Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)

Gairah Duda Tampan (Hot Daddy)
Selesai acara


__ADS_3

Pukul 7 malam Fanny kembali bersiap siap, ia hanya memakai make up tipis saja tidak seperti sebelumnya yang terlalu tebal, gaun yang ia pakai juga tida ramai seperti sebelum nya, gaun berwarna biru mudah yang sangat cocok di kulit Fanny. Berbeda dengan Fanny yang sudah bersiap siap, Austin hanya melihat Fanny saja, ia akan bersiap siap 15 menit sebelum acara berlangsung.


"Gaun nya saja bisa pakai sendiri, kamu tunggu di luar saja," kata Fanny.


"Baiklah." Beberapa orang itu pun luar dari dalam kamar Fanny, mereka berdua saat ini kembali sendiri tanpa gangguan orang lain.


"Mas ganti cepat," ucap Fanny.


"Sayang aku mah simpel, pria tidak ribet seperti wanita," kata Austin.


"Kita akan bulan madu kemana sayang," tanya Fanny.


"Terserah mu si, kalau aku mah ke Korea atau ke eropa tidak masalah," jawab Austin.


Fanny memikirkan tempat mana yang bagus untu menghabiskan waktu berdua dengan suami nya. Memang beberapa negara di eropa sangat cocok apalagi saat ini sedang musim dingin.


"Eropa saja ya," kata Fanny.


"Oke, sini dulu kamu belum mau pakai gaun kan,'' ucap Austin.


Fanny pun berjalan mendekati suami nya, ia tidak tau apa yang akan suami nya lakukan pada nya.


"Kenapa," tanya Fanny.


"Tidak papa," jawab Austin sambil menarik Fanny ke pangkuan nya, ia membuat Fanny tepat berada di atas perut bagian bawa nya.


"Mas acara belum selesai," kata Fanny.


"Hanya ingin bermain main sebentar tidak boleh," tanya Austin.


Austin melepaskan tali handuk yaang menutupi tubuh Fanny, sehingga tubuh Fanny yang hanya memakai d*laman saja terlihat dengan sangat jelas, kulit Fanny benar benar sangat putih dan mulus sekali, Austin rasa semut akan kepeleset jika berjalan di kulit kinclong istri nya.


''Kamu istri ku kan?? aku tidak menyangka menikah dengan wanita seperti mu, wanita yang sangat sempurna dari berbagai macam aspek, kamu cantik iya, mulus iya, pintar masak iya, pintar mengurus anak ya, siapa yang tidak ingin mendapatkan mu. Hanya aku pria yang sangat beruntung yang mendapatkan wanita sempurna ini."

__ADS_1


"Haduh baru saja menikah sudah gombal saja, iya iya kamu juga sangat sempurna kok di mata ku, seseorang akan sempurna di mata orang yang tepat. Kamu tampan iya, tubuh bagus tinggi dan berotot, kaya raya iya, sudah lengkap lagi dengan anak. Wanita mana yang mau menyianyiakan mu, hanya wanita yang bodoh lah yang melakukan hal itu," kata Fanny.


Austin menganggukkan kepala nya pelan.


"Memang aku sesempurna itu sayang, yang menyianyiakan ku memang sangat bodoh sekali, tidak ada wanita yang pantas mendampingi ku selain kamu seorang."


Respon Austin dan Fanny saat di puji memang berbeda jauh, pada dasar nya Austin memang sangat senang di puji siapapun.


"Kamu sangat cantik.." Tangan Austin ingin melepaskan pengait terlarang. Tetapi Fanny langsung menahannya.


"Sayang, nanti tidak spesial ah, lihat sudah pukul 7.30 sudah waktunya, ayo kita bersiap siap," ucap Fanny.


Austin membuang nafas nya dengan kasar, ia pun mulai bersiap siap dengan istri nya.


Setelah selesai bersiap siap mereka berdua langsung keluar dari kamar, sudah waktu nya untuk bergabung dengan yang lainnya arena acara akan di mulai. Seperti yang Austin inginkan semua orang menikmati acara yang berlangsung, mereka semua sangat puas dengan konsep yang Austin usung.


