
"Tidak ada sayang, jangan dengarkan mereka," jawab Austin.
"Iya Adam, jangan dengarkan apa yang mereka semua katakan, itu tidak baik oke," ujar Ryan.
Setelah acara makan malam selesai. Mereka semua berkumpul di ruangan keluarga, banyak yang mereka bahas dari pernikahan Austin sampai dengan pernikahan Ryan. Tidak sepele biasa nya, Austin dan Ryan sangat senang berkumpul begini karena mereka sudah memiliki pasangan, kalau tidak memiliki pasangan mereka berdua tidak akan mau berkumpul bersama dengan keluarga karena hanya itu yang di tanya, mana pasangan kalian berdua.
Hari semakin larut. Mereka memutuskan untuk pulang ke rumah. Fina ikut dengan Austin karena tidak aman jika kembali ke apartemen malam malam begini. Sebenarnya Ryan akan mengantarkan Fina tetapi Austin melarang karena sangat berbahaya. Bukan karena hantu ataupun begal tetapi Ryan sendiri yang berbahaya. Bisa terjadi hal yang tidak diinginkan.
"Ayo masuk lama sekali," ucap Ryan.
"Kau!! bagaimana kau bisa masuk??"
"Ya aku mengambil kunci mobil mu, sudah ayo kasihan Adam," kata Ryan.
Austin sudah tau niat busuk Ryan, ia ingin melarang Ryan ikut tetapi ia sendiri juga tidak beda jauh dari Ryan. Mereka berdua sebelas dua belas, memiliki tingkat kemesuman yang setara.
Sesampainya di rumah. Austin dan Ryan tidak langsung beristirahat. Mereka berdua menyempatkan diri untuk membahas pekerjaan. Sudah cukup lama ke dua nya tidak membahas pekerjaan.
"Ya aku si setuju saja," kata Ryan.
"Ya kalau memang kau setuju, coba saja lah. Mana tau menguntungkan," ucap Austin.
"Nanti saja lah setelah aku menikah, tabungan ku juga sudah banyak. Sudah cukup menghidupi keluarga ku nanti."
"Oh iya aku ingin tanya, aku kan ingin langsung mempunyai anak, kau kan sudah mempunyai anak. Bagaimana caranya agar langsung hamil, apa ada gaya tersendiri?"
"Aku rasa tidak, kalau sudah keluar di dalam saja akan segera mempunyai anak diri mu. Kenapa buru buru si, nanti kalau istri mu sudah hamil kau tidak akan bisa menghabiskan waktu dengan istri mu, pasti akan sibuk dengan kehamilan anak mu," kata Austin.
"Ya aku tidak peduli lah, usia ku susah 30 tahun, kalau tidak segera mempunyai anak akan aneh," ucap Ryan.
__ADS_1
"Iya juga si, kalau kau tida segera mempunyai anak nanti anak mu bukan memanggil mu ayah tetapi kakek, jarak usia nya sangat jauh."
"Makan nya itu, setelah mempunyai anak satu baru aku bisa santai lah, kalau mau nambah bisa di atur," kata Rayan.
''Nambah istri atau nambah anak, kau tidak jelas sekali, kata mu kau memiliki cita cita mempunyai istri dua."
"Hahaha kau mengingat kan ku lagi, ya kalau bisa dua kenapa tida, ya kalau satu saja juga sudah cukup, aku tidak ingin memaksakan keadaan, ya walaupun sebenarnya Fina sangat mengizinkan ku memiliki istri lagi," ucap Ryan yang membuat Austin iri, jangan kan beristri dua, berpikir untuk mempunyai dua istri saja tidak akan bisa.
"Memang gila, terserah mu, asalkan kau dapat adil membagi jatah uang, jatah rohani, jatah kasih sayang dan jatah jatah lainnya. Kalau aku ya, satu istri saja sudah membuat ku puyeng, dalam rumah tangga tidak mungkin akan senang terus, pasti akan ada masa nya ada masalah, itu yang aku takutkan, aku sangat takut pernikahan ku seperti sebelum nya."
"Jangan berpikir seperti itu lah, jalani saja dengan tenang, belum di jalani saja sudah membuat mu berpikir yang tidak tidak," kata Ryan.
"Ehemm itu mu berapa CM?"
"Kau kepo sekali sudah pasti besar dan kuat lah, kalau tidak besar dan kuat mana mungkin Adam jadi," ucap Austin.
"Nah itu, berapa CM kalau aku kurang besar biar aku besarkan agar aku segera mempunyai anak," kata Ryan.
"25."
"Ah tidak beda jauh, ya sudah lah tidak jadi, miliki sudah cukup ternyata," kata Ryan.
"Dasar gila, kau besar kan lah lagi, malam pertama mu akan penuh dengan tangisan istri mu," ucap Austin.
"Apa benar," tanya Ryan.
"Kau buktikan saja nanti, sudah ah aku ingin tidur, awal nya bahas pekerjaan tetapi malah menyerempet kemana mana."
Austin bangkit dari tempat duduk nya.
__ADS_1
"Tidur sendiri jangan ganggu Fina, awas saja sampai kau menganggu nya," ucap Austin dan pergi meninggalkan Ryan.
"Cih dia saja tidur dengan Fanny, banyak sekali gaya nya," ucap Ryan.
...☘️☘️...
Satu hari sebelum pernikahan, Fanny dan AUstin sudah pindah ke rumah orang tua Austin. Persiapan pernikahan mereka berdua sudah sembilan puluh sembilan koma sembilan persen, sudah sempurna tambah hambatan apapun. Pakaian pengantin yang akan di pakai oleh mereka berdua hanya dua pakaian saja, Fanny tidak mau terlalu banyak ganti karena akan sangat ribet. Ia akan berganti pakaian setelah selesai ijab.
Saat ini mereka berdua hanya tinggal menyiapkan mental saja, karena tamu yang di undang tidak main main, hampir semua rekan bisnis ayah nya Austin dan Austin di udang. Pernikahan mereka akan benar benar sangat mewah, memiliki dua konsep yang berbeda pula. Outdor dan juga Indour, ke dua nya di siapkan dari sekarang agar semua nya bisa sangat sempurna.
''Aku ada perawatan terakhir, kemarin aku lupa," kata Fanny.
''Ya sudah ayo aku antar, aku juga mau perawatan. Sesekali kan aku perawatan," ucap Austin.
"Tidak papa kita keluar berdua," tanya Fanny.
"Sangat tidak papa, orang cuma dekat saja kok," jawab Austin.
Mereka berdua pun turun dari lantai atas, Fanny sangat suka dengan dekorasi yang masih tahap pemasangan, semua nya benar benar sangat indah, pernikahan nya nanti pasti akan seperti pernikahan di negeri dongen.
"Kamu suka sayang," tanya Austin.
"Sangat suka sekali," jawab Fanny.
"Ini baru yang di dalam, kita akan mempunyai dua konsep yang di luar beda lagi dengan yang ini," kata Austin.
"Beda lagi?"
''Iya nanti pernikahan akan berada di dalam dari jam 4 sore sampai 7 malam, akan banyak sesi foto dan ucapan selamat, kita akan memakai pakaian yang sangat formal. Nah kalau yang di luar akan seperti acara dinner saja, tidak terlalu formal agar tidak terlalu tegang."
__ADS_1
"Oh ya ya pantas saja baju yang ke dua lebih mencolok warna nya," kata Fanny. Ia sudah tidak sabar dengan acara pernikahan nya nanti.