
Malam hari nya. Keluarga bahagia berkumpul di ruang makan untuk makan malam. Fanny memasak kan mereka berdua makanan yang sangat enak. Apalagi statusnya yang sudah menjadi kekasih Austin yang membuat Fanny harus melayani calon suami dan anak nya dengan sangat baik.
"Sayang, ini benar-benar sangat enak," ucap Austin.
"Hmmm ayah benar, ini sangat enak sekali, Adam suka.."
"Adam adam mau bertemu dengan mamah," tanya Austin.
"Mamah Adam mamat Fanny," jawab nya dengan sangat senang.
Jawaban Adam sudah menunjukan jika ia memang susah menganggap Fanny mamah nya, seperti nya dugaan Austin benar jika Giselle tak akan di akui mamah oleh Adam.
"Ayah mamah Adam mau adik, teman teman Adam di sekolah saja sudah punya adik," kata Adam dengan sangat manja.
"Sabar sayang, kamu tau membuat adik untuk mu itu tidak mudah, memerlukan waktu yang sangat lama," jelas Austin agar Adam tidak menunggu nunggu.
"Kapan," tanya Adam.
"Hmmm ulang tahun kamu ke 5 atau ke 6," jawab Austin.
"Oke Adam tunggu."
Fanny hanya tersenyum mendengar hal itu, itu tanda nya sudah siap memberikan Adam adik. Hanya saja status nya dengan Austin belum resmi, masih sepasang kekasih biasa. Austin juga belum membawa Fanny ke rumah orang tua nya.
Austin bukan tidak mau, ke dua orang tua dan adiknya masih di luar kota. Mereka berdua sangat sulit di temui, Austin menunggu momen yang tepat untuk membawa Fanny ke rumah orang tua nya.
"Fanny," ucap Austin.
"Iya.."
"Kamu dengarkan," tanya Austin.
"Iya aku dengar, resmikan saja dulu," jawab Fanny.
Setelah selesai makan. Fanny langsung menidurkan Adam, Adam yang sangat lelah langsung tertidur dengan cepat di pelukan mamah nya.
"Dia sudah tidur, aku juga perlu kamu tidur kan," bisik Austin pada Fanny.
"Mas.." Fanny bangkit dari tempat tidur Adam.
Austin menggendong Fanny dan membawa Fanny keluar dari dalam kamar Adam. Ia membawa Fanny ke sofa di lantai atas.
"Senang sekali ya, tidur dengan anak ku. Tidur dengan ku tidak mau," ucap Austin.
__ADS_1
"Hehehe kita belum menikah.."
"Mas aku tanya, kamu sudah 4 kali menikah Bagaimana semua nya bisa mau dengan kamu," tanya Fanny.
"Ya mau lah, aku tampan sayang. Pernikahan pertama ku aku kenal saat kuliah setelah lulus aku pun menikah. Tetapi gagal setelah 3 bulan menikah karena dia selingkuh, pernikahan ke dua kamu sudah tau kan, pernikahan ke tiga aku menikah dengan anak rekan bisnis ku, gagal karena aku selingkuh dengan yang ke empat, yang ketiga tidak suka dengan Adam, Adam terus menangis karena dia sangat kasar, jadi nya aku selingkuh dengan yang ke empat, aku pikir yang ke empat itu baik sekali dan dapat menerima Adam, karena yang ke empat sahabat nya ibu kandung nya Adam, tetapi ternyata sama saja."
"Kamu gila, empat lubang sudah di coba," kata Fanny.
"Hahaha sebentar lagi ke lima, dan yang terakhir. Aku yakin kamu yang terakhir untuk ku," ucap Austin.
"Bagaimana rasa nya, kamu menang banyak."
"Ya rasa nya enak sayang, beda beda setiap istri. Ah sayang kenapa bertanya si kan jadi ingat. Aku sudah setengah menjomblo," kata Austin.
"Sayang nanti kalau kita menikah, langsung saja ya. Biasanya kan aku menunda-nunda, nah karena Adam ingin adik jadi tidak usah menunda-nunda."
