
Embun terus menatap ke arah Bara yang terlihat tidak baik-baik saja, dia sempat berburuk sangka saat Bara meninggalkan dirinya di rumah sakit tadi, dia pikir laki-laki itu mengabaikannya dan pergi entah ke mana, namun rupanya bara pergi ke kamar mandi dan memuntahkan segala isi perutnya.
bahkan laki-laki itu mengeluh kepada dokter perempuan yang bernama Tya tadi tentang perutnya yang terus terasa tidak baik-baik saja, bara berkata semua terasa aneh dimulai dari pagi ini saat dia bangun tidur dan membersihkan diri.
ada beberapa aroma yang tidak dia sukai, bahkan hidungnya cukup sensitif saat dia masuk ke dalam rumah sakit tersebut tadi.
"Ada beberapa bau keringat yang menggangguku, dan itu membuatku tidak menyukai nya membuat ku
juga mual, bahkan beberapa hal juga menggangguku"
Bara mengeluh kepada dokter Tya untuk beberapa waktu tadi.
Alih-alih menjawab dokter Tya malah mengembangkan senyumannya, perempuan itu bahkan berkata agar bara datang ke tempat prakteknya bersama Embun minggu depan jika tidak ada perubahan pada diri bara di saat dia mencoba untuk memberikan resep pada laki-laki tersebut.
"aku akan coba untuk memberikan resep, aku harap kamu rutin meminumnya dan pastikan tidak membuangnya seperti biasa saat kamu berkonsultasi soal kesehatanmu pada dokter yang lainnya"
Ucap perempuan itu dengan penuh keyakinan sembari memberikan selembar resep kepada Embun.
"aku harap kamu menjaga Bara dengan baik dan mengatur pola minum obat serta makannya juga dengan baik"
__ADS_1
lagi perempuan itu lagi sembari menatap Embun dengan penuh senyuman.
meskipun sebenarnya dia bingung, pada akhirnya Embun hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda mengerti, dia pikir apa dia harus mengurus Bara hingga semuanya membaik? itu artinya laki-laki tersebut akan terus berada di tempatnya.
Embun jelas merasa sedikit keberatan, karena dengan begitu laki-laki itu akan sulit untuk kembali ke kediaman sebenarnya dan dia takut jika laki-laki itu terus berada di tempat nya, dia takut Ayla mencari Bara dan menyalahkannya seolah-olah dia telah menggoda Bara.
perempuan itu menoleh ke arah Bara untuk beberapa waktu di mana laki-laki tersebut terlihat fokus untuk menyetir mobilnya, beberapa kali Bara mencoba untuk memijat kedua belah pelipis nya dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanan laki-laki tersebut terus memegang setir mobil dengan bola mata yang terus fokus menghadap ke arah depan.
bisa dilihat Bara berusaha untuk mencium aroma fresh care yang ada di tangannya, sembari sesekali laki-laki itu menghela kasar nafasnya.
"apakah itu begitu menyiksa? mungkinkah pagi ini kita salah makan sesuatu hingga tuan merasa mual dan muntah seperti itu?"
pada akhirnya Embun memberanikan diri untuk bertanya, menatap laki-laki di sampingnya dengan wajah penuh iba.
mendengar pertanyaan Embun membuat laki-laki itu sejenak menoleh ke arah Embun untuk beberapa waktu.
"mungkin aku hanya butuh sedikit waktu istirahat, ini bukan masalah"
ucap laki-laki itu cepat kemudian membuang pandangannya dan kembali fokus ke arah depan.
__ADS_1
meskipun dia bicara seperti itu namun sebenarnya perutnya sangat tidak baik-baik saja saat ini, rasanya seakan-akan ada sesuatu yang berputar dalam perutnya, tentang makanan apa yang salah dia makan sejak semalam dia sama sekali tidak tahu, yang jelas Bara pikir dia benar-benar tidak baik-baik saja.
obat yang diberikan oleh dokter Tya cukup lumayan meredam rasa mual di perutnya, meskipun tidak dipungkiri rasanya dia seolah-olah ingin mati saat ini juga karena perutnya seakan-akan terguncang oleh sesuatu yang sangat tidak menyenangkan.
seperti orang yang mengalami mabuk mobil dalam perjalanan jauh, sangat menyiksa dan membuat tidak nyaman dirinya, bahkan dia pikir apa dia mampu untuk pergi ke sana kemari saat ini, dia cukup khawatir bagaimana caranya untuk pergi ke perusahaan dalam keadaan sangat tidak baik-baik saja.
Bara bukan tipe laki-laki yang gampang sakit atau tumbang, dan ini kali pertama dia merasa perutnya tidak baik-baik saja dan seolah-olah dia siap menghempaskan dirinya ke atas kasur guna untuk beristirahat.
Laki-laki itu mulai membelokkan mobilnya untuk masuk ke dalam halaman Villa di mana mereka kini telah tiba di dalam villa Bara, bola mata laki-laki itu menatap ke arah depan dan bersiap untuk memarkirkan mobilnya pada salah satu sudut halaman tersebut di mana seorang security berlarian menutup gerbang utama setelah selesai membuka gerbang dan membiarkan Bara melewati dirinya.
ketika laki-laki tersebut akan menepikan mobilnya seketika Bara membulatkan bola matanya ketika dia menyadari soal sesuatu di mana ada seseorang yang datang berkunjung ke dalam villa tersebut.
Bara langsung mengerutkan keningnya dengan cepat menyadari siapa yang datang di sana.
"Oh shi.t"
Laki-laki tersebut seketika mengumpan di kala dia baru saja mematikan mesin mobilnya.
Embun yang mendengar Bara mengumpat seketika langsung menoleh sembari ikut mengerutkan keningnya.
__ADS_1
dia melihat laki-laki tersebut menatap lurus ke arah depan pandangan yang penuh dengan kemarahan, seketika hal tersebut membuat Embun ikut mengarahkan bola matanya ke arah di mana Bara menatap saat ini.
sejenak perempuan tersebut membeku ketika dia menyadari saat sesuatu.