Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)

Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)
Setelah malam pertama.


__ADS_3

Austin benar-benar menikmati nya, ia rasa ini malam pertama terbaik nya sepanjang kariernya menikah. Fanny benar-benar definisi wanita yang sempurna. Semua yang di lakukan Fanny sangat membuat nya bahagia. Karena tidak ingin lepas di sana, Austin menghentikan Fanny dan mulai ke bagian inti malam ini.


Fanny menahan nafas nya saat Austin mulai melakukan nya, tangan nya mencengkram kuat tubuh Austin sampai beberapa kuku menancap tajam. Fanny merasakan rasa sakit yang benar-benar luar biasa. Ia rasa milik nya terkoyak secara perlahan. Tetapi demi suaminya Fanny menahan nya sampai semuanya masuk ke dalam.


Seperti yang Austin harapkan, Fanny memang masih gadis. Meskipun keluar darah bukan indikasi kalau perempuan masih gadis tetapi ia sangat percaya dengan Fanny. Memang malam pertama nya ini malam pertama terbaik sepanjang masa nya, ia tidak akan mendapatkan hal ini pada wanita lain selain Fanny.


"Sakit.." Austin sengaja mendiamkan sejenak sambil mencium wajah istri nya.


Fanny membuka mata nya sambil menganggu kan kepala nya. Memang rasa nya sangat sakit sekali, mata nya sampai berkaca menahan air mata agar tidak jatuh. Sampai sekarang ia masih merasakan rasa itu, seperti nya milik nya masih ingin beradaptasi dengan milik Austin.


"Lihat lah," ucap Austin.


"Ah malu.."


"Hahaha untuk apa malu sayang, di sini proses adik adam terbentuk," ucap Austin.


Saat melihat wajah Austin, Fanny masih tidak menyangka jika ia menikah dengan Austin, ia menikah dengan majikan nya sendiri, yang seharusnya ia menjaga anak dari majikan nya malam membuat anak dengan majikan nya. Dunia memang tidak ada yang tau, semua nya berbeda tidak seperti apa yang di pikirkan nya.


"Mulai ya.."


"Pelan.." Fanny kembali memejamkan mata nya.


"Buka mata mu, tatap wajah ku," ucap Austin.


Fanny kembali membuka mata nya, memang lebih baik menatap wajah tampan suami nya.


"Sayang..." Mata Fanny terbuka dengan lebar begitu juga dengan ke dua bibir nya. Ya memang ia masih merasakan perih tetapi di sela sela rasa perih itu ada rasa yang belum pernah ia rasakan sebelum nya.


Mereka berdua saling menatap. Fanny melihat bagaimana Austin menikmati tubuh nya dah begitu juga dengan Austin yang melihat Fanny bagaimana menikmati permainan nya. Karena untuk pertama kali Austin hanya memakai satu gaya saja, ia tidak ingin membuat Fanny terkejut dah hanya ingin cepat saja.


Waktu sangat malam, mereka berdua sama sangat lelah. Austin tidak ingin memasakkan diri nya dan Fanny, pertempuran mereka berdua hanya 20 menit saja. Fanny sampai ke puncak yang ke dua kali nya baru lah Austin mengeluarkan benih-benih nya.


Austin memeluk Fanny sambil mencium wajahnya, ia benar-benar sudah bahagia setelah semua yang terjadi sebelum nya.


"Kamu hebat," ucap Fanny, wajah nya sudah penuh dengan keringat.


"Ya jelas dong sayang, aku tidak hebat ya tidak mungkin lah," kata Austin.


Keesokan harinya, mereka berdua masih tertidur dengan lelap. Keluarga yang berkumpul di ruang makan sudah tidak heran lagi. Apalagi Austin, Austin akan keluar kamar kemungkinan besar nanti sore, itu pun kalau ada hal penting. Karena dari pernikahan sebelum nya memang seperti itu.


Di dalam kamar Austin, sudah ada beberapa makanan dan minuman yang Austin minta khusus sebelum pernikahan. Ia tau akan menjadi bahan gosip di keluarga nya kalau ia keluar kamar pagi hari, apalagi Fanny pasti akan pincang karena malam pertama nya.


"Aku ingin dengan ayah.."