"Terserah kamu," ucap Fanny.
"Terus aku minta izin pada keluarga mu bagaimana??"
"Ya tidak usah, aku tidak memiliki keluarga lagi. Paman ku juga tidak menganggap ku lagi," kata Fanny.
Austin langsung memeluk Fanny dan mencium wajahnya. Ia menyesal bertanya seperti itu, pasti sangat berat untuk Fanny karena hidup sendiri begitu lama.
"Yakin, nanti kamu selingkuh dengan yang keenam bagaimana," tanya Fanny.
"Sayang tidak ada yang keenam. Kamu harus percaya aku, ya walaupun kita kenal kurang dari dua minggu, aku pasti bisa kamu percaya."
"Nanti sebelum menikah, aku bawa kamu ke salon. Kamu harus perawatan pengantin baru," kata Austin.
"Iya lah, nanti kamu jijik menyentuh ku bagaimana.."
"Hahaha jijik, mana mungkin, sekarang pun kalau kamu mau aku bisa," ucap Austin.
"Dasar mesum," kata Fanny.
Saat sedang mesra mesra nya. Handphone Austin bergetar, ada panggilan dari mantan istri nya gisella.
"Gisella, siapa itu," tanya Fanny.
"Mantan istri ku sayang, yang ke dua itu. Mamah nya Adam."
"Angkatlah, mana tau penting," kata Fanny.
__ADS_1
"Iya ada apa??"
"Austin besok aku ke rumah mu ya, aku sudah tidak sabar bertemu dengan Adam."
"Terserah mu, besok aku juga di rumah," kata Austin.
"Oke besok jangan lupa, bantu aku.."
"Hahaha iya iya aku pasti membantu mu," kata Austin.
Fanny mengerutkan dahinya. Austin dan mantan istri nya terlihat begitu dekat. Ia jadi takut jika Austin akan kembali dengan mantan istri nya, apalagi mantan nya itu mamah kandung Adam.
"Kamu seperti nya sangat dekat dengan nya," ucap Fanny setelah Austin menutup panggilan telepon itu.
"Sayang tidak sayang ku, kamu cemburu ya dengan nya," kata Austin.
"Ya menurut mu," ucap Fanny.
Austin sangat senang Fanny cemburu dengan nya, itu berarti Fanny memiliki perasaan padanya. Ia ingin menikah juga bukan paksaan diri nya.
"Sayang jangan cemburu dong, aku tidak akan macam macam aku janji," kata Austin.
"Hmmm iya iya.. Ya sudah aku ingin tidur."
"Tidur dengan ku, malam ini aku tidak mau tau."
"Nanti kamu macam macam," ucap Fanny.
"Tidak akan sayang," kata Austin.
Austin kembali menggendong Fanny dalam kamarnya. Mereka tidak berhenti di ranjang, Austin membawa Fanny ke kamar mandi mandi untuk bersih bersih.
"Sikat gigi," ucap Fanny.
"Ini milik ku, pakai lah."
"Jorok.."
"Jorok kata kamu, kamu saja sudah merasakan dalam mulut ku, masih saja du bilang jorok, aku bersih setiap 3 bulan sekali ke dokter gigi," ucap Austin.
Fanny berpikir apa yang Austin katakan benar, apa yang jorok, dia saja sudah merasakan bagaimana rasanya lidah dan air liur nya Austin. Untuk apa berkata jorok lagi.
Austin melepaskan kemeja yang ia pakai, ia ingin berganti piama tidur. Mata Fanny terbelalak melihat Austin yang terpanjang dada di samping nya, seperti nya ini pertama kali nya Fanny melihat Austin seperti itu. Tubuh yang sangat sempurna dengan dada yang di tumbuhi rambut halus.
__ADS_1
"Aku dengar pria yang berbulu seperti itu memiliki n*fsu hanya tinggi, pantas saja dia menikah 4 kali," batin Fanny.