Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)

Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)
Lamaran Mengejutkan


__ADS_3

"Kemana si mas," tanya Fanny.


"Ada de, kamu jangan banyak tanya," jawab Austin.


"Kapan kita lamaran mas, kata mamah kamu, kamu itu harus melamar ku," ucap Fanny.


"Ha!! untuk apa aku melamar mu sayang, kamu kan sudah janji menikah dengan ku."


"Iya si, ya sudah lah. Hal begitu juga tidak penting," ucap Fanny.


Austin hanya tersenyum mendengar apa yang Fanny ucapkan, Fanny tidak tau saja kalau ia sudah mempersiapkan lamaran yang wow untuk nya nanti.


Mereka berdua sampai di restoran terapung di dekat rumah Austin. Tempat nya cukup terpencil tetapi memiliki pemandangan yang sangat indah Restoran itu berada di tengah danau dengan di hiasi dengan lampu lampu warna warni yang sangat indah. Fanny saja sampai terpukau melihat semua ini.


"Mas kita mau ke sana," tanya Fanny.


"Iya lah, kamu takut naik sampan tidak," tanya Austin.


"Sedikit takut," jawab Fanny.


"Jangan takut, ada aku kok, tenang saja ya," ucap Austin.


Austin menggandeng tangan Fanny dan membawanya nya naik ke sampan yang juga sudah penuh dengan hiasan keren. Fanny yang cukup takut menggenggam erat tangan Austin.


"Jangan takut, kita akan baik baik saja," ucap Austin.


"Wah indah sekali, kamu mengajak ku dinner ke sini, kamu benar-benar sangat keren," kata Fanny.


"Kita bukan hanya untuk Dinner biasa sayang," ucap Austin.


"Jadi??"


"Kamu tunggu saja lah sayang, intinya kamu jangan takut ya," ucap Austin


Mereka berdua sampan di restoran itu, tidak ada orang yang terlihat di tempat itu. Fanny saja sampai bingung karena tidak melihat siapa siapa. Seperti nya tempat ini sudah Austin sewa khusus untuk mereka.


"Sayang, tidak ada orang," tanya Fanny.


"Hahaha tidak ada lah, hanya ada pelayan dan chef di dalam sana," jawab Austin.


Saat mereka berdua mendekati tempat duduk yang tersedia, musik romantis mulai terdengar dengan sangat indah nya, jantung Fanny berdetak dengan sangat keras mendengar suara musik itu.


"Benar-benar sangat indah," ucap Fanny.

__ADS_1


Mereka berdua duduk saling berhadapan. Austin memberikan kode agar rencana yang ia buat mulai jalankan. Apalagi ini momen yang sangat tepat karena Fanny sedang sibuk dengan apa yang dia lihat.


"Sayang aku mengambil sesuatu dulu ya," ucap Austin.


"Jangan lama lama aku takut," kata Fanny.


Saat Austin pergi tiba-tiba semua lampu mati, hanya beberapa lilin yang menyala yang membuat pandangan Fanny terbatas. Jantung Fanny semakin tidak terkontrol, ia sangat takut dengan kegelapan seperti ini.


"Sayang," teriak Austin.


Jeburrre... Terdengar suara air danau.


"Sayang," teriak Fanny yang bingung dan sangat panik seketika. Tiba tiba lampu hidup kembali, ia berlari ke sumber suara yang terdengar tadi.


Fanny menutup mulut nya saat melihat air yang bergoyang dengan kuat, air itu juga sudah di penuhi dengan darah segar. Kaki Fanny sangat lemas, ia terjatuh ke lantai dengan tubuh yang gemetaran.


"Sa.. sayang.." Fanny benar-benar sangat takut saat ini.


Austin seperti menghilang seketika, ia sangat takut kalau yang jatuh ke dalam sana benar-benar Austin Apalagi tak ada orang lain lagi selain mereka berdua.


"Hey cantik..." Terdengar suara seseorang pria dari belakang tubuh Fanny.


Fanny membalik tubuh nya, ia sangat terkejut melihat seseorang bertopeng dengan membawa balok kayu di tangan nya.


