rumit dan sulit, tapi aku pikir mungkin ini akan menjadi satu-satu nya cara untuk mempercepat semua nya"
Jawab Bara kemudian sambil menatap tajam ke arah Martin yang masih setia menunggu jawaban nya.
"Kau bisa menyebarkan nya?"
Tanya Martin kemudian.
Bara hanya menaikkan ujung bibirnya, dia tidak menjawab, hanya menampilkan seringai licik di balik wajah tampan nya.
__ADS_1