Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)

Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)
Ketakutan Fanny.


__ADS_3

Gisella yang ditinggalkan Austin begitu saja langsung pulang ke rumah. Ia sangat malas jika sudah seperti ini, Austin sudah pergi begitu juga dengan Adam, jadi untuk apa dia masih berada di rumah ini.


Di dalam kamar mereka bertiga bermain dan bersenang-senang bersama. Fanny benar-benar tau bagaimana membuat Adam tertawa dan sangat bersemangat seperti ini, tidak seperti saat dengan mamah kandung nya.


"Sudah aku katakan, kamu itu hanya terbaik," ucap Austin.


"Jangan gombal," kata Fanny.


"Aku tidak gombal sayang, aku mengatakan yang sebenarnya, kamu yang terbaik," ucap Austin.


"Mamah yang terbaik..."


"Hahaha Adam saja tau," kata Austin.


"Aku ingin mamah mencium ayah," ucap Austin.


Mencium, tidak boleh sayang," tolak Fanny.


"Pipi saja tidak papa," ucap Austin.

__ADS_1


"Cium cium, mamah dan ayah saja mencium aku."


Fanny mencium cepat wajah Austin, ia sangat malu melakukan hal itu di depan Adam, tetapi Adam malah sangat kesenangan, semua ini sebenarnya rencana dari Austin, ia meminta Adam agar Adam mencium nya.


"Hahaha kamu akan segera mempunyai adik sayang."


"Kata ayah Adam harus berusia 5," kata Adam.


"Hahaha iya sayang kamu benar, oh iya lusa orang tua ku akan pulang ke rumah mereka. Dan sudah pasti aku aan membawa kamu ke rumah mereka, aku ingin memperkenalkan mu sebagai calon istri ku."


Fanny benar benar sangat senang mendengar hal itu, ini salah satu hal yang ingin Fanny dapatkan, jika sudah membawa nya ke rumah orang tua nya, berarti Austin sudah serius pada nya.


"Iya."


"Tunggu di luar."


"Sayang sudah waktu nya untuk kamu tidur, ayah keluar dulu ya, tidur dengan nyenyak dengan mamah." Austin pergi meninggalkan kamar itu.


Austin ingin menunjukkan jika ia sangat serius dengan Fanny, ia tidak mau Fanny di ambil oleh pria lain. Kalau sampai Fanny pergi meninggalkan nya, ia tidak tau bagaimana nasib nya dan nasib Austin.

__ADS_1


"Iya Ryan ada apa?"


"Mantan istri mu sudah pulang," tanya Ryan.


"Kau tau dari mana mantan istri ku ke sini?"


"Hahaha aku sangat tau Austin, jangan macam macam dengan Fanny, seperti nya dia sangat cemburu dengan wanita itu, ingat Gisel hanya mantan mu, dan Fanny masa depan mu, jangan sampai kau terjebak lagi.''


"Kau apaan si? Bagaimana kau bisa tau kalau Fanny cemburu dengan ku," tanya Austin.


"Dia cerita pada ku lah."


"Oh begitu, kau jangan macam macam ya, kau boleh mendengar cerita nya, tapi kau juga harus tau batasan nya," ucap Austin.


Seperti yang sudah Ryan duga pasti Austin aan bersikap seperti ini, ia sudah sangat hafal bagaimana Austin.


"Hahaha sejak kapan aku berani menganggu percintaan mu, aku malah ingin membantu mu dan Fanny, aku sangat paham bagaimana perasaan Fanny sekarang, di saat dia sedang merasakan indah nya cinta, malah datang seseorang yang menganggu pikiran nya."


"Terimakasih Ryan, aku akan lebih berhati hati lagi, pantas saja Fanny sedikit berbeda pada ku, kau memang tang terbaik Ryan."

__ADS_1


"Hahaha sama sama, aku hanya ingin yang terbaik saja untuk kalian, aku sudah sangat yakin jika Fanny yang terbaik untuk mu maupun untuk Adam," ucap Ryan.


"Kau juga harus memikirkan diri mu, jangan hanya memikirkan orang lain."


__ADS_2