
Disisi lain.
Embun terlihat menatap kearah jalanan ketika laki-laki dihadapan nya membawa dia pergi menjauh dari Villa yang dia tempati sebelum nya.
Masih bisa Embun lihat sisa bayangan Bara yang mulai menghilang di ujung sana, entah kenapa tapi hatinya tiba-tiba merasa begitu gelisah, takut sesuatu yang buruk terjadi pada laki-laki tersebut.
"Tuan kita sebenarnya mau kemana?"
Embun bertanya ragu-ragu saat mereka telah jauh, dia tidak pernah berada di Bali sebelum nya, ini kali pertama dia melakukan kunjungan ke Bali, dia jelas buta dan tidak tahu menang tentang tempat tersebut, jauh dari Bara jelas membuat nya gelisah.
"Jangan memanggil saya tuan, nona"
Alih-alih menjawab, laki-laki tersebut bicara jika kata tuan jelas tidak akan pantas disematkan untuk dirinya.
"Anda bisa memanggil saya, Indra"
Lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.
"Saya bawahan tuan Bara, akan mengantarkan nona ke tempat yang aman agar tidak terjangkau oleh semua orang"
Dan saat laki-laki tersebut berkata seperti itu jelas saja membuat Embun mengurutkan keningnya.
__ADS_1
"Ya?"
Aman dari jangkauan semua orang?!.
ucapan laki-laki itu semakin membuatnya gelisah, dia pikir apa yang dimaksud oleh laki-laki tersebut, siapa yang berusaha untuk menjangkau dirinya? kata semua orang jelas bukan berarti satu itu artinya ada banyak orang yang berusaha untuk mengejar dirinya.
"Kakek mulai Curiga, sepertinya ada yang mulai membuka suara pada kakek soal kehadiran nona, meskipun tidak dipungkiri bagi nona Ayla anda adalah batu loncatan dia untuk bertahan di samping tuan Bara, tapi untuk beberapa orang yang mungkin memantau dan menyadari kehadiran nona menganggap nona sebagai ancaman terbaru"
Laki-laki bernama Indra tersebut mulai bicara.
"Anak-anak anda dan tuan Bara akan mempersulit beberapa orang untuk mendapatkan Andaram group, menyingkir kan tuan Bara jelas bukan perihal mudah, saat ada anak-anak yang akan dilahirkan itu akan semakin mengancam posisi mereka"
lanjut laki-laki tersebut lagi kemudian.
Ayla tidak bisa menyingkirkan nya karena perempuan itu membutuhkan dirinya, tapi beberapa orang lainnya menganggap kehadiran Embun sebagai ancaman besar.
Karena itu tidak heran Ayla tidak benar-benar bisa membenci nya, Perempuan tersebut bertahan karena membutuhkan Embun untuk menjaga posisi nya agar tidak tergeser di samping Bara.
Lebih dan kurang sebenarnya posisi dia dan Ayla sama, mereka sama-sama saling membutuhkan namun juga sama-sama terancam karena ada Bayi penerus Bara didalam perut Embun.
Sebagian menyakini Ayla yang tengah hamil, tapi beberapa orang mulai tahu dengan kehadiran Embun secara diam-diam.
__ADS_1
Pertanyaan nya, beberapa orang itu siapa?!.
"Bahkan jika kakek tahu nona Ayla tidak akan baik-baik saja, anda juga tidak dalam kondisi baik-baik saja"
lagi Indra bicara, membuat Embun terlihat gelisah, dia menggenggam erat kedua telapak tangan nya.
Kakek?!.
Dia pikir apakah itu tuan besar Andaram?!.
Dulu di masa kecil dan saat dia masih SMP, beberapa kali pernah bertemu dengan laki-laki tua itu di villa, dia tahu laki-laki tua itu bukan laki-laki ramah yang mau menghiraukan orang-orang disekitar nya, bahkan laki-laki tua tersebut tidak jarang membuat para pekerja di villa dan kebun teh merasa ketakutan atas kemarahan nya yang sering datang tiba-tiba.
Entahlah kehidupan keluarga kaya raya terkadang terlihat menyenangkan didalam nyatanya begitu mengerikan didalam, pikir Embun.
ditengah pemikiran nya, tiba-tiba saja Indra mengentikan mobil nya dengan mendadak.
Cittttt.
Hal tersebut membuat Embun cukup terkejut.
"Sial"
__ADS_1
Indra terdengar mengumpat dimana Embun terlihat terkejut dan berusaha untuk menahan diri nya yang nyaris terpental kedepan.