
Beberapa hari telah berlalu orang tua Austin sudah mendapatkan jawaban siapa Aura sebenarnya, memang semua nya di luar dugaan mereka semua, jika Austin tau ia juga akan terkejut. Sampai sekarang ayah Austin belum memberikan jawaban itu pada Austin, ia masih menunda nya karena takut Austin syok dengan jawaban itu.
Baru hari ini ia berani memanggil Austin dan Ryan, mereka berdua juga harus segera tau agar Aura tetap aman, untuk keamanan keluarga Austin sudah memberikan hal yang paling baik, tetapi tetap saja kalau orang ingin berbuat jahat pasti ada saja cara nya.
Austin dan Ryan belum selesai makan, mereka berdua masih menikmati makanan yang istri mereka berdua masak. Setelah ini mereka akan mengantarkan Aura dan Adam sekolah kemudian baru mereka berdua ke rumah orang tua Austin.
"Sudah ayo kalian berdua sudah siap kan," tanya Austin.
"Sudah ayah.." Jawab mereka berdua dengan kompak.
"Ayah dimana mobil ku," tanya Adam.
Kalau ia belum melihat mobil nya, ia tidak akan berhenti bertanya itu lah Adam. Mobil Adam memang sudah datang tetapi di letakan di luar rumah.
"Di depan sayang," ucap Austin.
"Ayo.." Adam langsung berlari ke luar rumah.
Di depan ia melihat mobil nya yang begitu besar nya, warna nya juga sangat bagus sesuai dengan keinginan Adam. Mobil itu bisa di naiki oleh dua orang.
"Ayah aku mau naik.."
__ADS_1
"Tidak sayang, kamu harus sekolah.."
"Ayo Adam nanti kau terlambat loh.." Ryan menggendong Adam masuk ke dalam mobil.
"Aku tidak sekolah ya.."
"Hey mulai nakal anak ayah," ucap Austin.
"Hmmmm.."
"Adam nanti kita main nya, sekarang kita sekolah dulu.."
"Iya iya.."
Mereka pun pergi meninggalkan rumah. Pertama Austin mengantarkan Adam dulu, tidak pakai lama ia langsung berlari masuk ke sekolah nya. Setelah itu baru lah ia mengantarkan Aura. Kalau untuk Aura Austin ikut masuk ke dalam karena ini baru pertama kali untuk Aura. Aura mesti ada pendampingan beberapa saat sebelum ia tinggal.
"Sudah sayang," tanya Austin.
"Sudah ayah, terimakasih ya.."
"Oke, nanti kalau tidak ayah mamah yang akan menjemput mu. Tunggu saja ya.."
__ADS_1
"Iya ayah.."
Austin juga pergi meninggalkan sekolah Aura. Pada akhirnya Austin dan Ryan sudah bisa langsung ke rumah orang tua Austin. Austin sudah tidak sabarr untuk mendengar semua jawaban atas pertanyaan nya selama ini.
"Menurut mu bagaimana," tanya Austin.
"Aku malas memberikan pendapat ku, ya aku pun seperti nya sudah tau. Dugaan ku tidak pernah meleset sebelum nya," jawab Ryan.
"Apa dugaan mu," tanya Austin.
"Hahaha aku kan sudah berkata, aku malas memberitahu mu, toh sebentar lagi kau mendengar semuanya, untuk apa juga mendengar dugaan dari ku, hanya dugaan saja tidak terlalu berguna."
"Tak berguna bagaimana, kau sendiri saja berkata dugaan mu tidak pernah salah," kata Austin.
"Tunggu saja.."
Sesampainya di rumah. Mereka berdua langsung masuk ke dalam rumah, di sana sudah ada ke dua orang tua Austin yang sudah menunggu mereka berdua. Ada juga Amel yang langsung pergi saat melihat kedatangan Ryan, seperti nya memang mereka berdua sudah tidak bisa bertemu lagi.
"Hey jangan kabur, kau seperti bertemu hantu saja," kata Ryan.
"Settt ini sedang serius," ucap Austin.
__ADS_1