Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)

Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)
Keluar Negeri


__ADS_3

"Sabar nama nya juga anak," ucap Ryan.


"Iya anak yang sangat bandal sekali, tapi dia mirip dengan ku dulu.."


"Hahaha ya iya, buah jatuh tidak jauh dari pohon nya.."


"Oh iya tadi dia meminta mobil lagi pada mamah mu, dan seperti nya dia akan memarahi mu," kata Ryan.


"Ah anak itu." Austin langsung menyusul Adam ke kamar nya.


Di dalam kamar Adam tidak menangis sama sekali, ia hanya bermain seperti biasa nya. Saat ayah nya masuk baru lah ia bereaksi, ia menunjukkan pada ayahnya kalau diri nya sedang ngambek.


"Sayang kamu ngadu pada nenek ya, kalau ayah di marah nenek bagaimana," tanya Austin.


"Aku tidak tau," jawab Adam, bibir nya masih maju kedepan menunjukan diri nya masih ngambek.


Austin mencium bibir Adam yang sangat menggemaskan itu. Setelah itu ia menarik Adam dan meletakan Adam di atas tubuh nya, posisi mereka sekarang rebahan di atas lantai.


"Ayah..."


"Jangan ngambek dong, maafkan ayah sayang, untung saja kamu tidak papa.."


"Ayah lebih sayang mobil ayah dari pada Adam.."


"Ha tidak sayang, ayah sangat menyayangi Adam, nanti ayah betulkan ya," ucap Austin.


"Tidak mau, nenek sudah membelikan nya untuk ku, tadi aku sudah meminta nya.."


"Sayang, kenapa kamu malah meminta nenek mu untuk membeli baru si, itu kan masih bisa di perbaiki. Ayah akan di marah nenek sayang," kata Austin.


"Tidak papa, Ayah tadi marah Adam.."


"Memang anak ini ya, untuk saja anak ku." Austin mencubit wajah Adam yang semakin menggemaskan saja.


Aura sudah pulang bersama dengan supir, ia langsung di sambut oleh Fanny tidak kebetulan ada di halaman depan.


"Sayang kamu sudah pulang, ayo mandi setelah itu makan." Fanny mencium dahi Aura.


Sifat Fanny yang ke ibuan membuat nya sangat mudah dekat dengan anak kecil. Adam susah membuktikan nya, ia yang awalnya sangat bandel dan suka melakukan hal semena mena, sekarang jauh lebih baik dari sebelumnya, itu semua karena didikan yang Fanny berikan. Walaupun ya Adam juga masih suka kumat juga.


"Ayah mana mah," tanya Aura.


"Sedang dengan Adam, ayo mamah antar.."


Fanny membawa Aura ke kamar Adam, ia tau Austin berada di sana.

__ADS_1


"Ayah..."


"Sayang sini, anak ayah yang cantik sudah pulang.." Austin mencium wajah Aura.


Austin tidak perlu khawatir lagi tentang kedekatan nya dengan Aura, Aura anak kandung nya tidak masalah jika ia mencium Aura ataupun memeluk nya. Ia dan Aura memiliki ikatan darah.


"Kakak aku tadi main mobil tapi rusak," kata Adam.


"Kakak saja belum mencoba nya.."


"Nanti nenek akan membeli nya lagi," kata Adam.


"Nenek..??"


"Iya sayang, kamu punya nenek, nanti kalian aku bertemu," kata Austin.


"Iya kakak, nanti kita bisa meminta apa saja.."


"Adam.." Austin menatap wajah Adam.


Adam malah menjulur kan lida nya, ia tidak takut dengan tatapan Austin.


Jam 8 malam, mobil yang Adam tunggu akhirnya datang juga, bukan hanya satu melainkan 4 mobil dengan berbagai macam bentuk. Lia juga membeli kan satu mobil untuk Aura yang khusus untuk anak wanita.


"Aura, kamu cantik sekali..." Lia menggendong Adam dan mencium wajah nya. Walaupun tidak terlalu mirip dengan Austin, Lia sangat senang memiliki cucu perempuan yang sangat menggemaskan.


