Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)

Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)
Kecelakaan


__ADS_3

"Tidak ada sayang ayo masuk ke kolam," ucap Austin.


Adam lambai berlari ke kolam renang, ia sudah sangat jago berenang, jarang sekali anak sekecil itu bisa berenang. Tidak Adam nama nya jika tidak bisa menunjukan skill nya, anak dari Austin tidak mungkin lemah.


"Bagaimana," tanya Ryan.


"Bagaimana apa nya," tanya Austin.


Sebenarnya Austin sudah mengerti arah pertanyaan Ryan, ia hanya bosa basi saja.


"Bagaimana malam pertama mu," tanya Ryan.


"Ya begitu lah, lancar sekali, aku kalau tida lancar ya tidak mungkin."


"Wah wah sudah masuk 5 lubang berbeda, pantas saja burung mu sampai salah parkir," kata Ryan.


Austin tersenyum bangga.


"Hahaha jelas lah, Austin.. Aku sangat bahagia jangan menganggu ku.." Austin berjalan menyusul Adam.


"Hahaha kalau kau tidak jadi menikah dengan Fanny waktu itu bagaimana, untung saja ada aku, kalau tak ada aku kau tidak akan menikah dengan Fanny, Fanny pasti sudah melepaskan mu," kata Ryan.


Ia juga ingin ikut berenang bersama mereka berdua. Sebenarnya hari ini ia ingin menghabisi Giselle tetapi tidak jadi karena Gisella tidak ada di tempat biasanya, seperti nya wanita itu sedang di luar kota. Ryan harus kembali meminta orang untuk mencari keberadaan wanita itu, ia tidak mau membiarkan wanita itu lama lama bebas di luar sana. Bisa jadi wanita itu merencanakan hal buruk pada Austin ataupun Fanny.


"Austin kau ada berhubungan dengan Giselle lagi," tanya Ryan.

__ADS_1


"Tak ada ah, aku sudah lepas kontak dengan nya, Adam saja tidak mencari nya," jawab Austin.


"Ya sudah lah, memang dia tidak pantas untuk di cari," kata Ryan.


Seperti nya kehidupan Austin sudah menuju ke tahap kebahagiaan, ia sudah mendapatkan semuanya, dari istri sampai anak yang manis seperti diri nya. Kalau ada masalah pun Austin sudah siap untuk menghadapi nya, terlebih lagi untuk melindungi anggota keluarga nya.


Ryan tida jadi berenang karena ia mendapat kabar dimana Giselle berada. Mereka berada di kota yang sama, hanya saja Giselle sedang bersembunyi dari nya, hal itu lah yang membuat Ryan cukup sulit mencari wanita itu. Kalau berada di kota yang sana Ryan yakin wanita itu pasti merencanakan sesuatu yang tidak benar, sebelum rencana itu di mulai Ryan memutuskan untuk membereskan semuanya.


"Sial dia datang lagi, aku harus lari." Kali ini Giselle tida bermain sendiri, sebelum Ryan sampai ia sudah mendapatkan informasi dari anak buah nya jika Ryan sudah mengetahui tempat nya berada.


Sebelum Ryan sampai Giselle memutuskan untuk pergi, ia meminta para anak buah nya untuk menghalangi Ryan agar tidak menemui nya.


"Ayo sayang."


"Kalau tidak karena harta Austin aku tidak akan melakukan hal ini, Ryan benar-benar gila."


Ryan sampai di tempat itu, sial nya sebelum ia turun dari mobil beberapa tembakan mendarat di mobil nya. Ia merasa sangat bodoh datang sendiri tanpa perlindungan, kalau begini ia bisa mati di tangan mereka semua.


Ryan merasa ia terlalu meremehkan Giselle, ia tidak berpikir jika sudah seperti ini pasti Giselle sudah memiliki bakingan. Dengan cepat Ryan pergi meninggalkan tempat itu. Anak buah Giselle tidak membiarkan Ryan pergi begitu saja, mereka mengejar Ryan dengan beberapa mobil.


Ryan meminta bantuan orang terdekat di lokasi nya sekarang, tempat ini masih jangkauan ayahnya Austin, Ryan yakin mereka bisa membantu nya. Ia membawa mobil nya ke tempat yang sepi agar tidak membahayakan orang lain.


Dor.. dor... Beberapa tembakan melesat ke mobil Ryan, Ryan tidak perlu khawatir tembakan itu mengenai nya karena kaca mobil nya sudah di rancang khusus anti peluru. Jika hanya tembakan biasa tidak akan bisa menembus nya.


Beberapa menit kemudian orang yang Ryan minta bantuan sudah datang, jumlah mereka lebih banyak dari orang yang mengejar Ryan. Tetapi sial nya beberapa dari mereka sudah mengincar ban mobil Ryan.

__ADS_1


Dor.. dor... dor... Beberapa tembakan mendarat di ban mobil milik Ryan. Ban itu langsung meledak Seketika. Hal itu membuat Ryan tidak bisa mengendalikan mobil nya dan menabrak beberapa mobil yang seharusnya akan membantu nya.


Mereka yang berhasil membuat kekacauan langsung pergi meninggalkan tempat itu.


Beberapa orang langsung membantu Ryan keluar dari dalam mobil. Mereka tidak memperdulikan orang yang menembak Ryan karena kondisi Ryan yang paling penting.


Ryan sudah tidak sadarkan diri karena kepala yang terbentur dengan cukup kuat, beberapa darah juga mengalir di anggota tubuh nya.


Hanya demi Austin Ryan seperti ini, ia selalu mengabaikan keselamatan nya demi membantu orang lain.


Mereka langsung membawa Ryan ke rumah sakit dan menghubungi Austin agar segera datang ke rumah sakit.


Austin tidak membawa handphone nya ke kolam renang, ia meninggalkan Handphone nya di kamarnya.


"Apa!!.. Baik baik kami ke sana." Yang menerima panggilan itu Fanny. Walaupun ia masih kesulitan untuk berjalan Fanny berusaha dengan cepat memberitahu Austin.


"Sayang kamu kenapa buru buru," tanya Lia.


"Mah Ryan kecelakaan, dia sedang di bawa ke rumah sakit," ucap Fanny.


"Apa!!!"


"Aku harus memberitahu Austin," kata Fanny.


Di kolam renang sebenarnya Austin sudah memiliki perasaan yang tidak enak, apalagi tadi Ryan pergi secara mendadak.

__ADS_1


"Sayang Ryan kecelakaan," ucap Fanny.


"Apa!!!"


__ADS_2