Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)

Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)
Macam macam


__ADS_3

''Tapi sayang, mamah lihat dia tu tampan loh, bertanggung jawab dan seperti nya akan cocok dengan mu, kau cari yang seperti nya kan, wajah nya tegas dan memiliki canggut dan kumis, bersih dan sangat tegap, apa yang kamu cari lagi."


"Mamah ya, aku akui dia memang pria idaman ku, tapi dari pertama kali kami bertemu- sudah tidak cocok sama sekali, aku dan diri nya sama sekali tidak cocok mah," kata Amel.


"Amel maaf kakak lancang, kan kalian belum coba dekat, kenapa sudah bilang tidak cocok, bagaimana dengan kakak yang awal nya seperti yang kamu pikirkan tetapi setelah di jalani ya cocok saja. Kakak cukup kenal dengan Ryan, dia mencari istri sekarang, bukan pacar lagi, kalau sudah cari istri dia pasti sudah bisa bertanggung jawab," kata Fanny.


"Sayang, sebenarnya bukan masalah itu si, aku tay dari awal mereka berdua bertemu sudah seperti kucing dan tikus mereka berdua tidak cocok sama sekali jika bersama, tetapi aku tidak menutup kemungkinan ya, kalau mereka berdua berjodoh mau bagaimana pun ya pasti bersama," kata Austin.


"Nah iya, terserah mu saja lah, kalau kamu sudah menemukan jodoh mu ya pasti Ryan orang nya, hahaha.."


"Kakak kenapa malah mengatakan seperti itu, aku tidak mau ya, amit amit," ucap Amel.


"Mamah," teriak Adam.


"Sayang.." Fanny langsung berlari ke arah Adam yang terlihat menangis.


"Hiks hiks hiks sakit," ucap Adam.


"Sayang kamu ada ada saja, kenapa bisa di gigit semut, pasti rumah nya kamu rusak kan," kata Fanny..


Fanny menggendong Adam dan membawanya mendekati yang lainnya. Lia sangat suka dengan respon Fanny yang sangat cepat, Fanny sudah seperti ibu kandung Adam, tidak heran jika Adam sangat dekat dengan Fanny.

__ADS_1


"Ayah..."


"Sudah diam sayang, kamu juga kenapa aktif sekali, sarang semut saja kamu usik," ucap Austin.


Fanny mengoleskan minyak angin agar tangan Adam tidak terlalu sakit lagi. Memang kalau mempunyai anak kecil harus lebih ekstra sabar.


"Sudah sayang," tanya Fanny.


"Hiks hiks sudah...." Adam memeluk Fanny dengan erat.


"Wah wah wah, yang sekarang ada mamah nya manja sekali ya," ujar Amel.


"Fanny jadi kapan kami bisa datang ke rumah mu," tanya Lia.


"Tidak perlu mah, Fanny sudah tinggal dengan ku. Dia sudah tidak mempunyai keluarga lagi, jadi tidak perlu meminta izin ke keluarga nya."


"Begitu ya, ya sudah sekarang kan kamu sudah mempunyai keluarga, anggap kami sebagai keluarga mu," kata Lia.


"Iya mah, terimakasih."


"Belum kau apa apa in kan," bisik Lia.

__ADS_1


"Belum lah, walaupun aku duda yang memerlukan wanita, tetap saja aku menghargai nya, syukur dia mau dengan ku."


"Kalian berdua menginap kan," tanya Amel.


"Tidak..


"Iya dong sayang," ujar Austin.


"Kamu tidak bilang menginap, aku tidak membawa pakaian," ucap Fanny.


"Tenang kak, aku mempunyai banyak pakaian, bisa memakai milik kok," kata Amel.


"Tu, sudah kan tak ada yang perlu di khawatirkan lagi.."


Di tempat lain.


"Jangan macam macam dengan Austin dan Fanny..."


"Kau siapa mengatur ku, aku tidak akan macam macam dengan nya."


"Kau pikir aku bodoh, aku akan membuat mu menyesal jika sampai kau macam macam dengan nya," ucap Ryan

__ADS_1


__ADS_2