FRIENDS WITH BENEFITS

FRIENDS WITH BENEFITS
Hingga Tua Bersama


__ADS_3

Setelah hampir dua jam masa pemulihan setelah operasi, akhirnya Azzura dipindahkan ke ruang rawat inap. Di sana sudah menunggu keluarga besar mereka, pakaian mereka belum semua terganti masih memakai pakaian pada saat acara pernikahan Teddy. Bahkan pengantin baru pun turut serta berada di ruangan itu.


Ucapan selamat diberikan untuk Azzura dan Raka, Jingga dan Ibu Citra saling berpelukan menangis haru dan bahagia mendapati Azzura selamat dan sehat.


"Lo ngapain kesini?" tanya Raka sambil berbisik pada Teddy yang berdiri di sampingnya.


"Ya nungguin kalian," jawab Teddy tak kalah berbisik pada Raka.


"Elah, biasa aja. Bukannya mikir malam pertama malah nongol di sini," kekeh Raka.


"Itu artinya gue setia kawan, setia sepupu, setia partner kerja, setia jadi bawahan," jawab Teddy.


"Ish, gue tersanjung." Raka kembali tertawa sambil menepuk-nepuk pundak Teddy.


"Gimana rasanya?" tanya Teddy.


"Rasa apa? malam pertama? nggak usah sok lugu," ledek Raka.


"Asem ... kalo itu ngapain gue nanya lo, ada juga gue lebih jago dan tangguh," jawab Teddy menaik turunkan alisnya.


"Jangan bilang tangguh kalo belum bisa sekaligus dua, kayak gue," jawab Raka sombong.


"Belagu dia ... itu kamar hotel udah gue cancel, nggak jadi kan lo nyari jalan lahir." Teddy tertawa keras.


Tawa dua lelaki yang selalu tidak tahu tempat itu membuat semua yang berada di sana memandang dengan alis yang berkerut. Raka dan Teddy tertunduk malu ketika tatapan Pandu, ayah Raka mengarah pada mereka.


"Dari kecil selalu seperti itu," ujar Pandu dengan wajah dingin.


"Tuh kan ...."


"Lo sih berisik."


Perkara saling menyalahkan itu mau tak mau membuat mereka berpisah dan mendekati pasangan masing-masing.


"Terus sekarang adek bayinya masih di inkubator?" tanya Wita.


"Iya, cuma untuk mengetahui kondisi bayi, karena mereka lahir belum saatnya," kata Azzura.


"Semoga baik-baik semua ya," ucap Wita lagi.


"Terus, ini pengantin baru ngapain kesini?" tanya Azzura menatap Siti yang tersipu malu.

__ADS_1


"Tau nih, pulang sana," usir Raka diikuti tawa dari semua orang.


"Ya udah kalo gitu, kita pulang yuk Sayang, kita di usir secara terang-terangan," gerutu Teddy sambil meraih tangan Siti.


"Pelan-pelan Ted, jangan langsung maen hajar," bisik Raka pada Teddy.


"Serahin sama gue, Ka," ujar Teddy tersenyum sombong.


"Karena pengantin baru mau pulang, kita juga sepertinya harus pulang. Harus istirahat juga, belum pada pulang dan ganti baju," ujar Langit. "Istirahat, Nak ... kamu seorang ibu sekarang, seorang ibu harus kuat dalam kondisi apapun, ya. Langit memberikan kecupan di kening Azzura, lalu mengusap-usap lengan putrinya itu.


"Iya, Didi ... Didi juga istirahat, biar besok kesini lagi udah bisa liat anak-anak Zurra," ujar Azzura dengan menahan agar matanya tak berembun karena rasa harunya.


"Selamat sekali lagi, Ka. Jadi bapak yang baik dan bertanggung jawab," ucap Langit serasa menohok di hati.


"Pasti, Didi ...."


"Lebih dewasa, jangan keseringan bercanda, sudah jadi Bapak, harus bisa menuntun keluarga kamu, membimbing anak-anak kamu," pesan Pandu menepuk pundak Raka. "Ayah pulang dulu, besok kesini lagi mau lihat cucu Ayah."


