
Kalian bisa baca dua bab sebelum nya, kemarin up nya dobel jadi harus di edit, jangan lupa tinggal kan jejak agar semakin semangat Terima kasih semuanya.. Bulan depan launching novel baru lagi tetap semangat..
_____________________________________________
Fanny mengerutkan dahi nya, ternyata istri ke dua nya Austin benar benar sangat cantik dan seksi, jika di biarkan ia yakin Austin bisa kembali berpaling pada wanita itu. Demi mempertahan kan calon suami nya, Fanny melakukan apa yang Austin katakan.
"Halo tampan," ucap Gisella.
"Siapa," tanya Adam.
"Aku... aku akan mengajarkan kamu berenang."
"Adam sudah bisa berenang," kata nya.
Adam terus memperhatikan wanita di depan nya itu, walaupun tidak pernah bertemu tetap saja ke dua nya memiliki ikatan di antara mereka, Hati ke dua nya sama sama terketuk, walaupun Adam tidak sadar mengingat usia nya yang masih kecil.
"Ayah." Adam naik dan langsung memeluk Austin.
"Kenapa sayang," tanya Austin.
"Takut, dia siapa?"
''Dia buan penculik kan yah?"
Austin yakin pasti hati Gisella sakit mendengar apa yang Adam katakan.
"Tidak sayang, dia sangat baik kok. Kata nya kamu ingin bertemu mamah," ucap Austin.
"Mamah? mamah Adam sudah ada, Adam tidak mau dua mamah."
Austin bingung bagaimana menjelaskan semua nya pada Adam.
"Adam dengar kan mamah." Fanny berjalan mendekat.
"Sayang, kalau mamah Adam mamah Fanny, bunda Adam bunda Gisel. Dia bunda Adam, bunda Adam akan mengajari banyak hal seperti yang mamah ajarkan."
"Bukan nya Bunda dan Mamah itu sama, kenapa Adam mempunyai Bunda dan Mamah?"
"Karena Adam spesial, Adam kan sangat spesial jadi Adam mempunyai ke dua nya."
Adam masih enggan dekat dengan Gisella, ia terus berada di dekat Fanny ataupun Austin.
"Sayang ayo ikut ayah." Austin membawa Adam mendekati Gisella, memang semua nya harus perlahan lahan agar Adam dapat menerima semua nya dengan baik.
"Kamu sangat tampan sayang," ucap Gisella.
"Ayah..."
"Tidak papa kan ada ayah," kata Austin.
Perlahan demi perlahan Adam mulai mau di sentuh Gisella, memang Adam hanya perlu pendekatan saja, nanti juga kalau sudah terbiasa Adam mau dekat dengan gisella.
__ADS_1
Fanny hanya memperhatikan mereka bertiga dari jauh. Ia menghargai Austin yang ingin memperkenalkan Adam dengan mamah kandung nya, mau bagaimana pun itu sudah menjadi kewajiban Austin.
Setelah Adam sudah mau main dengan Gisella, Austin menjauh dari mereka berdua, sudah pasti ia tidak ingin membuat calon istri nya cemburu. Ia mendekati Fanny sambil tersenyum manis.
"Bagaimana," tanya Fanny.
"Ya begitu lah, tapi Adam hanya mau memanggil tante, hanya kamu mamah nya," jawab Austin.
Austin duduk di dekat Fanny, ia mengecup bibir manis Fanny untuk mencairkan suasana.
"Sayang kamu ini," ucap Fanny.
"Hahaha kamu seksi sekali sayang," kata Austin.
"Ya aku memang sangat seksi kamu saja yang tidak tau," ucap Fanny.
"Tapi..."
"Apa? dia lebih seksi dari ku? ya jelas dia pakai bikini," ucap Fanny yang lebih sensitif dari biasanya
"Hahaha tidak ah, kamu jauh dari nya. Jangan marah dong. Ayo berenang," kata Austin.
"Aku tidak bisa berenang," ucap Fanny.
"Ha?? kamu tidak bisa berenang, kamu kalah dengan Adam, Adam saja sangat pintar berenang."