"Iya sayang ini nenek kamu dan nenek nya Adam," kata Lia.


"Bibir nya dan rahang bawa nya mirip dengan mu Austin," ucap Lia.


"Iya mah aku sadar kok."


Adam tidak peduli dengan kedatangan nenek nya, ia malah fokus dengan 4 mobil kesukaan nya. Ia bingung mana yang akan ia naikin.


"Adam mana," tanya Lia.


"Mamah salah bertanya, tu lihat dia sudah fokus dengan mobil nya. Austin bukan tidak membelikan untuk nya, Austin sudah membeli untuk nya tetapi dia rusak dengan menabrak mobil Austin. Ya Austin marah pada nya, tetapi mau bagaimana lagi nama nya juga anak kecil."


"Ya benar nama nya juga anak kecil, kau harus mengerti dia, dulu kau juga seperti itu kok," kata Lia.


"Mah.."


"Hahaha kamu ni mas, jangan menyalahkan Adam kalau kamu dulu juga seperti itu.."


...🍀🍀🍀...

__ADS_1


Beberapa hari telah berlalu. Austin sekeluarga dan juga Ryan dengan istri nya pergi ke beberapa negara untuk bertemu dengan istri ke tiga dan ke empat Austin. Austin ingin memastikan jika mereka semua tidak memiliki anak dari nya, ia rajin berhubungan dengan mantan istri nya, jadi kalau mereka hamil tidak heran lagi.


"Austin Austin makannya jangan menabur benih kemana-mana, jadi repot kan diri mu."


"Kau bisa diam tidak, hitung hitung kita liburan ke luar negeri, istri ke empat ku ada di Korea dan yang ketiga ada di Paris.."


"Mantan Austin.."


"Hahaha iya iya maafkan aku sayang, untung saja Ryan mengingat ku.."


"Kamu pasti kalau meminta jatah pada mantan istri mu sama seperti pada ku.." Bisik Fanny.


Jujur Fanny sangat cemburu jika membayangkan bagaimana Austin melakukan hubungan dengan mantan mantan istri nya, ia rasa pasti Austin melakukan hal yang sama seperti pada diri nya, jika terus membayangkan rasa cemburu nya semakin besar saja.


"Tidak sayang, jangan cemburu ahh."


Pertama mereka ke negara yang penuh dengan keindahan yaitu Korea. Fanny yang sangat suka menonton drama Korea sangat bersemangat ke negara ini, ia tidak pernah bermimpi bisa berada di negera ini.


"Mantan ku di sini," kata Ryan.


"Kamu tau dari mana mantan mu di sini," tanya Fina.


"Sudah lama sayang, aku sudah tau sebelum aku menikah dengan mu.."


"Kan tadi kau tidak bilang kalau mau ikut," ucap Austin.


"Aku mau kakak menunggu ku, aku akan segera terbang ke sana," kata Amel.


"Amel," tanya Ryan.


"Iya dia akan ke sini," jawab Austin.


"Kau seperti nya di takdir kan bertemu dengan Amel," kata Austin.


"Austin ada istri ku, jangan mengatakan hal yang membuat nya cemburu."


"Sayang aku tidak cemburu, apalagi dengan Amel," kata Fina.


Fina wanita paling santai sepanjang masa, ia tidak pernah merasakan kehendak nya, tidak mengekang suami nya. Asalkan Ryan memberikan nafkah lahir dan batin saja ia sudah sangat bahagia. Ia tidak pernah mau mengulik apa apa tentang Ryan, yang terpenting saat sedang bersama dengan nya Ryan sosok suami yang sangat bertanggungjawab dan penuh dengan cinta.


"Kamu pucat Fina," ucap Fanny.


"Iya aku haid tapi tidak lancar," kata Fina.


"Tidak lancar bagaimana," tanya Fanny.

__ADS_1


"Terkadang tidak terkendali keluar nya, aku juga heran padahall aku belum waktu nya datang bulan tetapi malah sudah datang bulan kembali."


__ADS_2