"Ibu pulang ya, Nak ... istirahat, banyak makan biar ASI nya banyak," kata Citra pada Azzura.


"Jaga anak dan cucu-cucu Mima, ya Ka." Jingga seraya mengusap lengan Raka. "Mima pulang, Sayang," pamit Jingga pada Azzura.


"Inget, Ka ... ASI nya buat si kembar," bisik Teddy terkekeh. "Gue balik dulu."


"Satu lagi, Ka."


"Apa?"


"Selamat menikmati puasa 40 hari bahkan lebih," ujar Teddy lalu menggandeng tangan Siti cepat-cepat pergi dari ruangan itu.


Ruangan itu mendadak sepi, Azzura baru sudah mulai bisa menggerakkan tubuhnya pelan-pelan, pengaruh obat bius pun lambat laun menghilang sehingga rasa sakit mulai terasa.


"Sakit ya?" tanya Raka lembut.


"Iya, udah mulai kerasa ... Sayang, panggil perawat dong."


"Kenapa?"


"Aku mau tanya cara memompa ASI," kata Azzura.


"Kok nanya ke perawat?"

__ADS_1


"Terus, aku harus tanya siapa? kamu? yang ada bukan memompa ASI tapi yang lain," ujar Azzura dengan wajah cemberut.


"Haha ... ya nggak gitu juga, Sayang," kekeh Raka lalu ikut berbaring di samping istrinya. "Aku di sini nggak apa-apa, kan?"


"Nggak apa-apa, aku malah pengen kamu di sini terus," ucap Azzura.


"Kamu laper? udah boleh makan kan ya? aku ambilin ya?"


"Nanti aja, aku mau di peluk," ujar Azzura manja.


"Mau aku peluk?" Raka memeluk Azzura menciumi pipi istrinya itu. "Kenapa?"


"Nggak nyangka ya," kata Azzura.


"Nggak nyangka kalo kita udah jadi orang tua?" tanya Raka dan Azzura mengangguk.


"Iya, anak kita dua, Sayang. Kamu bahagia, nggak?"


"Bahagia dong, masa nggak ... kebahagiaan luar biasa yang aku rasa selama hidup aku, setelah menikahi kamu," ujar Raka mengusap pipi Azzura.


"Janji ya ... selalu ada buat aku dan anak-anak, selalu menjaga hati kamu, kalo lagi jauh dari aku sama anak-anak, kamu harus tetap ingat sama kami, jangan pernah terbesit bosan sedikit pun sama aku, kalo rasa itu ada cukup kamu ingat kalo cinta aku terlalu besar buat kamu," ujar Azzura meneteskan air matanya.


"Pasti, aku janji ... kita akan selalu sama-sama sampai kita tua, sampai anak-anak kita bahagia. Selalu ingetin aku, kalo aku lupa apa artinya bersyukur memilik kamu dan anak-anak," ujar Raka mengusap air mata Azzura.


"Hingga tua bersama," ujar Azzura lalu menautkan bibirnya pada Raka, ciuman singkat namun penuh arti.


"Terimakasih, karena bersedia mendampingi aku, dengan segala kelebihan dan kekurangan aku, Ra."


Raka kembali menautkan bibirnya, ciuman pertama kalinya sebagai orang tua baru. Masih panjang perjalanan rumah tangga mereka. Masih banyak lika liku yang akan mereka hadapi, bukan hanya dari luar tapi juga dari dalam diri, tentang kesabaran, keegoisan bahkan keihklasan berumah tangga.


"Aku cinta kamu, Azzura," ujar Raka mengusap bibir basa Azzura dengan jarinya.


"Aku lebih lebih cinta sama kamu, Raka."


Senyum keduanya serta pelukan selamat malam itu menutup hari berat mereka, untuk menyongsong hari baru kehidupan mereka.


*


*


E.N.D

__ADS_1


Raka dan Azzura pamit undur diri ya 😘


Chida ❤️


__ADS_2