Tanpa berkata apa apa seseorang itu berjalan mendekati Fanny. Fanny sudah tau itu sangat berbahaya untuk nya. Dengan cepat ia berdiri dan pergi menjauh.


"Jangan lari, aku akan membuat mu menyusul calon suami mu..."


"Tidak," teriak Fanny.


Fanny merasa terpojok kan. Ia sudah tidak bisa kemana mana karena belakang dan kanan kiri nya sudah ada tembok tinggi yang tidak bisa ia lalui.


"Jangan hiks hiks hiks.." Fanny benar-benar sangat takut sekali, ia yakin pria di depan nya ini lah yang membuat Austin sampai jatuh ke danau.


"Mati atau..." Pria itu semakin berjalan mendekati nya.


Fanny memejamkan mata nya, ia sudah pasrah apa yang akan terjadi pada nya, kalau ia berakhir sekarang berarti memang sudah menjadi nasib nya pergi bersama dengan Austin.


"Mati atau..."


"Jangan..." Suara Fanny sudah gemetaran tidak jelas.


"Rasakan..."

__ADS_1


"JANGAN....!!!!" Fanny berteriak dengan sangat keras.


Setelah beberapa saat Fanny bingung kenapa tida terjadi apa apa pada nya, apakah ia masuk ke surga karena kebaikan nya selama ini, kenapa ia tidak merasakan rasa sakit di bunuh.


Fanny membuka mata nya perlahan, ia terkejut dengan pria di depan nya, pria itu tidak memukul nya dengan balok kayu tetapi memberikan nya sebuah cincin cantik yang berkilau.


"Aa..."


Pria itu membuat topeng di wajahnya. Ia membuang suara samaran di leher nya.


"Austin..."


"Sayang.. Maaf membuat mu takut," ucap Fanny.


"Selalu ada seseorang yang menunggumu di rumah, menghabiskan waktu bersama sepanjang hari tanpa ada orang yang membicarakan. Aku rasa itulah sebuah pernikahan. Kau orang yang tepat untuk mendampingiku. Kau telah melihat semua kekuranganku tapi tetap mencintaiku. Hingga tak ada satu pun wanita di luar sana yang mampu sepertimu."


"Yang kulakukan semua ini hanya tentangmu. Kamu yang menjadi sumber semangatku. Dan untuk mu-lah aku bermimpi sukses di sepanjang hari. Jangan buat aku merana, dengan menolak pinangan ini. Jadilah pembawa cahaya kebaikan di rumah kita nanti. Maukah jadi istriku?"


"S... sayang.."


"Jawab sayang," ucap Austin.


Bagaimana mungkin bisa Fanny langsung menjawab nya setelah apa yang terjadi pada nya, Austin benar-benar membuat jantung nya hampir lepas dari tempat nya, setelah memberikan rasa ketakutan yang luar biasa, kini Austin malah memberikan rasa bahagia yang belum pernah ia rasakan sebelum nya."


"Iya aku mau, tapi kamu..."


Austin tersenyum dan menarik Fanny ke pelukan nya. Semuanya sangat sukses sesuai dengan rencananya, Austin tidak pernah membuat kejutan seperti ini sebelum nya.


"Makasih sayang, maafkan aku ya. Maafkan aku telah membuat mu menangis seperti ini."


"Aku sangat bahagia sekali, aku sangat takut kamu pergi dari mu, aku pikir sudah terjadi apa apa pada mu," ucap Fanny.


"Hahaha tidak akan lah." Austin mengambil jari Fanny dan memberikan cincin di jari manis nya.


"Sangat cantik dan sangat pas," ucap Austin.


"Makasih.."


"Ayo, kamu sangat berantakan." Austin membawa Austin pergi ke tempat mereka sebelum nya.


"Kita makan ya, kamu tidak takut kan," ucap Austin.


"Sedikit takut.. Tapi sudah lah," kata Fanny.

__ADS_1


Kejutan yang benar-benar sangat sukses sekali. Austin mempersiapkan dan menjalankan semuanya dengan sangat baik, Fanny saja tidak menduga semua ini.


__ADS_2