Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)

Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)
Calon istri bos


__ADS_3

"Sayang aku tidak membicarakan mu, kamu terlalu tajam menatap ku," ucap Austin.


"Ayah mu mulai lagi sayang," kata Fanny.


"Ayah, jangan membuat mamah marah."


"Ah kamu sudah pintar membela mamah, ya sudah ayah keluar sebentar, ayah akan bertemu dengan paman Ryan."


"Yakin hanya bertemu dengan Ryan??"


"Yakin lah, kamu jangan cemburu dong, aku akan membuat history instagram," ucap Austin sambil pergi meninggalkan mereka berdua.


Keesokan harinya, hari ini Fanny akan pergi ke rumah tante nya, ia sudah berjanji untuk pergi hari ini dan Austin akan mengantarkan nya, kalau sampai Austin melanggar janji nya ia pasti akan marah.


Fanny sudah tampil dengan sangat cantik dengan pakaian berwarna ungu mudah. Warna yang jarang sekali ia gunakan, ternyata saat ia pakai hasilnya cantik juga.


Austin dan Adam sudah turun sejak tadi, mereka berdua enggan menunggu diri nya karena terlalu lama berdandan. Setelah semuanya siap Fanny pun turun dari dalam kamar nya.


"Sayang," ucap Fanny.


"Seperti nya aku tidak bisa mengantarkan mu, Gisella akan datang. Adam tidak akan mau dengan Gisella jika tidak ada aku di sini," kata Austin.


"Tapi kamu sudah janji pada ku.."


"Selamat pagi." Baru di katakan Gisella sudah hadir di antara mereka.


"Ya susah aku pergi sendiri," kata Fanny.


"Kamu tidak marah kan," tanya Austin.


"Tidak, aku tidak marah. Aku sudah terlambat, kalau ada waktu jemput aku," jawab Fanny.


Fanny mencium wajah Adam dan pergi meninggalkan mereka semua.


Fanny memesan taksi online untuk ke rumah tante nya, sebenarnya ia cukup kesal tetapi mau bagaimana lagi. Kalau tidak karena Adam ia sudah menyeret Austin dari dalam rumah. Cukup berbahaya membiarkan Austin dan mantan nya di rumah, tetapi Fanny cukup percaya dengan Adam, kalau ada Adam pasti Austin tidak bisa macam macam. Calon suami nya itu sulit untuk di percaya mengingat masa lalu nya.


Sesampainya di rumah tante nya. Fanny ragu ragu masuk ke dalam. Ia langsung di antar oleh satpam karena diri nya sudah di tunggu. Ia akan di ajak makan siang bersama sama.


"Wah sudah datang," ucap Ika.

__ADS_1


"Apa kabar tan?" Fanny memeluk Ika.


"Sangat baik sayang," ucap Ika.


"Rumah tante ternyata sangat besar ya, aku tidak menyangka tante sangat sukses."


"Hahaha ini semua karena anak tante sayang, anak tante yang sangat sukses," ucap Ika.


"Ayo duduk, tante panggil anak tante," ucap Ika.


Ika berjalan masuk ke kamar Ryan, kalau libur begini Ryan memang akan sangat lama bangun nya, apalagi kemarin ia baru keluar dengan Austin.


"Sayang bangun dong, sudah jam 9, wanita yang mamah maksud sudah datang."


"Hmmm sudah datang, suruh dia masuk kamar ku mah, aku akan langsung membuahi nya."


Plakk... Tamparan pelan mendarat di tubuh Ryan.


"Cepat mandi dan segera keluar," ucap Ika.


"Iyaaaa..." Ryan rasa mamah nya sedang dalam mode yang tidak bisa di ajak bercanda.


Ryan keluar tanpa mandi ataupun mengganti pakaian tidur nya, celana pendek dan kaus oblong yang ia pakai untuk bertemu dengan seseorang yang sebenarnya ia sendiri ketahui."


"Ryan..." Fanny terkejut melihat Ryan.


''Fanny, ada apa? Austin meminta mu untuk datang?"


"Kalian saling kenal," tanya Ika.