Acara pertama adalah dansa, Austin mulai mengajak istri nya berdansa mengikuti alunan musik yang terdengar indah, bukan hanya Austin mereka semua boleh ikut asalkan dengan pasangan masing masing, bukan pasangan orang lain.


Austin dan Fanny saling menatap dengan tatapan seduh, beberapa kali ciuman manis mendarat di bibir Fanny, untuk saja lipstik yang Fanny pakai tida mudah menempel.


"Bohong kamu bohong, mana mungkin ini pernikahan termewah mu."


"Kamu bisa tanya orang tua ku,m ataupun adi ku, sebelum dengan mu aku hanya sekali merayakan pernikahan sisa nya hanya menikah biasa saja. Tetapi karena aku mendapatkan wanita seperti mu aku ingin menggelar pernikahan semewah mungkin."


Amel yang iri dengan Fanny yang mendapatkan suami yang sangat pengertian, jujur ini pernikahan impian nya tetapi malah Fanny yang mendapatkan nya, kalau ia sudah punya calon pasti ia akan ikut menikah hari ini juga, sayangnya dira nya sedang jomblo.


"Halo," ucap Ryan.


Amel berusaha tidak melihat Ryan, ia malas berbicara dengan Ryan karena akan menimbulkan pertengkaran antara ke dua nya.


"Minggir dong, jangan lama lama di situ, aku ingin mengambil minum, kau sangat menghalangi," kata Ryan.


"Anjay berarti dia hanya ingin mengambil minum, aku pikir dia ingin menganggu ku," batin Amel, untung saja ia belum marah marah pada Ryan.

__ADS_1


"Makannya jangan jomblo jadi kau tidak sendirian, di pernikahan abang nya sendiri jomblo sayang sekali," kata Ryan yang membuat Amel kesal.


"Jangan banyak bicara, kau hanya beruntung Fina mau dengan mu." Amel pergi meninggalkan Ryan.


Acara berlangsung sampai tengah malam, musik terdengar sangat kuat karena sudah masuk acara bebas, semua orang bebeas melakukan apa saja asalkan tidak membuat keributan. Fanny sudah sangat lelah sekali, hampir 4 jam ia berdiri melayani tamu yang ingin memberikan ucapan selamat.


"Mas capek," ucap Fanny.


"Ya sudah ayo aku juga sangat lelah.."


Austin dan Fanny pergi meninggalkan tempat itu.


"Austin sampai pagi gas," teriak Ryan.


"Mata mu.." Austin terkadang heran sendiri dengan kelakukan teman nya itu.


"Sayang kamu suka sekali mengejek orang lain, nanti kamu sendiri juga begitu."


"Hahaha aku hanya menggodanya, dia pasti juga akan melakukan hal yg sama saat aku menikah nanti," kata Ryan.


"Wanita kelima," ucap Fina.


"Hahaha iya benar, 5 lubang akan dia rasakan, tapi aku rasa tak malam ini juga pasti sangat lelah mengingat kegiatan yang begitu padat."


Austin dan Ryan masuk ke dalam kamar pengantin. Kamar yang berbeda dengan kamar sebelum nya, kamar ini benar-benar sudah di persiapkan sangat matang untuk malam pertama mereka berdua.


"Aku ingin berendam," ucap Fanny.


Jujur Fanny tidak mengantuk, ia hanya lelah saja ingin beristirahat di air hangat yang akan merilekskan diri nya. Fanny mengambil sabun dari salon, ia ingin memakai nya mana tau Austin mau menyentuh nya malam ini, ia harus siap siap.


"Jangan lama lama ya 30 menit saja," ucap Austin.


"Iya iya."

__ADS_1


Austin memilih mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur, tidak lupa ia memakai parfum pemikat wanita agar Fanny klepek-klepek oleh nya, kalau sudah klepek-klepek akan enak.


__ADS_2