
Keesokan hari ..
Kita kembali pada rutinitas kerja , aku bangun dengan penuh senyuman dan semangat, walapun tubuh ini sangat kelelahan setelah “dihajar” habis habisan oleh Tian. Bahkan kedua kakiku begitu lelah saat melangkah memasuki kantor.
Senyumanku seolah menutup semua kekalutan dipikiranku. Aku begitu menikmati waktu bersama Tian, tapi pikiranku semakin mengkhawatirkan yang akan terjadi selanjutnya.
Aku tau, dia melakukannya dengan ku tanpa ada perasaan, hanya ***** dan rasa penasaran. Akupun ragu dengan ketulusannya menemaniku selama ini, aku berusaha percaya dia pria baik yang peduli padaku. Aku terpaksa merelekan segalanya demi dia, dengan harapan dia akan selalu ada menemani hari ku.
Aku tak menyesal telah melakukan dosa ini bersamanya, tapi aku takut setelah ini dia akan berubah karena tidak lagi penasaran denganku.
Seketika aku tersadar ,”sunggu bodoh kau Sofia, kau pikir pria lajang sepertia akan menghargai istri orang yang tak punya harga diri seperti kau”,
__ADS_1
“Ddoooorr, kak Sofia lagi bicara sama siapa” sapa Maudi yang mengkagetkan ku. “Gak ada, lagi ngetik aja jadi sambil ngomong sendiri, kamu gimana ? Masih gak tertarik sama Tian ?” , tanyaku sambil mengalihkan perhatian Maudi , “males lah kak, aku lagi serius sama pacarku, lagian dia kan idolakan kakak “, ucap Maudi sambil tertawa.
Meeting di kantor siang ini membuat harus bertemu dengan Tian, jantungku berdegup makin kencang, mana mungkin aku bisa tenang bertemu dengannya setelah apa yang kita lakukan kemarin. Mukaku mulai memerah sambil membayangkan bagaimana Tian “menghantamku” kemarin. “Sofia fokus fokus fokus, malu maluin aja ihh” aku membatin sambil berjalan ke ruang meeting.
Dan yaa ,,, aku bertemu dengan Tian, dia duduk tak jauh dengan ku, memandangku dengan wajah yang lelah. Aku kira hanya aku yang kelelahan hari ini, ternyata wajah Tian tak bisa menyembunyikan rasa lelahnya. Aku makiin salah tingkah dengan tatapannya, karena setia melihatnya di otakku hanya wajahnya yang sedang menindih tubuhku kemarin, “hei, jangan terlalu diliat, istri orang itu bro” salah satu teman kantor kami Riki menepuk pundak Tian, ternyata Riki telah memperhatikan Tian yang sejak tadi menatapaku, “santai bro kan hanya memandang gak diapa apain hahaha” Tian langsung mengelak sambil mencairkan suasana.
———
Tian : weekend ini aku ingin pulang, kamu gak apa apa kan ?
Tian : aku gak lama koq seminggu atau sepuluh harian deh , aku rindu rumah, ingin pulang dulu.
__ADS_1
Sofia : gak apa apa nih ? Jangan berubah ya kalau pulang ? Gak ada ketemu mantan pacar kan ?
Tian : kok berubah sih ? Kan aku cuma pulang kerumah sebentar aja, sudah tujuh bulan aku gak pulang kerumah.
Sofia : aku trauma sama orang yang berangkat lama, biasanya berubah sifatnya setelah kembali.
Tian akan segera pulang kerumahnya, jauh dari kota kecil ini. Aku yang baru saja mulai tenang dengan kehadirannya mulai khawatir, aku takut sikapnya akan berubah setelah jauh dariku. Aku pun khawatir dia berubah juga setelah kita “ML” karena tidak ada lagi rasa penasaran denganku. Aku bukan jatuh cinta atau memiliki perasaannya. Aku terlanjur meletakan rasa nyaman ku padanya .
Tian : tenang ajaaa , nanti aku bawain oleh oleh kok, kita kan masih bisa chatting, masih bisa video call juga . Aku tidur dulu ya , nite .
sofia : iyaa deh . Nite
__ADS_1
Chattingan kami mulai seperlunya, tak seintens awal dia mengenalku. Mungkin inilah sifat dasar laki laki , mereka hanya penasaran dengan yang belum mereka tau. Dan setelah merasakan, rasa penasaran itu mulai memudar.
Semoga ketakutan ku ini tidak benar terjadi. Aku masih ingin percaya dia berbeda .