
Rumah sakit xxxxxxx
Pusat kota.
Embun menatap barisan antrian yang ada disisi kiri dan kanan nya, semua orang terlihat membawa pasangan mereka masing-masing, para suami terlihat duduk tepat disamping istri mereka.
Perempuan tersebut sejenak diam, mencari sosok Bara yang entah kemana sejak tadi, begitu masuk ke pintu rumah sakit laki-laki tersebut berkata agar dia pergi ke lantai atas lebih dulu.
Seperti nya ada urusan penting yang harus laki-laki tersebut lakukan sejak tadi.
tidak tahu kenapa tapi terbersih rasa iri saat melihat para istri ditemani dan didampingi oleh suami mereka, baru tahu rasanya bagaimana ketika perempuan hamil tidak didampingi oleh seseorang di sampingnya, begitu aneh dan juga tak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.
dia tidak berani berharap banyak pada laki-laki yang akan menjadi ayah dari anaknya.
perempuan tersebut menghilang peran nafasnya sembari meminjamkan bola matanya untuk beberapa waktu, dia sengaja menjuntai kan kakinya agar tidak benar-benar menyentuh lantai, menikmati masa di mana dia menggoyangkan kaki tersebut agar hilir mudik di bawah kursi yang dia duduki.
hingga pada akhirnya terdengar giliran nomor antrian miliknya, membuat Embun langsung membuka bola matanya, dia membiarkan dirinya berdiri dari sana dan bergerak masuk menuju arah ke ruangan dokter yang akan memeriksanya.
seorang dokter perempuan yang tersenyum ke arah dirinya begitu menyambut kedatangannya, satu perawat memberikan kursi kepada Embun, membiarkan perempuan itu duduk di sana tepat berhadapan dengan dokter yang ada di hadapannya.
__ADS_1
"Bara sudah menghubungi saya, kita akan mencoba untuk memeriksa kandungannya apakah dia se"d ketika di London"
dokter perempuan itu bicara dengan cepat sembari berdiri dari posisinya, dia mempersilahkan embun untuk naik ke atas ranjang periksa yang ada di ruangan tersebut.
"Saya Yang Akan menangani mbak Embun dan baby nya selama di Indonesia"
lagi perempuan itu lagi sembari menunggu Embun memberikan tubuhnya dibantu oleh perawat yang ada di samping Embun.
dia tanpa diam saat mendengarkan ucapan yang dilontarkan oleh dokter perempuan di hadapannya tersebut, itu artinya Bara memang benar-benar menitipkannya dan melepaskan dirinya sendiri disini, karena itu laki-laki tersebut sama sekali tidak menampilkan lagi batang hidungnya hingga saat ini setelah melepaskannya tadi di lantai bawah.
karena itu dia pikir dia tidak harus berharap banyak untuk kedatangan laki-laki tersebut saat ini, karena pada dasarnya laki-laki itu tahu dokter akan menangani dirinya, dan dia seharusnya tidak perlu khawatir soal apapun, dia juga tidak mesti terlalu banyak berharap soal apapun.
"karena proses surogasi di Indonesia di anggap ilegal, oleh karena itu saat melakukan proses tersebut bara membawa Nona Embun untuk melakukannya di luar negeri, namun untuk pengecekan kesehatannya kita akan melakukannya di sini, apakah bara sudah bilang jika kelahirannya kemungkinan besar akan kembali dilakukan di London?"
Embun menganggukkan kepalanya dengan cepat, dia sudah diberitahukan di sana soal segala prosedurnya, bahkan ada beberapa persyaratan yang cukup mutlak yang harus dilakukannya saat dia berada di London bersama Bara.
"apakah ada perasaan tidak enak pada bagian perut atau mengalami mual di pagi hari?"
dokter perempuan itu bertanya kepada Embun setelah dia memeriksa pada bagian perempuan tersebut.
__ADS_1
mendengar ucapan dari dokter itu seketika membuat Embun berkata.
"aku pikir semua berjalan tenang, tidak ada yang membuat ku tidak nyaman"
Ucap perempuan itu kemudian.
mendengar ucapan embul sejenak membuat dokter perempuan itu menganggukkan kepalanya.
"itu bagus, tidak semua perempuan akan mengalami morning sickness, terkadang ada kehamilan yang membuat mereka baik-baik saja namun ada juga para laki-laki akan menikmati kesulitannya"
setelah berkata seperti itu dokter perempuan tersebut mengembangkan senyumannya.
dia selesai memeriksa keadaan Embun dan mengizinkan perempuan itu untuk turun dari kasur di mana Embun berada, namun dikala embun baru saja turun dari kasurnya, tiba-tiba saja pintu depan terbuka.
bola mata ketiga perempuan tersebut seketika menatap ke arah pintu depan, di mana rupanya bara yang menyeruak masuk ke dalam ruangan tersebut, laki-laki tersebut tampak tidak baik-baik saja, wajah pucat dengan ekspresi wajah yang cukup sulit untuk di artikan.
"Apa kamu baik-baik saja?"
Dokter perempuan tersebut Bertanya sambil mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Aku pikir ada sesuatu yang salah dengan perut ku, Tya"
Ucap laki-laki tersebut sembari menahan rasa didalam tenggorokan dan perut nya yang tidak baik-baik saja.