"Ya aku tidak pernah belajar berenang," ucap Fanny.
"Aku ajari ya, tapi tidak gratis, nanti aku meminta bayaran."
"Sayang kamu benar-benar ya," ucap Fanny.
"Hahaha maafkan aku."
Fanny memeluk Austin dengan erat. Kaki nya melilit ke tubuh Austin agar tidak tenggelam. Tidak peduli semua nya, ia sangat takut sekarang.
"Dada mu besar juga," ucap Austin.
"Sayang..."
"Aku benar kan, aku saja tidak tau," kata Austin.
Tangan Austin malah nakal memegang yang belakang, kalau tidak karena takut tenggelam Fanny sudah menampar Austin, semakin lama sikap Austin semakin absurd saja.
"Sayang," teriak Fanny.
"Sttt nanti Adam ikut ke kita," kata Austin.
"Ayah mamah Adam ikut," teriak Adam.
"Adan dengan tante saja ya.."
__ADS_1
"Tidak mau." Adam menepis tangan Gisella dan pergi meninggalkan nya. Ia ikut berenang bersama dengan mamah dah ayah nya.
Sore hari nya, Fanny dan yang lainnya sedang berada di ruang keluarga. Gisella masih berusaha mendekati Adam, ia tidak mau Adam malah menganggap Fanny ibu nya, ibu satu satu nya hanyalah diri nya seorang.
"Tante tidak seru," ucap Adam.
"Tapi ini benar kan," kata Gisella.
"Tidak gitu, aku dengan mamah Fanny saja, mamah Fanny sangat pintar dan seru." Adam berlari mendekati Fanny.
"Mamah ayo main dengan Adam.."
"Kan ada tante sayang, kamu tida ingin dengan tante," tanya Fanny.
"Tidak ingin mamah, mamah saja. Tante tidak seru, mamah lebih seru," jawab Adam.
"Ya sudah aku pulang Austin, seperti nya aku sudah terlalu lama di sini," kata Gisella.
"Iya, kalau mau ke sini silakan saja, tetapi konfirmasi dulu pada ku, mana tau Adam sedang sekolah."
"Iya, aku pamit. Fanny aku titip Adam ya.."
"Iya kau tenang saja," ucap Fanny.
Ini pertama kali nya mereka berdua saling mengobrol.
Setelah kepulangan Gisella, Fanny langsung menemani Adam bermain, dari Fanny memperlakukan Adam sudah jauh berbeda dengan Gisella, hal itu lah yang membuat Adam sangat dekat dengan Fanny.
"Kau dimana," tanya Austin.
"Di rumah lah, aku tidak bisa keluar," jawab Ryan.
"Kau tau Gisella, aku bertemu dengan nya kembali. Seperti nya dia sangat cocok menjadi istri mu."
"Kau benar-benar gila Austin, aku tidak mau bekas mu, mana mungkin aku menikah dengan bekas mu," kata Ryan.
"Ya sudah kalau tidak mau, dengan adik ku bagaimana??"
"Dia masih kuliah, jangan yang aneh aneh lah," ucap Ryan.
"Hahaha kau semua tidak mu, kau ke club Malam, mau cari wanita yang mau dengan mu," kata Austin.
"Banyak lah, tapi sudah tidak seteril lagi," ucap Ryan.
"Oh iya, bagaimana kau bisa bertemu dengan Gisella, bukan nya kalian memiliki hubungan yang tidak baik," tanya Ryan.
"Panjang ceritanya lah, dan kau tau Fanny jadi jelous pada ku, dia cemburu buta. Kau tau lah bagaimana Gisella, dia mantan model body nya luar biasa indah."
"Aku jadi ingin melihat nya, mana tau aku bisa nyicip," kata Ryan.
"Hahaha silakan saja, jangan sampai ada Adam ke dua ya.."
__ADS_1
"Aku tidak bodoh seperti mu, kau saja yang tidak bisa kontrol," ucap Ryan.
"Banyak gaya, ya sudah calon istri ku sudah menatap ku dengan tatapan tajam. Seperti dia dengar semua nya."