__ADS_1


"Tidak sayang, ayah sedang istirahat," ucap Lia.


"Nenek mau ayah.."


"Sudah biarkan saja lah, tohh mereka pasti sedang tidur," kata ayah Austin.


"Ya sudah cepat selesai kan makan mu, kata nya kau ingin bertemu dengan ayah.."


"Tante aku saja yang mengantarkan Adam," ujar Ryan.


"Oh kau ya sudah, jadi kapan kalian menikah," tanya Lia.


"Hmmm kami masih cari tempat, kemungkinan besar tidak sampai dua minggu lah," jawab Ryan.


"Kamu mau menikah dimana Fina," tanya Amel.


"Konsep nya si outdoor, kemungkinan besar Vila dengan pemandangan pantai, tidak terlalu mewah seperti Austin," jawab Fina.


"Wah keren sekali ya, semoga lancar."


"Tumben," ucap Ryan.


"Tumben apa," tanya Amel.


"Tumben mendoakan lancar, biasa nya saja mau tidak mau," jawab Ryan.


"Kau jangan mengajak ku bertengkar ya."


"Sudah sudah.. Ryan ini Adam sudah selesai, antar kan dia.."


Ryan membawa Adam ke kamar Austin. Ia membuka pintu kamar itu memang tidak di kunci, sebelum Adam masuk kepala nya masuk terlebih dahulu. Mata nya melihat celana pendek dan pakaian haram yang koyak di dekat ranjang, seperti nya Adam tidak akan melihat pakaian itu karena cukup tersembunyi.


"Seperti nya malam pertama mereka berdua berhasil," batin Ryan.


"Masuk lah, langsung peluk ayah yah, jangan membuka selimut,x ucap Ryan.


"Oke.." Adam langsung berlari ke dalam kamar ayah nya.


Ia naik ke atas ranjang dan memeluk Austin, hal itu membuat Austin terbangun, apalagi Adam beberapa kali mencium wajah nya.


"Ayah bangun.."


"Hmmm hey kamu di sini.." Austin cukup terkejut melihat kedatangan Adam.

__ADS_1


Ia sangat berhati hati agar Adam tida melihat semuanya, kalau sampai melihat semua nya bisa berbahaya, untuk diri nya tidak masalah karena mereka berdua sama sama batang, tetapi kalau Fanny itu yang akan menjadi masalah besar.


"Ayah Adam ingin jalan jalan.."


"Jalan jalan, dengan paman Ryan saja ya, mamah sedang tidak enak badan."


"Mamah sakit," tanya Adam.


"Iya mamah sakit, lihat ini.." Austin menunjukkan leher Fanny yang merah, merah karena ulah nya tetapi ia berbohong mengatakan jika itu sakit.


"Jangan berisik Adam, nanti mamah bangun.."


"Oke oke..."


"Adam sudah mandi," tanya Austin.


"Belum," jawab Adam.


"Mandi yuk, kamu masuk ke kamar mandi dulu.."


"Okke.." Adam langsung berlari ke kamar mandi..


"Sayang bangun.."


"Hmmmm aku lelah.."


"Ada Adam, kamu jangan sampai naked, pakai pakaian lah. Aku akan berendam dengan Adam.."


"Sayang aku sangat lelah, kamu bisa membawa nya berenang, nanti aku akan menyusul," kata Fanny.


"Ya sudah, aku akan mengajaknya berenang sampai siang, jangan sampai kamu belum apa apa sampai siang.."


Austin memakai celana pendek tadi malam. Ia masuk ke dalam kamar mandi untuk mengambil Adam.


"Kita berenang saja sayang," ucap Austin.


"Berenang, ayo ayo.."


Austin pun membawa Adam ke lantai dasar untuk berenang. Ryan yang melihat hal itu berjalan menghampiri mereka berdua, perasaan ia baru saja meninggalkan Adam dengan Austin di kamar. Sekarang mereka sudah di bawah saja


"Austin burung mu terbang," ucap Ryan.


Dengan cepat Austin melihat nya, memang sedikit salah parkir.

__ADS_1


"Kau ya mengejutkan ku," ucap Austin.


"Ayah burung apa yang terbang??"


__ADS_2