''Mamah jangan bilang dia wanita yang mau mamah kenalkan, dia calon istri bos ku mah," ucap Ryan.


"Apa!! calon istri bos mu," tanya Ika.


"Iya mamah, Fanny kau tau aku akan di jodohkan dengan mu, ya jadi aku akan menikah dengan calon istri bos ku sendiri. Bisa mati berdiri aku," ucap Ryan.


"Tante kenapa tidak bilang kalau anak nya Ryan, aku sudah kenal dengan nya. Dan tante tidak bilang kalau mau di jodohkan, aku sudah mempunyai calon suami tante."


"Hehehe tante tidak tau, ya gagal dong mempunyai calon istri idaman."

__ADS_1


"Tetapi selagi janur kuning belum melengkung ya gas saja lah, apa lagi."


"Ayah Austin sudah sangat baik pada ku, tidak mungkin aku mengkhianati nya," ucap Ryan.


"Sudah kalian makan dulu saja, Ngobrol nya lanjut nanti," kata Ika.


Setelah selesai makan. Fanny dan Ryan mengobrol di taman berdua. Mereka berdua membahas hal gila ini dan juga mantan istri Austin.


"Jangan masukan hati ya, mamah ku dan ayah ku memang begitu. Seperti nya mereka sudah sangat suka dengan mu sampai sampai mereka ingin aku menikah dengan mu," kata Ryan.


"Hahaha tidak papa, santi saja lah, aku sudah dekat dengan mereka saat bekerja dulu. Aku tidak pernah tau kalau anak mereka sebenarnya ya kamu," ucap Fanny.


"Hahaha ya aku juga tidak menduganya, aku pikir anak teman mamah ku siapa, emang keluarga kita kenal," tanya Ryan.


"Tidak sama sekali Ryan, Aku hanya bekerja dengan orang tua mu dua tahun lalu, ya hubungan kami memang sangat dekat. Aku keluar 6 bulan yang lalu."


"Bagaimana kau mau tau aku anak mereka, aku saja jarang bertemu dengan mereka, aku sibuk bekerja dan tidak pernah ke restoran tempat mu bekerja. Maafkan orang tua ku ya, mungkin kau tidak nyaman dengan perjodohan ini," ucap Austin.


"Ya tidak lah, aku tidak mungkin begitu, aku datang juga ingin menjelaskan semuanya pada orang tua ku, eh ternyata tanpa menjelaskan semuanya malah sudah jelas."


"Jadi bagaimana? kau sudah bertemu dengan mantan istri nya Austin??"


"Ya aku sudah bertemu dengan nya, ternyata dua sangat cantik, pantas saja Austin tertarik dengan nya."


"Hahaha ya jelas, kalau tidak cantik mana mungkin bisa jadi Adam, lalu bagaimana respon Adam," tanya Ryan.


"Ya begitu lah, mamah kandung nya tidak pintar mengambil hati Adam, Adam masih takut dan jarang mau bermain dengan nya."


"Wah selera nya memang kau yang cocok menjadi mamah nya, kau sudah dekat dengan nya, dan aku yakin Austin akan bahagia dengan mu."


"Ya kalau, aku lihat Austin sangat senang bertemu dengan nya," kata Fanny.


Ryan tersenyum mendengar hal itu, artinya Fanny cemburu dan memang suka dengan Austin.


"Kau jangan cemburu aku yakin Austin akan menepati janji nya. Ini bukan soal cinta tetapi ketulusan, kau sangat tulus menyayangi Adam, itu yang sangat Austin cari," ucap Ryan.


"Lalu bagaimana dengan mu? kau sudah mendapatkan jodoh, bangun saja siang begini," tanya Fanny.


"Untuk apa kau memikirkan ku, aku saja tidak memikirkan diri ku, jika sudah berjodoh mau bagaimana pun pasti akan di temukan," jawab Ryan.

__ADS_1


"Di kejar Ryan, jangan di tunggu, kau pun ada ada saja," ucap Fanny.


"Iya aku akan mengajar nya kalau sudah ada titik jelas nya."


__ADS_2